Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Eks Ketua Yayasan Klaim untuk Ekskul Menembak dan Minta Dibuktikan

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Ratusan senjata ditemukan di sekolah Jaksel, disebut untuk ekskul menembak, tapi pihak yayasan meminta klaim itu dibuktikan. (ilustrasi)
Ratusan senjata ditemukan di sekolah Jaksel, disebut untuk ekskul menembak, tapi pihak yayasan meminta klaim itu dibuktikan. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID — Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, masih menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut kini terus bergulir di kepolisian setelah muncul perbedaan keterangan mengenai tujuan keberadaan senjata-senjata tersebut di lingkungan sekolah.

Barang-barang itu ditemukan di sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan kepala yayasan berinisial IWD. Penemuan terjadi ketika pihak yayasan hendak melakukan aktivitas bongkar muat barang.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Bentuk, Ini yang Terjadi Jika Bumi Berubah Menjadi Datar Menurut Hukum Fisika

Di tengah proses penyelidikan, pihak eks ketua yayasan memberikan penjelasan bahwa ratusan senjata tersebut berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler olahraga menembak.

Namun, pihak yayasan sekolah justru meminta klaim tersebut dibuktikan secara jelas.

Eks Ketua Yayasan Sebut untuk Program Ekskul

Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, memberikan penjelasan mengenai keberadaan senjata tersebut.

Alhadid yang juga menjadi pihak yang mewakili kubu mantan ketua yayasan menyebut seluruh bukti berupa dokumen perizinan dan perjanjian telah diserahkan kepada kepolisian.

Menurutnya, senjata-senjata tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan kegiatan olahraga menembak bagi para pelajar.

Pihaknya bahkan mempersilakan masyarakat melihat langsung fasilitas yang disebut telah disiapkan untuk kegiatan tersebut.

Alhadid mengatakan ruang latihan olahraga air pistol dan air rifle dengan jarak 10 meter telah dirancang sejak 2023.

Fasilitas tersebut, menurutnya, ditujukan untuk pengembangan sekaligus pendidikan atlet-atlet muda.

"Kami sudah menyerahkan seluruh bukti perizinan dan dokumen perjanjian kepada pihak kepolisian. Selanjutnya kami menunggu hasil penyelidikan," kata Alhadid.

Fasilitas Latihan Disebut Sudah Disiapkan Sejak 2023

Alhadid juga menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas tersebut bukan sesuatu yang baru dibuat setelah penemuan senjata mencuat ke publik.

Ia menyebut infrastruktur untuk tempat latihan olahraga air pistol dan air rifle telah dirancang sejak 2023.

Menurut pihak eks ketua yayasan, keberadaan fasilitas itu menjadi salah satu bukti bahwa rencana kegiatan olahraga menembak memang telah dipersiapkan sebelumnya.

Mereka juga menilai olahraga menembak memiliki potensi untuk dikembangkan di kalangan atlet muda.

Namun, apakah rencana tersebut benar-benar telah mendapatkan persetujuan resmi sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah masih menjadi bagian yang dipersoalkan.

Karena itu, pihak eks ketua yayasan memilih menyerahkan seluruh dokumen kepada penyidik agar status dan tujuan senjata tersebut dapat diperiksa berdasarkan bukti.

Pihak Yayasan Justru Minta Klaim Dibuktikan

Di sisi lain, pihak yayasan sekolah sebelumnya mempertanyakan klaim bahwa ratusan senjata tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Kuasa hukum yayasan sekolah, Alvon Kurnia Palma, meminta pihak yang menyampaikan klaim tersebut menunjukkan bukti bahwa kegiatan olahraga menembak memang telah mendapatkan persetujuan.

Menurut Alvon, jangan sampai label kegiatan ekstrakurikuler justru digunakan untuk memberikan legitimasi terhadap keberadaan barang yang masih dipersoalkan.

Ia juga menyinggung sosok Suryo yang disebut sebagai pembina yayasan dan dikaitkan dengan persetujuan kegiatan tersebut.

Menurut Alvon, saat persoalan itu terjadi, Suryo telah berusia 104 tahun sehingga terdapat keterbatasan dalam hal kemampuan untuk memahami, mengetahui, maupun memberikan persetujuan terhadap suatu usulan.

Karena itu, pihak yayasan meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi dibuktikan melalui dokumen dan keterangan yang dapat diverifikasi.

Polisi Jadi Pihak yang Menentukan Fakta

Perbedaan keterangan antara pihak yayasan dan kubu eks ketua yayasan membuat proses penyelidikan kepolisian menjadi penting.

Pihak eks ketua yayasan menyatakan telah menyerahkan bukti perizinan serta dokumen perjanjian kepada polisi.

Mereka juga meminta pihak yang dianggap telah membuat tuduhan atau kegaduhan untuk bertanggung jawab apabila nantinya hasil penyelidikan membuktikan klaim mereka benar.

Dengan demikian, persoalan utama saat ini bukan hanya mengenai jumlah senjata yang ditemukan, tetapi juga bagaimana senjata tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.

Siapa pemilik resminya, bagaimana status perizinannya, serta apakah benar terdapat rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Seluruh pertanyaan tersebut membutuhkan pembuktian, bukan sekadar pernyataan dari masing-masing pihak.

Sekolah Sebelumnya Dikaitkan dengan Temuan Ratusan Senjata

Kasus ini menjadi sorotan karena jumlah senjata yang ditemukan terbilang besar dan lokasinya berada di lingkungan sekolah.

Penemuan tersebut terjadi di ruangan mantan kepala yayasan ketika pihak yayasan melakukan bongkar muat barang.

Setelah penemuan itu, muncul sejumlah versi mengenai asal-usul dan peruntukan senjata.

Kubu eks ketua yayasan menyebut senjata berkaitan dengan PT Lokta Karya Perbakin dan rencana kegiatan olahraga menembak.

Sementara pihak yayasan sekolah meminta bukti mengenai klaim bahwa kegiatan tersebut telah disetujui sebagai ekstrakurikuler.

Menunggu Hasil Penyelidikan

Kasus ratusan senjata di sekolah swasta kawasan Pondok Pinang ini pada akhirnya masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Dokumen perizinan, perjanjian, status kepemilikan, serta hubungan senjata dengan rencana kegiatan olahraga menembak menjadi bagian penting yang perlu diperiksa.

Publik juga perlu menunggu proses hukum sebelum menarik kesimpulan mengenai tujuan sebenarnya dari keberadaan ratusan senjata tersebut.

Baca Juga: Harapan Besar Food Estate di NTT Berubah Jadi Beban, Petani Keluhkan Biaya Produksi hingga Masalah Pengairan

Yang sudah diketahui saat ini adalah adanya temuan ratusan senjata di lingkungan sekolah dan munculnya dua versi penjelasan mengenai keberadaannya.

Kubu eks ketua yayasan menyebut senjata tersebut berkaitan dengan rencana ekskul olahraga menembak dan mengaku telah menyerahkan dokumen pendukung kepada polisi.

Sementara pihak yayasan meminta klaim tersebut dibuktikan.

Kini, hasil penyelidikan kepolisian yang akan menjadi penentu untuk mengungkap bagaimana sebenarnya ratusan senjata tersebut bisa berada di lingkungan sekolah Jakarta Selatan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.com
ratusan senjata sekolah Jaksel senjata di sekolah Jakarta Selatan ekskul menembak sekolah Pondok Pinang kasus senjata sekolah