RADARBONAG.ID — Nama Destry Damayanti kini menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR RI.
Jika nantinya mendapat persetujuan parlemen, Destry akan memimpin bank sentral secara definitif setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.
Usulan tersebut secara resmi disampaikan pemerintah melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah hanya mengajukan satu nama untuk posisi Gubernur BI, yakni Destry Damayanti yang sebelumnya telah menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI.
Pengajuan Destry berlangsung di tengah perhatian besar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.
Pasar keuangan juga mencermati sosok yang akan memimpin BI karena gubernur baru akan menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Destry Damayanti Bukan Nama Baru di Bank Indonesia
Sebelum dipercaya menjadi pejabat sementara Gubernur BI, Destry merupakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Ia pertama kali menduduki posisi tersebut pada 2019 dan kembali dipercaya untuk periode berikutnya.
Pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan membuat Destry bukan sosok baru dalam pengambilan kebijakan moneter.
Ia memiliki latar belakang sebagai ekonom, peneliti, akademisi hingga pejabat di sejumlah institusi keuangan nasional.
Bank Indonesia mencatat Destry lahir di Jakarta pada 1963. Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Indonesia.
Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Dengan pengalaman tersebut, Destry memiliki pemahaman mengenai ekonomi makro, pasar keuangan, perbankan hingga stabilitas sistem keuangan yang menjadi bagian penting dalam tugas bank sentral.
Pernah Menjadi Penasihat Ekonomi hingga Kepala Ekonom
Jauh sebelum masuk ke jajaran pimpinan BI, perjalanan profesional Destry sudah berlangsung di berbagai sektor.
Ia pernah menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada 2000 hingga 2003.
Setelah itu, Destry juga berkecimpung di dunia akademis sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kariernya kemudian berlanjut di industri keuangan. Destry dipercaya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005 hingga 2011. Setelah itu, ia menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada periode 2011–2015.
Posisi tersebut membuat Destry banyak terlibat dalam analisis kondisi ekonomi, industri perbankan, pasar keuangan serta berbagai faktor yang memengaruhi perekonomian nasional.
Catatan resmi BI juga menyebut Destry pernah berkarier sebagai ekonom di Citibank serta menjalani sejumlah posisi di lingkungan pemerintahan dan institusi ekonomi.
Punya Pengalaman di Kementerian BUMN dan LPS
Pengalaman Destry tidak hanya berada di sektor swasta. Ia juga pernah dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN pada 2014–2015.
Setelah itu, Destry bergabung dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai anggota Dewan Komisioner untuk periode 2015–2019.
Selama berada di LPS, pengalamannya semakin dekat dengan isu stabilitas sistem keuangan, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan penjaminan simpanan dan ketahanan sektor perbankan.
LPS mencatat Destry memiliki rekam jejak sebagai ekonom dan pernah menduduki sejumlah posisi penting sebelum akhirnya masuk ke jajaran pimpinan Bank Indonesia.
Masuk BI dan Menjadi Deputi Gubernur Senior
Langkah penting dalam karier Destry terjadi pada 2019 ketika ia resmi diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019.
Ia mulai menjalankan tugas tersebut setelah mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019 untuk periode 2019–2024.
Destry kemudian kembali dipercaya menduduki jabatan Deputi Gubernur Senior untuk periode berikutnya.
Pengalaman tersebut membuatnya menjadi salah satu figur internal BI yang paling memahami arah kebijakan bank sentral.
Kini, setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry mendapat tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI sebelum pemerintah mengajukannya sebagai calon definitif.
Berpotensi Jadi Perempuan Pertama yang Memimpin BI Secara Definitif
Jika mendapat persetujuan DPR dan kemudian dilantik, Destry akan mencatat sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif.
Pencalonannya juga dinilai memberikan sinyal keberlanjutan karena Destry telah lama berada di lingkungan BI dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi bank sentral.
Reuters melaporkan Destry dipandang sebagai sosok yang pragmatis dan berorientasi pada stabilitas dengan pengalaman kuat di pasar keuangan.
Pengalamannya dinilai relevan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah, inflasi, arus modal dan pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, status Destry saat ini masih sebagai calon tunggal.
Ia masih harus menjalani proses di DPR sebelum dapat ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.
Perjalanan menuju kursi tertinggi bank sentral pun masih menjadi perhatian publik, terutama karena kebijakan gubernur baru akan sangat menentukan arah moneter Indonesia di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : cnnindonesia.com