RADARBONAG.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan perdana dengan lebih dari 150 periset unggulan dari berbagai institusi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pemerintah dan kalangan akademisi dalam memperkuat riset, inovasi, serta pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau sumber daya alam, tetapi juga kualitas pendidikan dan kemampuan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat pembangunan ekosistem riset nasional yang mampu bersaing di tingkat global demi mewujudkan target Indonesia Emas 2045.
Riset dan Pendidikan Disebut sebagai Investasi Masa Depan Bangsa
Dialog yang berlangsung di Istana Kepresidenan menjadi wadah bagi para peneliti untuk mendengarkan langsung arahan Presiden mengenai kebijakan riset, inovasi, dan pendidikan nasional ke depan.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu menghasilkan inovasi di berbagai sektor strategis.
Pemerintah pun menilai investasi pada pendidikan dan riset bukan sekadar pengeluaran anggaran, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Indonesia pada masa mendatang.
Melalui unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, ditegaskan bahwa penguatan pendidikan dan riset menjadi salah satu langkah utama menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Karena itu, investasi pada pendidikan dan riset harus terus diperkuat sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045," tulis keterangan tersebut.
Prabowo Tinjau Berbagai Inovasi Karya Anak Bangsa
Sebelum memulai sesi dialog bersama para peneliti, Presiden terlebih dahulu mengunjungi pameran hasil riset yang menampilkan beragam inovasi strategis karya anak bangsa.
Berbagai teknologi yang dipamerkan mencerminkan fokus pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, mulai dari infrastruktur hingga ketahanan energi.
Beberapa inovasi yang mendapat perhatian antara lain:
- Teknologi pendukung pembangunan Giant Sea Wall atau benteng laut raksasa.
- Kesiapan teknologi nuklir sebagai bagian dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
- Inovasi tabung Compressed Natural Gas (CNG) yang diproyeksikan menjadi alternatif LPG dengan efisiensi yang lebih baik.
Selain itu, dipamerkan pula teknologi FoodGuard yang dirancang untuk mendukung keamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berbagai hasil riset lain juga mencakup sektor ketahanan pangan, pengelolaan sampah, kemandirian energi, industri pertahanan, hingga teknologi yang mendukung program pembangunan tiga juta rumah.
Sepatu Lokal Hasil Riset BRIN Curi Perhatian
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kunjungan tersebut adalah ketika Presiden Prabowo memesan sepatu sekolah berbahan dasar karet lokal hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Produk tersebut dikembangkan menggunakan material dalam negeri dan dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau, yakni di bawah Rp80 ribu per pasang.
Langkah Presiden memesan langsung produk hasil penelitian nasional dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan masyarakat luas.
Dalam keterangan yang diunggah Sekretariat Kabinet, momen tersebut disebut sebagai simbol apresiasi pemerintah terhadap inovasi anak bangsa.
"Momen sederhana ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata terhadap hasil riset dan inovasi anak bangsa agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat."
Pemerintah Dorong Hilirisasi Hasil Penelitian
Pertemuan antara Presiden dan para peneliti juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, serta dunia industri.
Selama ini, salah satu tantangan utama pengembangan riset di Indonesia adalah proses hilirisasi atau penerapan hasil penelitian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata.
Dengan mempertemukan para peneliti secara langsung bersama Presiden, pemerintah berharap berbagai inovasi strategis dapat memperoleh dukungan kebijakan sekaligus percepatan implementasi.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset yang lebih kuat, meningkatkan daya saing nasional, serta mempercepat lahirnya teknologi karya anak bangsa yang mampu bersaing di pasar global.
Melalui penguatan investasi pada pendidikan, penelitian, dan inovasi, pemerintah optimistis target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan dukungan sumber daya manusia yang unggul dan teknologi yang mandiri.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : instagram.com/sekretariat.kabinet