Dituduh Lakukan Pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah Akhirnya Buka Suara dan Bongkar Fakta Ritual Makan Nasi Kuning

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:19 WIB
Merasa difitnah dengan rumor liar, selebritas Sarwendah akhirnya angkat bicara soal kunjungannya ke Gunung Kawi yang sempat menghebohkan publik! Mantan istri Ruben Onsu ini membantah keras tuduhan melakukan praktik pesugihan demi kekayaan. (Instagram: sarwendah29)
Merasa difitnah dengan rumor liar, selebritas Sarwendah akhirnya angkat bicara soal kunjungannya ke Gunung Kawi yang sempat menghebohkan publik! Mantan istri Ruben Onsu ini membantah keras tuduhan melakukan praktik pesugihan demi kekayaan. (Instagram: sarwendah29)

RADARBONANG.ID - Dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan oleh rumor mistis yang menyeret nama selebritas papan atas, Sarwendah.

Mantan istri Ruben Onsu ini akhirnya memilih untuk angkat bicara demi meluruskan berbagai spekulasi liar terkait kunjungannya ke kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur, yang terkenal sakral.

Dengan nada tegas, Sarwendah membantah keras tudingan miring yang menyebut dirinya melakukan praktik pesugihan demi kelancaran materi atau eksistensi.

Ia menegaskan bahwa keberadaannya di lokasi tersebut murni didasari oleh profesionalisme pekerjaan untuk kebutuhan pengambilan gambar konten horor.

Dalam obrolan santai namun mendalam di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Sarwendah tidak menampik bahwa dirinya memang sempat mengikuti sebuah prosesi ritual di kawasan tersebut.

Baca Juga: Fenomena 'Ojol Everytime' Makin Marak di Kalangan Gen Z, Praktis Memang, Tapi Benarkah Bisa Memicu Ketergantungan?

Kendati demikian, ia meluruskan bahwa ritual yang dimaksud sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal gaib yang negatif, melainkan bagian dari adat istiadat lokal yang harus dipatuhi sebagai bentuk penghormatan tamu kepada daerah setempat.

Fakta di Balik Ritual Makan Nasi Kuning Bersama Juru Kunci

Sarwendah menceritakan secara mendetail apa saja yang ia lakukan selama berada di kawasan yang sering disalahartikan oleh sebagian masyarakat tersebut.

Salah satu hal yang disorot publik adalah keterlibatannya dalam prosesi adat setempat.

"Ada adat setempat yang memang wajib diikuti oleh siapa saja yang berkunjung, salah satunya adalah makan nasi kuning. Prosesi itu murni bentuk ritual penghormatan saja terhadap tradisi lokal," terang Sarwendah dengan jelas.

Ia juga menggarisbawahi bahwa prosesi adat tersebut tidak hanya dijalani oleh dirinya seorang diri secara sembunyi-sembunyi.

Seluruh tim produksi, kameramen, hingga kru lapangan yang ikut dalam agenda syuting tersebut juga menjalankan hal yang sama persis sesuai dengan arahan dan bimbingan juru kunci (kuncen) setempat.

“Ritual itu adalah bentuk rasa hormat kita sebagai pendatang terhadap kearifan lokal. Semuanya ikut melakukan hal tersebut, bukan cuma aku sendirian. Seluruh tim di lapangan juga ikut demi menjaga kesopanan di tempat orang,” ungkap ibu tiga anak ini.

Klarifikasi Juru Kawi yang Kalah Ramai dari Isu Liar

Lebih lanjut, Sarwendah menambahkan bahwa juru kunci setempat sejatinya telah memberikan pernyataan dan klarifikasi resmi lewat media sosial sejak awal isu ini berembus.

Sang juru kunci menegaskan dengan sangat jelas bahwa tidak ada praktik pesugihan atau perjanjian mistis apa pun yang dilakukan Sarwendah selama proses syuting berlangsung.

Namun, Sarwendah sangat menyayangkan sikap netizen dan publik yang dinilai tebang pilih dalam menyerap informasi.

Klarifikasi resmi dari pihak yang berwenang di lokasi justru kurang mendapat perhatian, kalah jauh dibanding isu liar dan gosip mistis yang terlanjur viral di media sosial.

“Juru kunci di sana sebenarnya sudah membuat video klarifikasi untuk menegaskan kalau tidak ada praktik pesugihan sama sekali selama proses syuting. Tapi sepertinya klarifikasi yang berisi fakta seperti itu kurang menarik perhatian publik. Kalau cerita mistis yang aneh-aneh memang sering kali kalah ramai penontonnya,” tutur Sarwendah dengan nada sedikit kecewa.

Baca Juga: Warung Lokal vs Aplikasi Ojol, Siapa yang Paling Untung? Ternyata Jawabannya Tidak Sesederhana yang Banyak Orang Kira

Proyek Konten Masa Pandemi yang Baru Viral

Untuk memperjelas garis waktu kejadian, Sarwendah menceritakan bahwa proses syuting program horor tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, yakni di masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Program tersebut merupakan konten digital berbayar berseri, di mana para penonton harus membeli tiket secara online terlebih dahulu jika ingin menyaksikannya secara penuh.

Menutup perbincangannya, penyanyi bersuara merdu ini berkali-kali mengingatkan masyarakat luas agar menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas dan tidak mudah percaya pada spekulasi mistis yang tidak memiliki dasar bukti konkret.

“Kedatangan saya dan tim ke Gunung Kawi murni untuk kebutuhan kerja mencari nafkah dan syuting konten horor, sama sekali bukan untuk meminta pesugihan. Kabar burung yang beredar di luar sana sama sekali tidak benar. Nggak ada pesugihan, 1.000 persen tidak ada!” pungkas Sarwendah mengakhiri klarifikasinya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
sarwendah gunung kawi isu pesugihan sarwendah klarifikasi denny sumargo ritual nasi kuning gunung kawi konten horor sarwendah