Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024, Dua Tahun Menunggu Tanpa Kepastian hingga Mengaku Kehilangan Semangat

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:58 WIB
Sudah hampir dua tahun menunggu, bonus PON 2024 atlet Riau belum juga dibayarkan sepenuhnya. Bahkan, ada atlet yang mengaku kini takut berprestasi karena merasa hak mereka tak kunjung dipenuhi. (Kompas.com)
Sudah hampir dua tahun menunggu, bonus PON 2024 atlet Riau belum juga dibayarkan sepenuhnya. Bahkan, ada atlet yang mengaku kini takut berprestasi karena merasa hak mereka tak kunjung dipenuhi. (Kompas.com)

RADARBONAG.ID – Kekecewaan mendalam dirasakan para atlet dan pelatih di Provinsi Riau setelah bonus prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 hingga kini belum dibayarkan secara penuh.

Meski hampir dua tahun berlalu sejak ajang olahraga nasional itu berakhir, para atlet mengaku masih menunggu kepastian terkait pencairan sisa bonus yang dijanjikan pemerintah daerah.

Kondisi tersebut memunculkan keresahan di kalangan atlet.

Bahkan, sebagian dari mereka mengaku mulai kehilangan motivasi untuk berprestasi karena merasa hak yang seharusnya diterima belum juga dipenuhi.

Baca Juga: Kolaborasi Momo dan Enau Curi Perhatian, Lagu 'Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda' Angkat Kisah Cinta yang Tak Mudah

Ungkapan itu menjadi sorotan setelah sejumlah atlet menyampaikan langsung keluhan mereka kepada publik.

Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut.

Baru Sebagian Bonus yang Dibayarkan

Sejumlah atlet menyebut bonus yang diterima hingga saat ini baru sekitar 45 persen dari total yang dijanjikan.

Sisa pembayaran belum memiliki kepastian meski sebelumnya sempat disebut akan diselesaikan pada awal tahun.

Salah seorang atlet mengaku selama dua tahun terakhir mereka lebih banyak menerima janji dibandingkan kepastian pencairan bonus.

Situasi tersebut dinilai memengaruhi semangat atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Riau di ajang nasional.

Padahal, bonus prestasi merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras atlet yang telah menjalani latihan bertahun-tahun untuk meraih medali bagi daerah.

"Kami Takut Berprestasi"

Pernyataan yang paling menyita perhatian datang dari salah satu atlet yang mengaku kini merasa takut untuk kembali berprestasi.

Menurutnya, rasa bangga membela daerah mulai bercampur dengan kekhawatiran karena bonus yang dijanjikan tidak kunjung diterima secara penuh.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memberikan dampak psikologis terhadap atlet-atlet muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.

Bagi para atlet, penghargaan dalam bentuk bonus bukan sekadar soal nominal uang, melainkan bentuk apresiasi atas perjuangan panjang yang telah mereka lakukan demi mengharumkan nama daerah.

Latihan Tetap Berjalan Meski Penuh Ketidakpastian

Di tengah persoalan bonus yang belum selesai, para atlet mengaku tetap menjalani latihan secara mandiri.

Namun, mereka menyebut hingga kini belum ada program pemusatan latihan (training camp) yang dapat mendukung persiapan menuju kompetisi berikutnya.

Sebagian besar atlet masih mengandalkan pembinaan dari KONI Riau sambil menunggu kejelasan mengenai program latihan yang lebih terstruktur.

Mereka berharap persoalan bonus tidak mengganggu proses pembinaan olahraga di provinsi tersebut.

Dikhawatirkan Berdampak pada Masa Depan Olahraga Riau

Para pelatih juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menilai persoalan bonus yang tidak kunjung diselesaikan dapat berdampak pada masa depan pembinaan olahraga di Riau.

Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin sejumlah atlet memilih menerima tawaran dari daerah lain yang dinilai mampu memberikan penghargaan dan dukungan lebih baik.

Fenomena perpindahan atlet antardaerah memang bukan hal baru dalam dunia olahraga Indonesia. Faktor kesejahteraan kerap menjadi salah satu alasan utama atlet mengambil keputusan tersebut.

Karena itu, penyelesaian persoalan bonus dinilai penting agar Riau tetap mampu mempertahankan atlet-atlet berprestasinya.

Bonus Menjadi Bentuk Apresiasi atas Prestasi Atlet

Dalam berbagai ajang olahraga nasional, pemberian bonus telah menjadi bentuk penghargaan dari pemerintah daerah kepada atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali.

Selain sebagai apresiasi, bonus juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.

Banyak atlet mengorbankan waktu, tenaga, pendidikan, bahkan pekerjaan demi menjalani latihan intensif selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, kepastian mengenai hak mereka menjadi hal yang sangat penting.

Pemerintah Diharapkan Memberikan Kepastian

Hingga kini para atlet masih berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pelunasan bonus tersebut.

Mereka menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar janji baru, melainkan kepastian mengenai waktu pencairan sehingga para atlet dapat kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan.

Kepastian itu juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan atlet terhadap komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan olahraga daerah.

Baca Juga: Publik Stamford Bridge Gempar! Danny Welbeck Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Keputusan Terima Pinangan Chelsea

Menjadi Pelajaran bagi Pembinaan Olahraga

Kasus bonus PON di Riau menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berkaitan dengan latihan dan kompetisi, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap prestasi atlet.

Keberhasilan seorang atlet tidak lahir dalam waktu singkat.

Dibutuhkan proses panjang, dukungan keluarga, pelatih, organisasi olahraga, hingga pemerintah daerah.

Karena itu, penyelesaian persoalan bonus diharapkan tidak hanya memberikan keadilan bagi atlet yang telah berprestasi, tetapi juga menjadi evaluasi agar sistem penghargaan terhadap insan olahraga dapat berjalan lebih baik di masa mendatang.

Dengan demikian, semangat atlet untuk terus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional tetap terjaga.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
bonus PON Riau atlet Riau PON Aceh Sumut 2024 bonus atlet belum dibayar KONI Riau