Diduga Anggota TNI Babak Belur Usai Diteriaki Maling Saat COD Mobil di Medan, Polisi dan Denpom Selidiki Kasus

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:22 WIB
Transaksi jual beli mobil dengan sistem COD di Medan berakhir ricuh. Dua pria yang diduga anggota TNI menjadi korban pengeroyokan setelah diteriaki maling. Polisi dan Denpom kini masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. (Sumber Foto: Pinterest)
Transaksi jual beli mobil dengan sistem COD di Medan berakhir ricuh. Dua pria yang diduga anggota TNI menjadi korban pengeroyokan setelah diteriaki maling. Polisi dan Denpom kini masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. (Sumber Foto: Pinterest) 

RADARBONAG.ID – Sebuah transaksi jual beli mobil dengan sistem cash on delivery (COD) di kawasan Jalan Asrama, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, berakhir ricuh.

Dua pria yang diduga merupakan anggota TNI menjadi korban pengeroyokan massa setelah diteriaki maling oleh seseorang di lokasi pertemuan.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/7) malam itu kini menjadi perhatian aparat kepolisian dan TNI.

Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan, sementara kedua korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat aksi pengeroyokan.

Baca Juga: Ancaman PHK di Sejumlah Perusahaan Disorot, Menaker Tegaskan Pemerintah Cari Solusi agar Buruh Tak Kehilangan Pekerjaan

Berawal dari Janji Bertemu untuk Transaksi Mobil

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pria tersebut datang ke lokasi setelah sebelumnya berkomunikasi dengan seseorang yang disebut sebagai calon pembeli mobil.

Pertemuan itu direncanakan sebagai bagian dari proses transaksi kendaraan menggunakan metode cash on delivery (COD), di mana penjual dan pembeli bertemu langsung untuk melakukan pengecekan kendaraan sekaligus menyelesaikan proses jual beli.

Namun, situasi yang semula diperkirakan berjalan normal justru berubah drastis sesaat setelah kedua pria tiba di lokasi yang telah disepakati.

Teriakan "Maling" Picu Amarah Warga

Setibanya di lokasi, kedua pria itu tiba-tiba diteriaki "maling" oleh seseorang. Teriakan tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar.

Sejumlah warga yang berada di lokasi kemudian berdatangan dan diduga mengira telah terjadi tindak kejahatan. 

Tanpa mengetahui secara pasti duduk perkara yang sebenarnya, massa disebut langsung melakukan aksi pengeroyokan terhadap kedua pria tersebut.

Insiden itu berlangsung dalam waktu singkat dan menyebabkan kedua korban mengalami luka akibat pukulan dari sejumlah orang.

Salah Seorang Korban Mengalami Luka Serius

Akibat aksi pengeroyokan tersebut, salah seorang korban yang disebut berambut cepak dan bertubuh gempal mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh.

Korban juga dilaporkan mengalami pendarahan akibat menerima pukulan bertubi-tubi dari massa yang berada di lokasi kejadian.

Belum diketahui secara pasti kondisi terkini korban lainnya, namun keduanya disebut sama-sama menjadi sasaran amukan warga setelah muncul teriakan yang memicu kepanikan.

Polisi Benarkan Laporan Dugaan Penganiayaan

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Menurutnya, kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.

"Kami sudah menerima laporan, dan informasi yang kami dapatkan korban masih dirawat di Rumah Sakit Putri Hijau," ujar Nelson.

Penyelidikan juga dilakukan guna memastikan siapa saja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Denpom Turut Tangani Dugaan Korban Anggota TNI

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan karena muncul dugaan bahwa kedua korban merupakan anggota TNI.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, mengatakan penanganan perkara juga melibatkan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/5 Medan.

Menurutnya, pihak Denpom kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut.

"Kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Denpom 1/5 Medan," katanya.

Polisi Masih Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

Hingga kini, aparat kepolisian belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status kendaraan yang hendak diperjualbelikan dalam transaksi tersebut.

Polisi juga belum mengonfirmasi apakah mobil tersebut telah diamankan sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan.

Selain itu, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai calon pembeli maupun saksi mata yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.

Seluruh informasi tersebut masih didalami untuk mengetahui secara utuh penyebab munculnya teriakan "maling" yang kemudian memicu aksi pengeroyokan.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Mulai Uji Coba Salurkan Bansos Akhir Agustus 2026, Sebanyak 900 Titik Jadi Percontohan

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian bersama Denpom 1/5 Medan.

Aparat berupaya mengungkap kronologi sebenarnya, termasuk memastikan apakah terdapat unsur kesalahpahaman, dugaan tindak pidana lain, atau faktor lain yang menyebabkan kedua pria tersebut menjadi sasaran amukan massa.

Hingga proses penyelidikan selesai, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka maupun kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden tersebut.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
COD mobil Medan anggota TNI dikeroyok Medan Helvetia pengeroyokan massa Denpom Medan