Prabowo Ingin Anak Indonesia Belajar 7 Bahasa Asing Sejak SD, Ada Inggris hingga Mandarin, Jepang dan Korea

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Bukan cuma Bahasa Inggris. Prabowo mendorong anak Indonesia belajar bahasa asing sejak kelas 1 SD, mulai Mandarin, Arab, Jepang, Korea hingga Prancis. Tujuannya? Agar generasi muda punya bekal lebih kuat untuk kuliah dan bekerja di pasar global. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Bukan cuma Bahasa Inggris. Prabowo mendorong anak Indonesia belajar bahasa asing sejak kelas 1 SD, mulai Mandarin, Arab, Jepang, Korea hingga Prancis. Tujuannya? Agar generasi muda punya bekal lebih kuat untuk kuliah dan bekerja di pasar global. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

RADARBONAG.ID — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kemampuan bahasa asing bagi anak-anak Indonesia sejak jenjang sekolah dasar.

Pemerintah menilai penguasaan bahasa internasional perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan sekaligus bersaing di pasar kerja global.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pembelajaran bahasa asing perlu dimulai sejak kelas 1 SD.

“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai belajar bahasa asing,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Cascais, Kota Cantik di Portugal yang Jadi Saksi Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina, Ada Pantai hingga Tebing Ikonik

Menurut Presiden, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia yang semakin terhubung.

Tujuh Bahasa Asing Jadi Perhatian Pemerintah

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sejumlah bahasa internasional yang dinilai penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.

Tujuh bahasa yang disoroti adalah Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.

Penguasaan bahasa-bahasa tersebut dinilai dapat memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak Indonesia untuk berkomunikasi, belajar, maupun bekerja dengan masyarakat dari berbagai negara.

Bahasa Inggris selama ini menjadi bahasa internasional yang paling banyak digunakan dalam pendidikan, bisnis, teknologi, dan komunikasi global.

Sementara bahasa Mandarin, Jepang, Korea, Arab, Spanyol, dan Prancis memiliki peran penting di berbagai kawasan dan sektor internasional.

Namun, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap Bahasa Rusia.

Prabowo Sebut Bahasa Rusia Penting untuk Sains dan Teknologi

Di luar tujuh bahasa yang disebutkan, Presiden mendorong agar Bahasa Rusia juga dipelajari oleh anak-anak Indonesia.

Menurut Prabowo, Rusia memiliki kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga penguasaan bahasanya dapat membuka akses lebih luas terhadap perkembangan pengetahuan dari negara tersebut.

“Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di bidang sains dan teknologi,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing yang didorong pemerintah tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Kemampuan bahasa juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan peluang kerja dari berbagai negara.

Anak Dinilai Punya Kemampuan Belajar Bahasa Lebih Cepat

Salah satu alasan pembelajaran bahasa asing didorong sejak kelas 1 SD adalah kemampuan anak dalam menyerap bahasa pada usia dini.

Prabowo menyebut anak-anak memiliki masa emas atau golden age dalam proses pembelajaran bahasa, terutama sebelum memasuki usia 11 hingga 12 tahun.

Pada periode tersebut, anak dinilai memiliki kemampuan yang baik untuk mengenali pola bahasa, kosakata, pelafalan, serta struktur komunikasi baru.

Karena itu, pengenalan bahasa asing sejak sekolah dasar dianggap dapat menjadi investasi pendidikan jangka panjang.

Dengan waktu belajar yang lebih panjang, siswa diharapkan tidak hanya mengenal bahasa asing secara teoritis, tetapi juga mampu menggunakannya dalam komunikasi ketika mereka beranjak dewasa.

Bahasa Asing Bisa Buka Peluang Kerja di Luar Negeri

Prabowo juga mengaitkan kemampuan bahasa asing dengan peluang tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.

Menurutnya, sejumlah pemimpin negara sahabat telah menunjukkan ketertarikan untuk merekrut tenaga kerja asal Indonesia.

Peluang tersebut disebut terbuka di berbagai sektor yang membutuhkan kemampuan komunikasi sekaligus keterampilan pelayanan.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain pariwisata dan perhotelan, layanan kesehatan dan keperawatan, serta pekerjaan sebagai caregiver atau tenaga pengasuh.

Kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor tersebut terus berkembang di berbagai negara.

Kemampuan berbahasa asing dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya saing pekerja Indonesia ketika bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

Karakter Pekerja Indonesia Jadi Modal Tambahan

Selain kemampuan teknis, Prabowo menilai masyarakat internasional memiliki pandangan positif terhadap karakter pekerja Indonesia.

Pekerja Indonesia disebut dikenal memiliki sikap ramah, sopan, dan pekerja keras.

Menurut Presiden, keunggulan karakter tersebut akan semakin kuat apabila dipadukan dengan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

Dengan kombinasi keterampilan, karakter, dan kemampuan bahasa, tenaga kerja Indonesia diharapkan dapat memiliki daya saing lebih tinggi di pasar internasional.

Hal tersebut juga berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian nasional melalui semakin luasnya kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan di luar negeri.

Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci

Dorongan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kemampuan menghafal kosakata.

Prabowo menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas agar anak-anak Indonesia memiliki kemampuan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

Presiden ingin generasi muda memiliki kemampuan yang membuat mereka tidak terbatas pada peluang di dalam negeri.

“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik, agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” kata Prabowo.

Tantangan Implementasi Menanti

Jika gagasan tersebut diterapkan secara luas, pemerintah tentu perlu menyiapkan berbagai aspek pendukung.

Ketersediaan guru yang kompeten, materi pembelajaran, metode pengajaran sesuai usia, hingga pemerataan akses pendidikan menjadi sejumlah faktor penting.

Baca Juga: MA Soroti Perhitungan Kerugian Kasus Timah: Rp 271 Triliun Kerusakan Lingkungan Tak Bisa Langsung Digabung dengan Kerugian Negara

Pasalnya, pengajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan pembelajaran bahasa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Anak-anak perlu diperkenalkan bahasa melalui metode yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan mereka agar proses belajar tidak justru menjadi beban.

Dengan persiapan yang matang, penguasaan bahasa asing sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi persaingan global.

Pada akhirnya, kemampuan berbahasa dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk mengakses pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta kesempatan kerja yang lebih luas di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
bahasa asing kelas 1 SD Prabowo bahasa asing tujuh bahasa asing pendidikan Indonesia 2026 peluang kerja global