RADARBONAG.ID – Menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai mematangkan berbagai strategi pengelolaan lalu lintas.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman di tengah potensi lonjakan volume kendaraan di sejumlah ruas tol utama.
Koordinasi yang dilakukan kedua pihak tidak hanya membahas rekayasa arus kendaraan saat musim liburan, tetapi juga mencakup penanganan truk Over Dimension Over Loading (ODOL), optimalisasi teknologi pemantauan jalan tol, hingga kesiapan infrastruktur baru yang akan mendukung kelancaran perjalanan.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan ke Destinasi Wisata
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Wibowo, mengatakan momen libur panjang selalu diikuti peningkatan signifikan jumlah kendaraan, terutama menuju kawasan wisata dan jalur penghubung antardaerah.
Baca Juga: Viral Titik Lokasi 135 Kopdes Merah Putih Muncul di Laut, Pemerintah Jelaskan Penyebabnya
Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi hal yang sangat penting agar potensi kepadatan lalu lintas dapat diantisipasi sejak dini.
Menurutnya, pemetaan titik-titik rawan kemacetan menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan menghadapi Nataru.
Dengan perencanaan yang matang, rekayasa lalu lintas dapat diterapkan lebih cepat apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di lapangan.
Selain itu, petugas juga akan terus memantau perkembangan kondisi jalan secara real time untuk mempercepat pengambilan keputusan selama masa libur berlangsung.
Ruas Tol Baru Disiapkan Dukung Kelancaran Arus
Dalam upaya mengurangi kepadatan kendaraan, Korlantas Polri juga mendorong percepatan pengoperasian sejumlah ruas tol baru.
Beberapa ruas yang diprioritaskan berada di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain itu, akses jalan tol di Jawa Timur juga dipersiapkan untuk membantu mengurai antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Keberadaan ruas tol tambahan diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan sehingga beban lalu lintas tidak hanya terpusat di jalur-jalur utama yang selama ini menjadi titik kemacetan saat musim liburan.
Dengan bertambahnya akses tersebut, perjalanan masyarakat menuju berbagai destinasi wisata maupun pusat transportasi diharapkan menjadi lebih lancar.
Penanganan Truk ODOL Tak Hanya Lewat Penindakan
Selain fokus pada kelancaran arus kendaraan pribadi, pembahasan juga menyoroti penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Menurut Wibowo, penyelesaian persoalan ODOL tidak cukup hanya mengandalkan razia atau penindakan di jalan.
Ia menilai pendekatan dari sisi hulu juga harus diperkuat, termasuk melibatkan pemilik barang, perusahaan logistik, hingga penyedia jasa angkutan agar seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mematuhi aturan dimensi dan muatan kendaraan.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan ODOL diharapkan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas distribusi barang yang menjadi bagian penting dalam roda perekonomian nasional.
Jasa Marga Tambah Teknologi Pengawasan Jalan Tol
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan Zero ODOL melalui pemanfaatan teknologi modern di jalan tol.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah jumlah perangkat Weigh In Motion (WIM) dari dua menjadi delapan titik strategis.
Teknologi tersebut mampu mengukur beban kendaraan secara otomatis tanpa mengharuskan truk berhenti di lokasi pemeriksaan.
Tidak hanya itu, sistem WIM juga dipadukan dengan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) serta kamera pemantau untuk mendeteksi dimensi kendaraan secara lebih akurat.
Data hasil pemantauan kemudian langsung dikirim ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri sebagai dasar penindakan elektronik terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan.
Pemantauan Tol Dilakukan Secara Terintegrasi
Jasa Marga juga terus memperkuat pengawasan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC).
Pusat kendali tersebut memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas di berbagai ruas tol secara terpadu, termasuk mendeteksi gangguan yang berpotensi menyebabkan kemacetan maupun kecelakaan.
Dengan sistem pemantauan yang semakin modern, respons terhadap insiden di jalan tol diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap pengguna jalan bisa diminimalkan.
Kolaborasi antara Korlantas Polri dan Jasa Marga ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat selama periode Nataru.
Selain memastikan kelancaran arus kendaraan, koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat penegakan aturan terhadap kendaraan ODOL melalui pemanfaatan teknologi digital.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com