RADARBONAG.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memiliki jalur komunikasi khusus bagi para guru yang ingin menyampaikan keluhan, kritik, masukan maupun temuan selama program berlangsung di sekolah.
Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kanal tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.
Guru yang setiap hari berada di lingkungan sekolah dinilai memiliki posisi penting karena dapat melihat secara langsung bagaimana makanan diterima dan dikonsumsi oleh para siswa.
Melalui kanal ini, tenaga pendidik tidak hanya bisa menyampaikan keluhan ketika menemukan persoalan.
Berbagai masukan mengenai pelaksanaan program, kualitas makanan hingga keamanan pangan juga dapat disampaikan kepada BGN untuk menjadi bahan evaluasi.
Guru Kini Punya Jalur Khusus untuk Sambat soal MBG
Kanal komunikasi tersebut disiapkan BGN secara khusus bagi para guru.
Mereka dapat menyampaikan laporan melalui alamat email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id.
Dengan adanya saluran tersebut, guru tidak harus menyimpan sendiri temuan atau persoalan yang muncul selama pelaksanaan program di sekolah.
Masukan dapat berkaitan dengan berbagai hal yang ditemukan di lapangan.
Mulai dari pelaksanaan program, makanan yang diterima siswa, hingga persoalan yang dianggap perlu mendapatkan perhatian dari BGN.
Kanal tersebut sekaligus menjadi sarana agar informasi dari sekolah dapat disampaikan langsung kepada lembaga yang bertanggung jawab terhadap program gizi tersebut.
BGN Nilai Guru Punya Peran Penting
Kepala BGN Dadan Hindayana menilai keterlibatan guru sangat penting dalam pengawasan MBG.
Alasannya cukup sederhana. Guru merupakan pihak yang setiap hari berada bersama siswa di sekolah sehingga dapat menyaksikan langsung pelaksanaan program, termasuk ketika makanan dibagikan dan dikonsumsi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat guru memiliki pengalaman langsung yang dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan MBG di lapangan.
Namun, dalam materi pernyataan yang beredar terdapat perbedaan penyebutan nama pejabat yang menyampaikan pernyataan tersebut.
Karena itu, informasi mengenai siapa yang tepat menyampaikan kutipan dalam webinar perlu merujuk pada rekaman atau keterangan resmi BGN.
Dalam webinar tersebut disampaikan bahwa guru dipersilakan menyampaikan berbagai hal kepada BGN, termasuk kritik maupun temuan terkait pelaksanaan program.
Setiap Keluhan Akan Jadi Bahan Evaluasi
BGN menyatakan bahwa masukan dari guru tidak sekadar dikumpulkan, tetapi akan menjadi bagian dari proses evaluasi.
Informasi dari sekolah dapat membantu lembaga tersebut mengetahui persoalan yang mungkin tidak terlihat dari tingkat pusat.
Hal ini penting karena pelaksanaan MBG melibatkan banyak sekolah dan penerima manfaat di berbagai wilayah. Kondisi di setiap daerah juga bisa berbeda, baik dari sisi distribusi, pengolahan, penyajian maupun penerimaan makanan.
Dengan adanya laporan langsung dari guru, persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat diketahui lebih cepat.
BGN juga menegaskan keterbukaan terhadap berbagai bentuk masukan dari masyarakat.
"Kami sangat terbuka menerima masukan, kritik, aduan, maupun hal apa pun terkait Program Makan Bergizi Gratis. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membenahi pelayanan, menjaga kualitas, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat," demikian pernyataan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Keamanan Pangan Jadi Salah Satu Fokus
Keterlibatan guru dalam pengawasan MBG juga berkaitan dengan aspek keamanan dan kualitas pangan.
Makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar yang ditetapkan agar program tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.
Guru dapat menjadi salah satu pihak yang melihat langsung kondisi makanan ketika tiba di sekolah maupun ketika diberikan kepada siswa.
Apabila ditemukan sesuatu yang dianggap tidak sesuai, informasi tersebut dapat disampaikan melalui kanal yang telah disediakan.
Pelibatan guru diharapkan membuat sistem pengawasan menjadi lebih terbuka.
Bukan hanya pemerintah yang melakukan pemantauan, tetapi masyarakat yang berada langsung di lokasi pelaksanaan juga dapat memberikan informasi.
Kanal Aduan Jadi Bentuk Keterbukaan
Pembukaan kanal khusus tersebut menunjukkan adanya upaya untuk membuat komunikasi antara pelaksana program dan sekolah menjadi lebih mudah.
Program MBG merupakan program berskala besar sehingga evaluasi tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan laporan administratif.
Masukan dari pihak yang bersentuhan langsung dengan penerima manfaat dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi program.
Guru juga tidak hanya berperan sebagai pendamping siswa ketika menerima makanan.
Mereka dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai bagaimana program tersebut berjalan dari hari ke hari.
Karena itu, keberadaan kanal pengaduan dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih responsif.
Guru Tak Perlu Ragu Menyampaikan Temuan
Dengan tersedianya kanal khusus, guru diharapkan tidak ragu menyampaikan persoalan yang memang perlu mendapat perhatian.
Namun, laporan sebaiknya disampaikan berdasarkan kejadian atau kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan.
Informasi yang jelas akan membantu proses penelusuran dan evaluasi.
Masukan yang diberikan juga dapat menjadi bahan untuk melihat bagian mana dari pelaksanaan MBG yang masih perlu diperbaiki.
Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi siswa. Kualitas, keamanan, ketepatan pelaksanaan dan penerimaan siswa juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.
BGN berharap keterlibatan guru dapat memperkuat pengawasan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas.
Kini, ketika menemukan persoalan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di sekolah, guru memiliki jalur khusus untuk menyampaikannya kepada BGN.
Jadi, kalau ada yang perlu disampaikan, dikritik, atau ditemukan di lapangan, guru kini punya tempat resmi untuk "sambat" sekaligus ikut membantu memperbaiki pelaksanaan MBG.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com