Kenapa Setelah Makan Manis Malah Lemas dan Mengantuk? Kenali Sugar Rush, Sugar Crash, dan Penyebabnya

Siska Yudianti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32 WIB
Baru makan manis tapi malah lemas dan ngantuk? Bisa jadi kamu mengalami sugar crash. Kenali penyebab dan cara mencegahnya. (Ilustrasi)
Baru makan manis tapi malah lemas dan ngantuk? Bisa jadi kamu mengalami sugar crash. Kenali penyebab dan cara mencegahnya. (Ilustrasi)

 
RADARBONAG.ID
— Pernah merasa tubuh mendadak lebih bersemangat setelah minum minuman manis atau menyantap dessert, tetapi tidak lama kemudian justru lemas, mengantuk, lapar lagi, dan susah berkonsentrasi?

Sensasi tersebut kerap disebut sugar rush dan sugar crash.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perubahan energi yang dirasakan setelah mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula tinggi.

Makanan manis memang dapat memberikan sumber glukosa yang cepat digunakan tubuh.

Namun, rasa “terisi energi” tersebut belum tentu bertahan lama.

Pada sebagian orang, setelah merasa lebih berenergi, tubuh justru mengalami penurunan energi yang membuat aktivitas terasa lebih berat.

Baca Juga: Tak Perlu Pandai Menggambar, Coret-Coret Sembarangan di Kertas Ternyata Punya Alasan Kenapa Bisa Terasa Menenangkan

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh?

Apa Itu Sugar Rush?

Sugar rush merupakan istilah populer untuk menggambarkan sensasi meningkatnya energi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula.

Ketika makanan mengandung karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa.

Glukosa kemudian digunakan sebagai salah satu sumber energi bagi sel tubuh.

Pada makanan dan minuman yang mengandung gula sederhana, proses tersebut dapat berlangsung relatif cepat.

Kondisi inilah yang membuat sebagian orang merasa lebih bersemangat, lebih “melek”, atau mendapatkan dorongan energi setelah mengonsumsi sesuatu yang manis.

Namun, sensasi tersebut tidak selalu berarti tubuh memperoleh energi yang bisa bertahan sepanjang hari.

Ada faktor lain yang ikut menentukan bagaimana tubuh merespons makanan, termasuk komposisi makanan, jumlah yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta kondisi tubuh masing-masing orang.

Setelah Energi Naik, Kenapa Bisa Terasa Drop?

Tubuh memiliki mekanisme untuk menjaga kadar glukosa dalam darah tetap berada pada rentang yang sesuai.

Ketika kadar glukosa meningkat setelah makan, tubuh akan mengeluarkan insulin.

Hormon ini membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan atau disimpan sebagai energi.

Pada sebagian orang, perubahan kadar glukosa tersebut dapat diikuti dengan sensasi penurunan energi. Inilah yang sering disebut sebagai sugar crash.

Gejalanya dapat berupa tubuh terasa lemas, mengantuk, lapar kembali, sulit fokus, atau merasa tidak seberenergi sebelumnya.

Karena itu, seseorang yang baru saja menikmati boba, donat, kue, permen, atau dessert dalam jumlah banyak kemudian merasa ingin rebahan tidak selalu sedang mengalami sesuatu yang aneh.

Respons tubuh terhadap makanan dan perubahan energi bisa saja menjadi salah satu penyebabnya.

Kenapa Tubuh Terasa Seperti Kehabisan Baterai?

Salah satu hal yang membuat kondisi ini terasa seperti “kehabisan baterai” adalah perubahan energi yang cukup kontras.

Awalnya tubuh terasa lebih berenergi. Namun setelah beberapa waktu, sensasi tersebut bisa berkurang dan digantikan rasa lelah.

Masalah lain dapat muncul ketika seseorang merespons rasa lemas dengan kembali mencari makanan atau minuman manis.

Akhirnya, terbentuk pola yang kurang ideal: makan atau minum manis, merasa mendapatkan energi, kemudian merasa drop, lalu kembali mencari sesuatu yang manis.

Padahal, menjaga energi sepanjang hari tidak cukup hanya dengan mengandalkan gula.

Makanan yang mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat cenderung lebih membantu memberikan rasa kenyang dan pola energi yang lebih stabil.

Efek Makanan Manis Tidak Selalu Sama pada Semua Orang

Penting untuk dipahami bahwa respons terhadap makanan manis tidak selalu identik pada setiap orang.

Ada orang yang merasa biasa saja setelah mengonsumsi makanan manis. Ada pula yang merasa lebih cepat lapar, mengantuk, atau mengalami penurunan energi.

Jenis makanan dan minuman juga berpengaruh. Segelas minuman dengan banyak gula tambahan, misalnya, dapat dikonsumsi dalam waktu singkat tanpa memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan utuh yang mengandung serat dan protein.

Selain itu, kondisi seseorang ketika mengonsumsi makanan juga perlu diperhatikan.

Makan setelah beraktivitas berat, kurang tidur, sedang lapar, atau mengonsumsi makanan dalam porsi besar dapat membuat pengalaman tubuh terhadap makanan terasa berbeda.

Bukan Berarti Gula Harus Dihindari Total

Membicarakan efek gula pada tubuh bukan berarti semua orang harus menghilangkan gula dari pola makan.

Gula secara alami juga terdapat dalam sejumlah makanan, termasuk buah dan produk susu. Yang perlu mendapat perhatian lebih adalah konsumsi gula tambahan secara berlebihan, terutama dari minuman manis, permen, dessert, dan berbagai makanan ultra-proses.

Menikmati makanan manis sesekali tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

Kuncinya terletak pada jumlah, frekuensi, serta keseluruhan pola makan.

Daripada menjadikan minuman manis sebagai sumber energi utama, coba imbangi dengan makanan yang memiliki protein dan serat.

Cara Mencegah Sugar Crash agar Energi Lebih Stabil

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga energi sepanjang hari.

1. Batasi minuman tinggi gula

Minuman manis mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak karena tidak selalu memberikan rasa kenyang. Air putih atau minuman tanpa gula tambahan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan cairan.

2. Kombinasikan makanan dengan protein dan serat

Telur, ikan, kacang-kacangan, sayuran, buah utuh, serta sumber protein lainnya dapat membantu membuat makanan lebih seimbang dan mengenyangkan.

3. Jangan menjadikan makanan manis sebagai satu-satunya sumber energi

Ketika lapar, camilan manis memang praktis. Namun, makanan yang mengandung protein, serat, atau karbohidrat kompleks dapat menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan.

4. Perhatikan porsi

Tidak perlu langsung menghapus makanan favorit. Mengatur porsinya dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan merupakan langkah yang lebih realistis.

5. Perhatikan pola tubuh sendiri

Jika rasa lemas atau mengantuk berulang kali muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, coba catat jenis makanan, porsinya, waktu makan, serta kondisi tubuh saat itu.

Jangan Langsung Menyalahkan Gula Saat Tubuh Lemas

Rasa lelah setelah makan tidak selalu berarti seseorang mengalami sugar crash. Kurang tidur, dehidrasi, aktivitas fisik, pola makan secara keseluruhan, maupun kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas atau mengantuk.

Karena itu, penting untuk melihat situasinya secara menyeluruh.

Jika rasa lelah atau gejala lain sering terjadi, berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Pada akhirnya, makanan manis memang dapat memberikan sensasi energi yang cepat, tetapi bukan berarti menjadi solusi terbaik setiap kali tubuh terasa lelah.

Daripada terus mencari gula ketika energi menurun, coba cek kembali kebutuhan tubuh. Bisa jadi yang sebenarnya dibutuhkan bukan dessert tambahan, melainkan makanan yang lebih seimbang, cukup minum, jeda dari aktivitas, atau tidur yang berkualitas.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
efek makanan manis sugar rush sugar crash gula bikin lemas gula bikin mengantuk