RADARBONAG.ID – Penyelidikan atas meninggalnya Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, terus bergulir.
Di tengah proses tersebut, muncul keterangan dari petugas keamanan RS Muhammadiyah Taman Puring yang menjadi salah satu saksi saat korban pertama kali tiba di rumah sakit.
Keterangan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi Sutrimo sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh informasi yang muncul masih merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban.
Baca Juga: Tips Retouch Wajah Natural di Photoshop, Hasil Lebih Bersih Tanpa Terlihat Berlebihan
Sekuriti Sebut Korban Tiba dalam Kondisi Sudah Meninggal
Petugas keamanan RS Muhammadiyah Taman Puring bernama Okhi mengungkapkan bahwa Sutrimo dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis (23/7) malam menggunakan ambulans yang dipesan melalui layanan daring.
Menurutnya, saat ambulans tiba di rumah sakit, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Okhi menjelaskan, tubuh Sutrimo telah dibungkus menggunakan kain berwarna biru bermotif bunga sehingga kondisi fisik korban tidak terlihat secara utuh ketika diturunkan dari ambulans.
Ia memperkirakan ambulans tiba sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB.
Kedatangan korban ke rumah sakit disebut bukan untuk mendapatkan penanganan medis darurat, melainkan untuk mengurus administrasi penerbitan surat kematian dan proses pemulasaraan jenazah.
Bagian Dada dan Leher Korban Disebut Basah
Menanggapi kabar yang sempat beredar mengenai kondisi mulut korban, Okhi mengaku tidak dapat memastikan informasi tersebut.
Menurutnya, seluruh tubuh korban sudah tertutup kain sehingga ia tidak dapat melihat secara langsung kondisi wajah maupun bagian mulut.
Namun, ia mengaku sempat memperhatikan adanya kondisi basah pada area dada hingga leher korban ketika jenazah diterima di rumah sakit.
Meski demikian, Okhi menegaskan dirinya tidak mengetahui penyebab kondisi tersebut karena tugasnya hanya menerima kedatangan ambulans sebelum korban diserahkan kepada tim medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah Diantar Ambulans Online
Selain menjelaskan kondisi korban, Okhi juga menceritakan proses kedatangan jenazah ke rumah sakit.
Ia mengatakan, pada awalnya hanya ada dua orang sopir ambulans yang mengantar korban.
Beberapa saat kemudian, dua orang lainnya datang menyusul dan mengambil alih seluruh proses administrasi, termasuk pengurusan dokumen hingga proses pemandian jenazah.
Okhi mengaku tidak mengetahui identitas maupun hubungan kedua orang tersebut dengan korban.
Selama berada di rumah sakit, seluruh proses administrasi ditangani oleh mereka hingga selesai.
Polisi Periksa Saksi dan Rekaman CCTV
Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih terus mengusut penyebab meninggalnya Sutrimo.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta saksi lain yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian.
Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di RS Muhammadiyah Taman Puring guna melengkapi kronologi peristiwa sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Penyidik turut menelusuri riwayat pemesanan ambulans untuk mengetahui alur perjalanan korban hingga tiba di rumah sakit.
Olah TKP Dilakukan di Klinik Kebayoran Baru
Tak hanya mengumpulkan keterangan para saksi, penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Lokasi tersebut diduga menjadi tempat awal Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dibawa menggunakan ambulans.
Saat olah TKP berlangsung, sejumlah personel kepolisian berpakaian sipil tampak memeriksa area dalam maupun luar klinik untuk mencari barang bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.
Di lokasi juga terlihat kendaraan operasional Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri, yang turut dilibatkan dalam proses identifikasi dan pengumpulan bukti.
Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa hingga kini penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya Sutrimo.
Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai prosedur hukum agar fakta yang diperoleh benar-benar lengkap sebelum disampaikan kepada publik.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun menarik kesimpulan sendiri terkait kasus tersebut.
Budi menegaskan bahwa setiap perkembangan penyelidikan akan diumumkan secara resmi setelah seluruh bukti, hasil pemeriksaan saksi, serta temuan penyidik dianalisis secara menyeluruh.
Dengan demikian, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com