Keluarga Sutrimo Minta Polisi Ungkap Penyebab Kematian Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Jakarta

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Kematian Sutrimo menyisakan tanda tanya, keluarga kini minta polisi mengusut penyebabnya secara tuntas. (jawapos)
Kematian Sutrimo menyisakan tanda tanya, keluarga kini minta polisi mengusut penyebabnya secara tuntas. (jawapos)

RADARBONAG.ID — Keluarga Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian anggota keluarganya tersebut.

Sutrimo diketahui merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Keluarga tidak ingin membuat kesimpulan sendiri maupun berspekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum Sutrimo meninggal dunia.

Melalui laporan resmi kepada kepolisian, keluarga berharap seluruh fakta terkait kematian almarhum dapat diperiksa secara objektif dan dijelaskan berdasarkan hasil penyelidikan.

Laporan tersebut telah diterima oleh Polresta Banyumas. Hal itu dibuktikan melalui Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Baca Juga: Bisa Meniru Suara Manusia hingga Tembakan, Relawan SAR Ungkap Sosok Aneh di Gunung Salak: “Sepertinya Bukan Hantu”

Keluarga Ingin Mendapat Kepastian Penyebab Kematian

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan keputusan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum bukan didasari keinginan menuduh pihak tertentu.

Menurutnya, keluarga hanya ingin memastikan apakah kematian Sutrimo merupakan peristiwa yang wajar atau terdapat hal lain yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Aan menyebut berbagai informasi yang beredar setelah kabar kematian Sutrimo membuat keluarga merasa perlu mendapatkan kepastian melalui jalur resmi.

“Keluarga hanya memohon kepastian hukum mengenai penyebab meninggalnya Saudara Sutrimo. Apakah wajar atau tidak, fokusnya hanya di situ,” ujar Aan, Sabtu (8/8/2026) malam.

Dengan adanya laporan tersebut, keluarga berharap proses penyelidikan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.

Sutrimo Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kebayoran Baru

Sebelum meninggal dunia, Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah ditemukan, Sutrimo kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ketika jenazah tiba di rumah duka, keluarga pada awalnya tidak menyampaikan adanya kecurigaan terkait kematian tersebut.

Situasi kemudian berubah setelah berbagai informasi dan narasi mengenai kematian Sutrimo mulai beredar di tengah masyarakat.

Informasi yang belum diketahui kebenarannya itu membuat keluarga merasa resah.

Tidak hanya keluarga, kabar simpang siur tersebut juga disebut menimbulkan pertanyaan di kalangan warga Desa Wlahar.

Rumor yang Beredar Membuat Keluarga Cemas

Aan menjelaskan, munculnya berbagai narasi di tengah masyarakat menjadi salah satu alasan keluarga memilih meminta kepastian melalui proses hukum.

Keluarga tidak ingin rumor berkembang menjadi kesimpulan yang justru semakin memperkeruh suasana.

Karena itu, penyelidikan kepolisian dinilai menjadi jalan yang tepat untuk mengetahui fakta sebenarnya.

“Kabar simpang siur yang beredar cukup mengganggu keluarga dan warga desa.

Karena itu, keluarga membutuhkan kejelasan yang valid secara hukum,” kata Aan.

Menurut keluarga, hasil penyelidikan nantinya diharapkan mampu menjawab pertanyaan mengenai kondisi Sutrimo sebelum ditemukan tidak sadarkan diri serta faktor yang menyebabkan dirinya meninggal dunia.

Dengan demikian, informasi yang beredar di masyarakat tidak hanya berdasarkan dugaan atau cerita dari satu pihak.

Tidak Menuduh Pihak Mana Pun

Meski telah membuat laporan polisi, keluarga Sutrimo menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti mereka telah menunjuk atau menuduh seseorang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian almarhum.

Aan mengatakan laporan dibuat setelah keluarga melakukan musyawarah selama dua hari.

Dari pembahasan tersebut, keluarga sepakat menyerahkan seluruh proses pencarian fakta kepada pihak kepolisian.

“Keluarga tidak mengarahkan tuduhan ke siapa pun. Seluruhnya diserahkan kepada mekanisme penyidikan,” tegas Aan.

Dengan sikap tersebut, keluarga berharap kepolisian dapat melakukan pemeriksaan secara profesional dan terbuka berdasarkan bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan.

Minta Publik Tak Berspekulasi

Keluarga juga meminta masyarakat maupun media untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo.

Pasalnya, hingga proses penyelidikan berjalan, berbagai informasi yang beredar belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Kesimpulan mengenai penyebab kematian sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak yang berwenang.

Permintaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi keluarga yang masih berduka, khususnya ibu kandung Sutrimo.

Baca Juga: Nahas Saat Liburan di Rio de Janeiro, Helikopter Wisata Jatuh di Taman Nasional Tijuca dan Tewaskan 4 Orang

Keluarga berharap proses hukum dapat berjalan dengan tenang tanpa dibarengi spekulasi yang berpotensi menambah beban psikologis pihak keluarga.

Kini, laporan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk menelusuri lebih jauh rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.

Keluarga menyatakan siap mengikuti proses hukum dan menyerahkan pembuktian sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.

SEO Keyword: Sutrimo, kematian Sutrimo, Karumga Febrie Adriansyah, kasus kematian Sutrimo, Polresta Banyumas

Meta Description: Keluarga Sutrimo meminta polisi mengusut penyebab kematian Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah demi mendapat kepastian hukum.

Caption: Keluarga Sutrimo memilih jalur hukum untuk mencari tahu penyebab kematiannya dan meminta publik tak berspekulasi sebelum penyelidikan selesai.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
kematian Sutrimo Sutrimo Karumga Febrie Adriansyah Polresta Banyumas eks Jampidsus