Usai Pertemuan Tertutup dengan Trump, Netanyahu Desak Penghentian Program Nuklir Iran dan Singgung Ancaman Serangan Balasan

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:14 WIB
Pertemuan tertutup Donald Trump dan Benjamin Netanyahu kembali menyoroti isu nuklir Iran. Israel menegaskan program nuklir Teheran harus dihentikan, sementara peluang penyelesaian tanpa konflik militer masih terbuka. (Sumber Foto: Instagram/@b.netanyahu)
Pertemuan tertutup Donald Trump dan Benjamin Netanyahu kembali menyoroti isu nuklir Iran. Israel menegaskan program nuklir Teheran harus dihentikan, sementara peluang penyelesaian tanpa konflik militer masih terbuka. (Sumber Foto: Instagram/@b.netanyahu) 

RADARBONAG.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan sikap negaranya terhadap program nuklir Iran setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu disebut berjalan positif dan produktif, dengan fokus utama membahas keamanan kawasan serta langkah menghadapi Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan hubungan antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat.

Meski masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi, Netanyahu menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir.

Baca Juga: Ikut Tren agar Dianggap Gaul atau Tetap Pegang Prinsip? Dilema Remaja yang Diam-Diam Mengganggu Kesehatan Mental

Pertemuan Netanyahu dan Trump Disebut Berlangsung Positif

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa pembicaraan antara Netanyahu dan Trump berlangsung dalam suasana yang konstruktif.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat.

Dalam unggahan melalui media sosial, Netanyahu menyebut dirinya tengah berada di Gedung Putih untuk bertemu Presiden Donald Trump.

Ia menggambarkan jalannya diskusi sebagai pertemuan yang sangat baik dan menghasilkan pembahasan yang mendalam mengenai berbagai isu strategis.

Menurut Netanyahu, pembicaraan itu tidak hanya membahas hubungan bilateral antara Israel dan Amerika Serikat, tetapi juga menyangkut stabilitas kawasan Timur Tengah yang belakangan kembali memanas.

Fokus Utama: Mencegah Iran Memiliki Senjata Nuklir

Netanyahu menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Ia mengatakan kedua negara memiliki pemahaman yang sejalan mengenai pentingnya menghentikan setiap upaya yang berpotensi mengarah pada pengembangan senjata nuklir oleh Teheran.

Selain membahas isu tersebut, kedua pemimpin juga dikabarkan menyinggung sejumlah agenda keamanan lain yang berkaitan dengan situasi geopolitik di kawasan.

Pernyataan Netanyahu memperlihatkan bahwa isu nuklir Iran masih menjadi salah satu prioritas utama dalam hubungan strategis antara Israel dan Amerika Serikat.

Israel Serahkan Langkah Selanjutnya kepada Trump

Seorang pejabat Israel yang mengetahui isi pembicaraan mengungkapkan bahwa Netanyahu juga membahas kemungkinan respons apabila Iran kembali melakukan serangan terhadap Israel.

Menurut sumber tersebut, Israel siap melakukan serangan balasan bila diperlukan.

Namun, keputusan mengenai langkah lanjutan terhadap Iran sebagian besar akan bergantung pada kebijakan yang diambil Presiden Donald Trump.

Netanyahu sendiri mengakui bahwa peran Trump sangat menentukan dalam perkembangan situasi selanjutnya.

Ia berharap penyelesaian terhadap persoalan nuklir Iran dapat dilakukan tanpa harus kembali memicu konflik militer berskala besar.

Menurutnya, apabila tujuan tersebut bisa dicapai melalui pendekatan yang tidak melibatkan pertempuran intensif, maka hal itu akan menjadi hasil yang jauh lebih baik bagi semua pihak.

Netanyahu Tetap Tegas Soal Program Nuklir Iran

Meski membuka peluang penyelesaian secara damai, Netanyahu menegaskan bahwa ada satu hal yang tidak bisa ditawar, yakni penghentian program nuklir Iran.

Ia menilai Iran harus mengakhiri program tersebut dengan cara apa pun demi menjaga stabilitas kawasan dan mencegah meningkatnya ancaman keamanan internasional.

Pernyataan itu kembali memperlihatkan konsistensi sikap pemerintah Israel yang selama bertahun-tahun menolak keras pengembangan program nuklir Iran karena dianggap berpotensi mengancam keamanan negaranya.

Trump Sempat Soroti Rencana Netanyahu Sebelum Pertemuan

Menariknya, sebelum pertemuan berlangsung, Presiden Donald Trump sempat menunjukkan sikap yang dinilai kurang sejalan dengan Netanyahu.

Trump menyoroti laporan mengenai rencana Netanyahu yang disebut ingin membahas informasi intelijen terkait aktivitas Iran di kawasan Gunung Pickaxe.

Lokasi tersebut selama ini disebut-sebut sebagai salah satu area yang diduga berkaitan dengan fasilitas nuklir Iran.

Meski demikian, perbedaan pandangan tersebut tidak menghalangi berlangsungnya pertemuan tertutup antara kedua pemimpin.

Diskusi tetap berjalan selama sekitar satu setengah jam dengan melibatkan para pejabat senior dari kedua negara.

Baca Juga: Jarang Chat tapi Tetap Dekat, Ini Alasan Low-Maintenance Friendship Jadi Pertemanan Paling Bertahan di Usia 20-an

Dunia Menanti Langkah Berikutnya

Hasil pertemuan Trump dan Netanyahu kini menjadi perhatian komunitas internasional.

Sejumlah negara terus memantau apakah Amerika Serikat akan memilih jalur diplomasi atau mengambil langkah yang lebih tegas terhadap Iran.

Di sisi lain, Israel menegaskan akan tetap mempertahankan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya.

Dengan situasi yang masih dinamis, keputusan yang akan diambil Washington diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu ke depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
program nuklir Iran Netanyahu Israel Iran pertemuan Trump Netanyahu donald trump