Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional di Cikarang, Bahlil Sebut Molinas Jadi Tonggak Baru Industri Otomotif Indonesia

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:07 WIB
Motor listrik nasional resmi diluncurkan! Prabowo bersama Bahlil mendorong Molinas sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dan hilirisasi Indonesia. Produksi ALVA bahkan sudah mencapai 20 ribu unit. (Sumber Foto: Instagram @bahlillahadalia)
Motor listrik nasional resmi diluncurkan! Prabowo bersama Bahlil mendorong Molinas sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dan hilirisasi Indonesia. Produksi ALVA bahkan sudah mencapai 20 ribu unit. (Sumber Foto: Instagram @bahlillahadalia)

RADARBONAG.ID — Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Peluncuran tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.

Pemerintah berharap kehadiran motor listrik produksi dalam negeri dapat menjadi pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia Rosan Roeslani serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Bahlil Sebut Molinas Jadi Tonggak Industri Nasional

Bahlil menilai peluncuran Molinas bukan sekadar memperkenalkan kendaraan baru kepada masyarakat.

Baca Juga: Trump Digugat karena Jual Akses Lebih Cepat ke Unggahan Truth Social, Pelanggan Bisa Bayar hingga Rp1,5 Miliar per Bulan

Menurutnya, kehadiran motor listrik nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi dan industri otomotif sendiri.

Ia mengatakan pengembangan kendaraan listrik dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kemandirian teknologi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Peluncuran Molinas menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian teknologi dan industri nasional, sekaligus menghadirkan mobilitas yang semakin terjangkau dan berkualitas,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, perkembangan industri kendaraan listrik juga perlu diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Bukan hanya dari sisi produk akhir, tetapi juga melalui tumbuhnya industri pendukung, tenaga kerja, teknologi, hingga rantai pasok yang berada di dalam negeri.

Dikembangkan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Pengembangan Molinas disebut tidak berdiri sendiri. Bahlil menjelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki peran dalam membangun ekosistem industri kendaraan listrik.

Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga kalangan akademisi.

Menurut Bahlil, kerja sama lintas sektor perlu terus dipertahankan agar pengembangan teknologi nasional tidak berhenti pada satu produk atau proyek tertentu.

Ia juga mendorong semangat Indonesia Incorporated, yakni sinergi berbagai unsur bangsa untuk memperkuat kemampuan Indonesia menghadapi persaingan teknologi dan industri global.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan motor listrik diharapkan tidak hanya menjadi tren kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi industrialisasi nasional.

Prabowo Dorong Ekosistem Motor Listrik Terintegrasi

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat industri motor listrik nasional.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi Presiden @prabowo, disebutkan bahwa pemerintah ingin mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

“Dalam sambutannya, Presiden menegaskan komitmen Pemerintah untuk terus memperkuat industri motor listrik nasional serta mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi,” tulis unggahan tersebut.

Ekosistem yang terintegrasi menjadi penting karena perkembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan produksi kendaraan.

Ada berbagai komponen lain yang ikut menentukan keberhasilannya, seperti ketersediaan baterai, industri komponen, fasilitas pengisian daya, layanan purnajual, hingga kesiapan sumber daya manusia.

ALVA Sudah Produksi 20 Ribu Motor Listrik

Dalam kesempatan tersebut, PT Ilectra Motor Group atau ALVA disebut telah memproduksi sekitar 20 ribu unit motor listrik hingga saat ini.

Capaian produksi tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai perkembangan industri motor listrik di Indonesia.

Peningkatan produksi diharapkan dapat diikuti dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.

Dengan semakin banyak produk yang tersedia di pasar, pilihan kendaraan listrik pun berpotensi semakin beragam.

Di sisi lain, peningkatan produksi dalam negeri juga dapat membuka peluang bagi pengembangan industri pendukung serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Motor Listrik Diharapkan Kurangi Pengeluaran BBM

Salah satu manfaat yang menjadi perhatian pemerintah adalah potensi penggunaan motor listrik untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo berharap semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dapat membantu menekan pengeluaran untuk kebutuhan BBM.

Penggunaan kendaraan listrik juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong efisiensi energi dan mengembangkan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Namun, agar adopsi kendaraan listrik semakin luas, harga, kualitas, jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, serta layanan purnajual tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Hilirisasi Jadi Bagian Penting Pengembangan Kendaraan Listrik

Pengembangan motor listrik juga berkaitan erat dengan agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Industri kendaraan listrik membutuhkan berbagai komponen dan material yang memiliki rantai pasok cukup panjang.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gaya Manis, Coquette Core Makin Digemari Gen Z karena Pita dan Renda Bisa Jadi Ekspresi Diri

Karena itu, pemerintah ingin agar nilai tambah dari proses tersebut semakin banyak dihasilkan di dalam negeri.

Dengan penguatan industri dari hulu hingga hilir, Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi dan mengembangkan teknologi yang dibutuhkan.

Peluncuran Molinas pun diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat arah tersebut.

Ke depan, tantangan pemerintah bukan hanya meningkatkan jumlah kendaraan listrik yang beredar, tetapi juga memastikan industri nasional mampu berkembang secara berkelanjutan.

Jika ekosistemnya terbentuk dengan baik, motor listrik nasional dapat menjadi bagian penting dari transformasi industri otomotif Indonesia sekaligus membuka peluang bagi pengembangan teknologi kendaraan masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/presidenrepublikindonesia
Motor Listrik Nasional Molinas Prabowo motor listrik Indonesia ALVA Cikarang Bahlil Lahadalia