RADARBONAG.ID — Gaya bicara Alfiansyah Bustami atau Komeng kembali mencuri perhatian menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Senator asal Jawa Barat tersebut menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto dengan gaya khasnya yang santai dan penuh kelakar.
Namun, di balik kalimat singkatnya, Komeng menyelipkan harapan serius agar pemerintah benar-benar menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Saat ditanya mengenai harapannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, Komeng justru tidak menggunakan jawaban normatif seperti biasanya.
“Saya dengan presiden tidak minta harapan, tapi minta juara satu,” ujar Komeng di Kompleks Parlemen, Senayan.
Baca Juga: Sudah Lulus S1 tapi Sulit Dapat Kerja? Dunia Kerja Kini Tak Cuma Melihat IPK dan Gelar Sarjana
Ucapan tersebut sontak terdengar seperti candaan khas Komeng. Namun, ia kemudian menjelaskan maksud dari istilah “juara satu” yang digunakannya.
Bukan Sekadar Harapan, Komeng Ingin Hasil Nyata
Menurut Komeng, menjadi “juara satu” bukan berarti Presiden harus memenangkan sebuah perlombaan. Istilah tersebut merupakan kiasan untuk menggambarkan harapannya terhadap hasil kerja pemerintahan.
Bagi Komeng, keberhasilan pemerintah seharusnya dapat dilihat dari seberapa besar kebijakan negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ya maksudnya yang dipikirkan rakyat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Komeng ingin agar pemerintah tidak hanya berbicara mengenai target dan harapan, tetapi juga menghadirkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baginya, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan semata-mata banyaknya program yang dibuat, melainkan dampaknya terhadap kehidupan rakyat.
Komeng Soroti Kesejahteraan Masyarakat
Komeng berharap Presiden Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih terus menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu fokus utama dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, perhatian terhadap rakyat merupakan bagian dari cita-cita besar yang sejak awal menjadi dasar berdirinya Indonesia.
Ia pun mengaitkan harapan tersebut dengan gagasan para pendiri bangsa yang menginginkan masyarakat Indonesia dapat hidup sejahtera.
“Apa yang dicita-citakan oleh para founder kita betul-betul layak menjadi sejahtera,” kata Komeng.
Kalimat tersebut menjadi sisi lain dari gaya Komeng yang selama ini dikenal publik lewat humor dan celetukan spontan.
Di balik gaya bicara yang menghibur, ia menyampaikan pesan agar pemerintah tidak kehilangan orientasi terhadap kepentingan masyarakat.
Gaya Komeng Kembali Jadi Sorotan
Komeng memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang berbeda dibandingkan banyak anggota parlemen lainnya.
Latar belakangnya sebagai komedian membuat berbagai pernyataannya kerap disampaikan dengan bahasa ringan dan sesekali mengandung humor. Namun, tidak jarang pesan yang disampaikan justru memiliki makna serius.
Hal tersebut kembali terlihat ketika ia menggunakan istilah “juara satu” untuk menggambarkan ekspektasinya terhadap pemerintahan Prabowo.
Alih-alih menyampaikan tuntutan panjang, Komeng memilih kalimat sederhana yang mudah dipahami.
Intinya, ia ingin agar pemerintah memberikan performa terbaik dengan menjadikan kepentingan rakyat sebagai ukuran utama.
Cara tersebut juga membuat pernyataan Komeng lebih mudah menarik perhatian karena menggabungkan karakter humor dengan kritik dan harapan politik.
Disampaikan Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo
Pernyataan Komeng disampaikan ketika Kompleks Parlemen tengah bersiap menggelar salah satu agenda penting dalam kalender ketatanegaraan Indonesia.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pidato tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan karena Presiden akan menyampaikan berbagai hal terkait kondisi bangsa, capaian pemerintahan, sekaligus arah kebijakan nasional.
Pesan Komeng soal “juara satu” pun muncul menjelang Presiden menyampaikan pidatonya di hadapan anggota parlemen.
Prabowo Juga Akan Sampaikan RAPBN 2027
Selain pidato kenegaraan, agenda Presiden Prabowo pada Jumat (14/8/2026) juga berlanjut ke Rapat Paripurna DPR RI.
Dalam rapat tersebut, Prabowo dijadwalkan menyampaikan Pidato Pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan.
Penyampaian RAPBN menjadi agenda penting karena akan memberikan gambaran mengenai prioritas pemerintah dalam mengelola keuangan negara pada tahun anggaran 2027.
Mulai dari program pembangunan, belanja pemerintah, kebijakan ekonomi, hingga berbagai agenda strategis akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam pembahasan anggaran.
Dengan demikian, harapan Komeng agar pemerintah “juara satu” nantinya akan diuji melalui berbagai kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Juara Satu” Versi Komeng Bukan Soal Penghargaan
Jika diterjemahkan secara sederhana, pesan Komeng kepada Prabowo sebenarnya cukup jelas.
Ia tidak meminta pemerintah sekadar memberikan harapan kepada masyarakat. Ia ingin hasil kerja yang bisa dirasakan langsung, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat.
Gaya penyampaiannya memang khas Komeng—singkat, ringan, dan mengandung unsur humor. Namun, pesan yang berada di baliknya cukup serius.
“Juara satu” yang dimaksud Komeng bukan soal menjadi yang terbaik dalam persaingan politik, melainkan bagaimana pemerintah mampu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.
Menjelang pidato kenegaraan dan penyampaian RAPBN 2027, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai target pemerintah pada akhirnya akan diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com