RADARBONAG.ID — Kemampuan berhitung seseorang bernama Ullang asal Makassar, Sulawesi Selatan, tengah menjadi perhatian publik setelah aksinya viral di media sosial.
Pria berusia 36 tahun tersebut mendapat julukan "manusia kalkulator" dari warganet karena mampu menyelesaikan berbagai soal matematika dengan cepat tanpa menggunakan kalkulator maupun alat bantu lainnya.
Kemampuan Ullang semakin mencuri perhatian setelah ia tampil dalam program televisi Pagi-Pagi Ambyar.
Di hadapan para host, ia menunjukkan bagaimana dirinya dapat melakukan perhitungan angka yang cukup rumit hanya dalam waktu singkat.
Salah satu tantangan yang diberikan adalah menghitung akar kuadrat dari angka 32.761. Tanpa membutuhkan waktu lama, Ullang langsung memberikan jawabannya.
"181," jawab Ullang.
Jawaban tersebut tepat karena 181 × 181 menghasilkan 32.761.
Kemampuan Berhitung Ullang Bikin Host Terpukau
Aksi Ullang di hadapan para host membuat suasana acara semakin menarik.
Ia tidak terlihat menggunakan metode khusus seperti kalkulator atau mencatat angka di atas kertas.
Sebaliknya, berbagai operasi matematika tersebut dilakukan langsung menggunakan kemampuan berhitung yang ada di kepalanya.
Kecepatan tersebut kemudian membuat Ullang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Tidak sedikit warganet yang menyebut kemampuan pria asal Makassar itu layaknya kalkulator berjalan.
Di balik kemampuan luar biasanya tersebut, ternyata terdapat kisah kehidupan yang tidak mudah.
Ullang diketahui hanya mengenyam pendidikan formal hingga kelas 3 sekolah dasar (SD). Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan dirinya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ketika ditanya mengenai alasan berhenti sekolah, Ullang menjawab singkat bahwa keluarganya tidak memiliki cukup biaya.
"Kurang biaya. Tidak mampu orang tuaku," ungkap Ullang saat ditanya host Rian Ibrahim.
Belajar Berhitung Secara Otodidak
Keterbatasan pendidikan formal ternyata tidak membuat Ullang berhenti mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Ia justru terus mengasah kemampuan berhitung secara mandiri. Dari situlah kemampuan matematika mentalnya berkembang hingga mampu membuat orang lain terkesan.
Sosok yang mendampingi Ullang, Pak Subandi, mengatakan dirinya pertama kali bertemu dengan Ullang di sebuah warung kopi di Makassar.
Saat melihat kemampuan Ullang, Subandi merasa pria tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak sekolah.
"Saya melihat potensinya Ullang ini, dia bisa memotivasi, menginspirasi anak sekolah untuk senang belajar matematika," ujar Subandi.
Menurutnya, kemampuan Ullang dapat menjadi contoh bahwa keterbatasan pendidikan formal bukan berarti seseorang tidak bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Sering Berhitung di Warung Kopi
Dalam kesehariannya, Ullang dikenal sering menghabiskan waktu di sejumlah warung kopi di kawasan Jalan Bandang dan Pantai Losari, Makassar.
Di tempat-tempat tersebut, kemampuan berhitungnya kerap menjadi perhatian pengunjung.
Beberapa orang bahkan sengaja memberikan soal matematika kepada Ullang untuk menguji seberapa cepat dirinya menemukan jawaban.
Aktivitas tersebut terkadang juga menghasilkan uang bagi Ullang.
Ia mengaku pernah mendapatkan pemberian dari orang-orang yang kagum dengan kemampuannya.
"Kalau ada yang tanya, disuruh hitung, dikasih uang sama orang-orang," kata Ullang.
Nominal yang diberikan pun beragam. Ullang menyebut dirinya pernah mendapatkan uang Rp50 ribu dan ada pula yang memberinya Rp20 ribu.
Meski nominalnya tidak besar, aktivitas tersebut menjadi salah satu cara Ullang menunjukkan kemampuannya sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan.
Punya Cara Sendiri Menghitung Angka
Host Rian Ibrahim kemudian penasaran dengan cara Ullang melakukan perhitungan dengan begitu cepat.
Ullang pun memberikan contoh sederhana untuk menjelaskan metode yang biasa digunakannya.
Ia mengambil contoh perkalian 36 × 25.
Menurut Ullang, angka tersebut bisa dipecah menjadi dua bagian agar lebih mudah dihitung.
Pertama, 30 dikalikan 25 sehingga menghasilkan 750. Kemudian 6 dikalikan 25 menghasilkan 150.
Kedua hasil tersebut kemudian dijumlahkan.
"750 ditambah 150 jadi 900," jelasnya.
Metode memecah angka seperti itu menjadi salah satu cara yang membuat proses berhitung terasa lebih sederhana.
Tantangan Soal Matematika di Televisi
Tidak puas hanya dengan satu contoh, para host Pagi-Pagi Ambyar kemudian memberikan sejumlah tantangan secara langsung.
Pak Subandi membacakan soal, sementara para host juga mencoba menjawab sebelum Ullang memberikan jawabannya.
Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah 105 × 5.
Tanpa ragu, Ullang langsung menjawab 525.
Jawaban tersebut kembali tepat.
Tantangan berikutnya dibuat lebih kompleks dengan melibatkan perkalian jumlah pembeli dan harga barang.
Pak Subandi memberikan ilustrasi sebanyak 570 orang yang masing-masing membeli minuman matcha dengan harga Rp7.500.
Jika jumlah pembelinya benar-benar 570 orang, maka total uang yang terkumpul adalah Rp4.275.000.
Soal tersebut menunjukkan bagaimana kemampuan berhitung cepat Ullang menjadi bagian paling menarik dalam segmen tersebut.
Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Belajar
Kisah Ullang akhirnya bukan hanya tentang kemampuan menghitung angka dalam waktu singkat.
Baca Juga: Ditegur Ayah karena Terlambat ke Ladang, Pria di Rejang Lebong Diduga Bunuh Orang Tua Kandungnya
Perjalanan hidupnya juga memperlihatkan bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya jalan bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan.
Meski hanya sempat bersekolah hingga kelas 3 SD karena keterbatasan ekonomi, Ullang tetap memiliki keinginan untuk mengasah kemampuan berhitung yang dimilikinya.
Kini, kemampuan tersebut justru membawanya menjadi perhatian publik.
Julukan "manusia kalkulator" yang diberikan warganet menjadi bukti bagaimana keahlian sederhana yang terus diasah dapat berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa.
Kisah Ullang juga menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa memiliki potensi berbeda.
Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut terus diasah dan diberi kesempatan untuk berkembang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@TRANSTVofficial