Purbaya Ungkap Penyelundupan 23,78 Kg Emas di Bandara Soekarno-Hatta, Dua Kasus Digagalkan Kurang dari 24 Jam

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:28 WIB
Hampir 24 kilogram emas berhasil diamankan dari dua upaya penyelundupan di Bandara Soekarno-Hatta. Bea Cukai mengungkap kasus ini lewat analisis data, teknologi, dan pengawasan di lapangan. (Sumber Foto: Instagram @menkeuri)
Hampir 24 kilogram emas berhasil diamankan dari dua upaya penyelundupan di Bandara Soekarno-Hatta. Bea Cukai mengungkap kasus ini lewat analisis data, teknologi, dan pengawasan di lapangan. (Sumber Foto: Instagram @menkeuri)

RADARBONAG.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap penggagalan dua upaya penyelundupan emas melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan total 23,78 kilogram emas yang diduga akan diekspor secara ilegal.

Pengungkapan tersebut disampaikan langsung Purbaya dalam konferensi pers terkait penindakan ekspor emas ilegal di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (13/8/2026) malam.

Dua kasus tersebut berhasil diungkap dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

Keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan petugas aviation security (Avsec) bandara.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya Manis, Coquette Core Makin Digemari Gen Z karena Pita dan Renda Bisa Jadi Ekspresi Diri

Dua Kiriman Emas Diamankan Petugas

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, petugas mengamankan dua barang bukti emas dengan jumlah yang cukup besar.

Dalam penindakan pertama, emas yang diamankan memiliki berat 17,43 kilogram.

Sementara pada pengungkapan berikutnya, petugas kembali menemukan emas dengan berat 6,35 kilogram.

Jika kedua barang bukti tersebut digabungkan, total emas yang berhasil diamankan mencapai 23,78 kilogram.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi nilai ekonomi yang berada di balik upaya ekspor ilegal tersebut.

Karena itu, pengawasan terhadap komoditas bernilai tinggi menjadi perhatian penting bagi pemerintah.

Pengungkapan dalam waktu berdekatan juga menunjukkan bahwa pengawasan di pintu keluar-masuk internasional menjadi salah satu titik penting untuk mencegah penyelundupan komoditas strategis.

Bea Cukai Manfaatkan Teknologi dan Analisis Data

Keberhasilan petugas menggagalkan dua upaya tersebut tidak hanya mengandalkan pemeriksaan secara konvensional.

Kementerian Keuangan menyebut pengungkapan dilakukan melalui kombinasi teknologi, analisis data penumpang, serta pemetaan risiko.

Analisis risiko menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan karena petugas dapat menentukan objek atau aktivitas yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pendekatan berbasis data juga memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih terarah.

Dengan begitu, petugas dapat meningkatkan efektivitas pemeriksaan tanpa harus mengandalkan pemeriksaan secara acak terhadap seluruh penumpang.

Dalam kasus ini, sinergi antara Bea Cukai dan petugas keamanan bandara turut membantu proses penindakan hingga barang bukti berhasil diamankan.

Purbaya Apresiasi Petugas di Bandara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan tersebut.

Menurut Kementerian Keuangan, kerja sama antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan lalu lintas barang dan penumpang di bandara internasional.

Pengawasan terhadap komoditas bernilai tinggi membutuhkan koordinasi berbagai pihak karena modus penyelundupan dapat terus berkembang.

Karena itu, kemampuan petugas dalam membaca pola, memanfaatkan teknologi, dan melakukan analisis risiko menjadi semakin penting.

Purbaya menilai kerja sama yang sudah berjalan perlu terus diperkuat agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal.

Pemerintah Perketat Pengawasan Komoditas Strategis

Pengungkapan kasus emas tersebut menjadi perhatian pemerintah karena emas termasuk komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Apabila ekspor dilakukan tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku, aktivitas tersebut berpotensi mengurangi penerimaan negara sekaligus menimbulkan persoalan dalam pengawasan perdagangan komoditas.

Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas barang strategis, terutama komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ke depan, kewaspadaan dan pengawasan akan terus diperkuat, khususnya terhadap komoditas strategis bernilai tinggi,” tulis akun Instagram resmi Kementerian Keuangan @menkeuri.

Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencegah penyelundupan, tetapi juga untuk memastikan aktivitas perdagangan lintas negara berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Jelang 17 Agustus, Seskab Teddy Tinjau Gladi Kotor HUT ke-81 RI di Istana Merdeka hingga Latihan Flypass TNI

Total Emas Hampir 24 Kilogram

Dua kasus yang terungkap dalam waktu kurang dari satu hari tersebut menghasilkan total barang bukti 23,78 kilogram emas.

Pengungkapan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sistem pengawasan terpadu di bandara internasional, terutama untuk mendeteksi pergerakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi besar.

Dengan menggabungkan teknologi, pengolahan data, analisis risiko, serta pemeriksaan di lapangan, pemerintah berupaya mempersempit ruang bagi praktik ekspor ilegal.

Ke depan, pengawasan terhadap emas dan komoditas strategis lainnya diperkirakan akan terus diperketat.

Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi antara Bea Cukai, keamanan bandara, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga penerimaan negara serta melindungi perekonomian nasional.

Adapun informasi mengenai pihak yang diduga terlibat dan detail modus dalam dua upaya penyelundupan tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam keterangan yang disampaikan Kementerian Keuangan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/menkeuri
penyelundupan emas emas Bandara Soekarno Hatta Bea Cukai ekspor emas ilegal Purbaya Yudhi Sadewa