RADARBONAG.ID – Operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terus dilakukan setelah kebakaran melanda kapal penumpang KM Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI Angkatan Laut mengerahkan dua kapal perang serta satu pesawat patroli guna membantu penyelamatan para penumpang.
Armada yang diterjunkan terdiri dari KRI Bung Hatta-370, KRI Nala-363, dan pesawat Casa U-6206.
Ketiganya dikerahkan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan untuk mengevakuasi korban sekaligus mengamankan wilayah sekitar lokasi kejadian.
Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul laporan kebakaran kapal yang mengangkut ratusan penumpang di perairan wilayah Sumenep.
KRI Nala Evakuasi Puluhan Korban dari Kapal-Kapal Penolong
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa KRI Nala-363 berperan mengevakuasi korban yang sebelumnya telah diselamatkan oleh sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Beberapa kapal yang lebih dahulu memberikan pertolongan di antaranya KM Meratus Project 3, MV Icon Daniel, dan MT Trans Arafura.
Dari proses evakuasi tersebut, KRI Nala-363 membawa sebanyak 32 korban. Sebanyak 30 orang berhasil diselamatkan, dengan rincian 18 korban berada dalam kondisi stabil, sementara 12 lainnya memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Total 234 Korban Berhasil Dievakuasi
Hingga Senin pagi, operasi SAR gabungan berhasil mendata sebanyak 234 korban yang telah dievakuasi dari lokasi kebakaran.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 penumpang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang dilaporkan meninggal dunia.
Data tersebut masih menjadi bagian dari proses pendataan yang dilakukan tim gabungan di lapangan seiring berjalannya operasi pencarian dan evakuasi.
Seluruh korban kemudian dibawa menuju lokasi yang telah ditentukan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, serta penanganan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
KRI Nala Berlayar ke Surabaya, KRI Bung Hatta Tetap Siaga
Setelah proses evakuasi awal selesai dilakukan, KRI Nala-363 bertolak menuju Markas Komando Armada II Surabaya sekitar pukul 01.40 WIB.
Kapal perang tersebut membawa para korban untuk selanjutnya dipindahkan ke Posko Crisis Center agar memperoleh penanganan medis maupun bantuan lainnya.
Sementara itu, KRI Bung Hatta-370 tetap berada di sekitar lokasi insiden guna membantu pengamanan jalur pelayaran sekaligus mendukung kelanjutan operasi pencarian apabila masih diperlukan.
Keberadaan unsur TNI AL di lokasi diharapkan mampu mempercepat koordinasi seluruh tim penyelamat yang masih bekerja di lapangan.
Operasi SAR Libatkan Banyak Instansi
Operasi penyelamatan korban KM Mutiara Sentosa II dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi pemerintah maupun unsur swasta.
Koordinasi dipimpin oleh Kantor SAR Kelas A Surabaya bersama Koarmada II dengan melibatkan sejumlah lembaga, seperti KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP dan SROP Kalianget, Polda Jawa Timur, Polres Sumenep, Satpolairud, BPBD provinsi dan kabupaten, BMKG, Pelindo, Satpol PP, Rumah Zakat, hingga kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyelamatan ratusan penumpang.
Respons Cepat Atas Instruksi KSAL
Menurut Tunggul, pengerahan kapal perang dan pesawat patroli merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali.
Instruksi tersebut diberikan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah di laut.
Selain mengerahkan armada laut, pesawat Casa U-6206 juga disiapkan guna mendukung pemantauan udara dan mempercepat koordinasi selama operasi berlangsung.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran KM Mutiara Sentosa II masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, fokus utama pemerintah dan tim gabungan tetap diarahkan pada keselamatan seluruh korban serta penanganan pascakejadian agar proses evakuasi berjalan optimal.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com