Misteri Kematian Pangeran Arab Saudi Terpecahkan, Koroner Sebut Campuran Alkohol dan Narkoba Picu Henti Jantung

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:19 WIB
Misteri kematian seorang pangeran Arab Saudi di hotel mewah London akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan koroner menyebut campuran alkohol dan beberapa jenis narkoba memicu henti jantung. (daily-life.id)
Misteri kematian seorang pangeran Arab Saudi di hotel mewah London akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan koroner menyebut campuran alkohol dan beberapa jenis narkoba memicu henti jantung. (daily-life.id) 

RADARBONAG.ID – Misteri kematian Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud akhirnya mulai terungkap.

Hasil penyelidikan koroner di Inggris menyimpulkan bahwa pria berusia 29 tahun itu meninggal akibat henti jantung yang dipicu oleh kombinasi alkohol, narkoba, dan sejumlah obat penenang yang ditemukan di dalam tubuhnya.

Kasus ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.

Selain itu, hasil autopsi mengungkap fakta bahwa sebelum meninggal, Abdullah memiliki riwayat penyalahgunaan zat adiktif dan sempat menjalani rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungannya.

Baca Juga: Ikut Tren agar Dianggap Gaul atau Tetap Pegang Prinsip? Dilema Remaja yang Diam-Diam Mengganggu Kesehatan Mental

Ditemukan Tak Bernyawa di Hotel Mewah London

Peristiwa ini terjadi di London Marriott Hotel Kensington, Inggris.

Abdullah diketahui menginap di hotel tersebut sejak 19 November 2025 untuk kunjungan yang direncanakan berlangsung selama sepekan.

Pada 25 November 2025, petugas kebersihan menemukan sang pangeran dalam kondisi tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi hotel.

Tim medis segera dipanggil ke lokasi dan sempat melakukan upaya penyelamatan, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Hasil Toksikologi Ungkap Campuran Zat Berbahaya

Dalam persidangan koroner di London Barat, hasil pemeriksaan toksikologi mengungkap bahwa tubuh Abdullah mengandung berbagai zat yang berpotensi mematikan.

Kadar alkohol dalam darahnya tercatat sekitar 222 mg per 100 ml darah, hampir tiga kali lipat dari batas legal mengemudi di Inggris.

Selain alkohol, pemeriksaan juga menemukan gamma-hydroxybutyrate (GHB) atau yang dikenal sebagai party drug, ganja, serta obat antikecemasan seperti Xanax (alprazolam) dan beberapa obat penenang lainnya.

Kombinasi berbagai zat tersebut dinilai memicu henti jantung yang menyebabkan kematiannya.

Sempat Jalani Rehabilitasi Sebelum Meninggal

Persidangan juga mengungkap bahwa Abdullah sebelumnya memiliki riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

Beberapa bulan sebelum meninggal, ia sempat menjalani program detoksifikasi di Priory Clinic, London, untuk mengatasi ketergantungan terhadap alkohol, benzodiazepin, dan pregabalin.

Setelah menyelesaikan perawatan, kondisinya disebut membaik dan tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki niat untuk mengakhiri hidup.

Namun, Abdullah kemudian tidak lagi mengikuti sesi konsultasi lanjutan yang sebelumnya telah dijadwalkan oleh tim medis.

Koroner Pastikan Bukan Bunuh Diri

Koroner yang menangani kasus tersebut menegaskan tidak ditemukan bukti adanya unsur bunuh diri maupun keterlibatan pihak lain.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan Abdullah kembali ke hotel seorang diri pada malam sebelum ditemukan meninggal.

Pemeriksaan di lokasi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun aktivitas mencurigakan.

Atas dasar itu, penyebab kematian dicatat sebagai misadventure, yaitu kematian yang terjadi akibat tindakan berisiko yang tidak disengaja, dalam hal ini karena mengonsumsi kombinasi alkohol dan berbagai zat terlarang.

Siapa Abdullah bin Fahad?

Abdullah bin Fahad merupakan anggota Wangsa Al Saud dari cabang Al Jalawi yang memiliki hubungan dengan keluarga pendiri Kerajaan Arab Saudi.

Meski menyandang gelar pangeran, ia tidak diketahui memegang jabatan resmi di pemerintahan maupun memiliki peran politik yang menonjol.

Sejumlah media menyebut Abdullah dikenal sebagai sosok yang tertutup dan kerap melakukan kegiatan sosial tanpa banyak publikasi.

Risiko Fatal Campuran Alkohol dan Narkoba

Kasus ini kembali menjadi pengingat mengenai bahaya mencampurkan alkohol dengan obat penenang maupun narkoba.

Baca Juga: Sidang Kasus Chromebook Disorot, Tim Kuasa Hukum Nadiem Makarim Sampaikan Dugaan Pelanggaran Etik ke KY

Menurut para ahli, kombinasi alkohol dengan zat seperti GHB dan benzodiazepin dapat menekan fungsi sistem saraf pusat, memperlambat pernapasan, menurunkan denyut jantung, hingga menyebabkan kehilangan kesadaran.

Dalam kondisi tertentu, kombinasi tersebut dapat memicu henti jantung atau gagal napas yang berujung pada kematian apabila tidak segera mendapat pertolongan medis.

Hingga kini, hasil penyelidikan koroner menyimpulkan bahwa tidak terdapat unsur tindak pidana dalam kematian Abdullah bin Fahad.

Kasus tersebut resmi ditutup sebagai kematian tidak disengaja akibat konsumsi campuran alkohol dan berbagai zat yang berisiko tinggi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.com
Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad hotel London henti jantung narkoba