Norwegia Resmi Siapkan Pengaduan ke FIFA, Dugaan Campur Tangan Donald Trump dalam Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:09 WIB
Kontroversi Piala Dunia 2026 belum mereda. Federasi Sepak Bola Norwegia bersiap melaporkan FIFA ke Komite Etik setelah muncul dugaan campur tangan Donald Trump dalam keputusan terkait Folarin Balogun. Apa yang sebenarnya terjadi? (Sumber foto: Instagram (erling & realdonaldtrump))
Kontroversi Piala Dunia 2026 belum mereda. Federasi Sepak Bola Norwegia bersiap melaporkan FIFA ke Komite Etik setelah muncul dugaan campur tangan Donald Trump dalam keputusan terkait Folarin Balogun. Apa yang sebenarnya terjadi? (Sumber foto: Instagram (erling & realdonaldtrump))

RADARBONAG.ID – Kontroversi yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kembali memanas. Federasi Sepak Bola Norwegia memastikan akan mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA terkait dugaan campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, yang menilai kasus ini bukan sekadar persoalan disiplin pemain, melainkan menyangkut integritas dan independensi FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia.

Menurut Klaveness, apabila keputusan olahraga dapat dipengaruhi oleh kepentingan politik, maka kredibilitas FIFA sebagai organisasi independen akan dipertanyakan.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Garuda Pertiwi Permalukan Laos 5-0 dan Sukses Pertahankan Gelar

Norwegia Nilai Kasus Balogun Sangat Serius

Lise Klaveness mengungkapkan bahwa federasi yang dipimpinnya akan membawa persoalan tersebut ke rapat dewan sebelum secara resmi mengajukan pengaduan kepada Komite Etik FIFA.

Bagi Norwegia, polemik yang terjadi dalam kasus Folarin Balogun telah melampaui persoalan teknis di lapangan.

Kasus ini dinilai menyangkut prinsip dasar tata kelola organisasi sepak bola internasional yang seharusnya bebas dari intervensi pihak mana pun.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Norwegia juga pernah melayangkan kritik kepada FIFA terkait pemberian FIFA Peace Prize kepada Donald Trump pada Desember tahun lalu.

Kini, federasi tersebut kembali mengambil langkah resmi karena menilai keputusan FIFA dalam kasus Balogun berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap proses disiplin yang berlaku.

Klaveness bahkan meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kekeliruan.

Awal Mula Kontroversi Folarin Balogun

Polemik bermula ketika Folarin Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, pemain yang menerima kartu merah seharusnya menjalani hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya.

Namun, FIFA memutuskan untuk menangguhkan sanksi tersebut selama 12 bulan.

Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar.

Langkah FIFA tersebut langsung memicu kritik dari berbagai pihak.

Federasi Sepak Bola Belgia serta UEFA mempertanyakan dasar pengambilan keputusan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan mekanisme disiplin yang selama ini diterapkan.

Meski mendapat tekanan dari sejumlah federasi dan organisasi sepak bola Eropa, FIFA tetap mempertahankan keputusannya.

Pengakuan Donald Trump Tambah Polemik

Kontroversi semakin membesar setelah Donald Trump mengaku telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kasus Balogun.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan bahwa terdapat pengaruh dari pihak luar terhadap keputusan yang diambil FIFA.

Meski belum ada bukti resmi yang menunjukkan adanya intervensi politik secara langsung, pengakuan Trump memicu perdebatan mengenai batas hubungan antara pemimpin negara dan organisasi olahraga internasional.

Bagi Norwegia, situasi tersebut cukup untuk menimbulkan kekhawatiran sehingga perlu diperiksa melalui mekanisme etik FIFA.

Lise Klaveness: Jangan Bengkokkan Aturan

Dalam wawancara dengan The Times, Lise Klaveness menyampaikan kritik keras terhadap cara FIFA menangani kasus tersebut.

Menurutnya, mengubah atau melonggarkan aturan demi kepentingan tertentu dapat menjadi preseden buruk bagi masa depan sepak bola.

Ia menegaskan bahwa ketika aturan mulai dibengkokkan, maka seluruh fondasi integritas olahraga ikut terancam.

Klaveness juga menilai keputusan mengenai Balogun tidak melalui proses yang semestinya.

Menurutnya, sangat penting bagi FIFA untuk menjelaskan secara terbuka bagaimana keputusan tersebut bisa diambil.

Ia menyebut banyak pihak meyakini adanya pengaruh dari luar organisasi yang ikut memengaruhi hasil akhir keputusan.

Karena itu, ia mendesak Gianni Infantino agar mengakui apabila memang telah terjadi kesalahan dalam proses pengambilan keputusan.

Norwegia Desak Tata Kelola FIFA Diperbaiki

Selain meminta evaluasi terhadap kasus Balogun, Klaveness juga menyoroti mekanisme pengambilan keputusan di tubuh FIFA.

Ia menilai keputusan penting yang berpotensi menimbulkan kontroversi tidak boleh hanya bergantung pada satu pihak atau dipengaruhi suara yang memiliki kekuasaan besar.

Menurutnya, semakin besar dampak sebuah keputusan, semakin banyak pula pihak independen yang harus dilibatkan dalam proses pembahasannya.

Dengan demikian, potensi intervensi politik maupun kepentingan di luar sepak bola dapat diminimalkan.

Klaveness berharap kasus ini menjadi momentum bagi federasi-federasi anggota FIFA untuk berani menyampaikan kritik tanpa rasa takut apabila menemukan dugaan pelanggaran terhadap prinsip tata kelola yang baik.

Ia memastikan persoalan tersebut akan dibahas secara resmi dalam rapat dewan Federasi Sepak Bola Norwegia sebelum pengaduan diajukan ke Komite Etik FIFA.

Baca Juga: Persebaya Andalkan CMJ Test Berbasis Teknologi untuk Pantau Kebugaran Pemain, Persiapan Menuju Piala Presiden 2026 Makin Matang

FIFA Belum Berikan Tanggapan Resmi

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pengaduan yang akan diajukan Norwegia maupun tudingan adanya campur tangan politik dalam kasus Folarin Balogun.

Belum diketahui pula apakah Komite Etik FIFA akan membuka penyelidikan setelah menerima laporan tersebut apabila benar-benar diajukan.

Kasus ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian dunia sepak bola internasional karena menyangkut independensi organisasi, penerapan aturan disiplin, serta hubungan antara FIFA dan tokoh politik.

Apabila pengaduan Norwegia diproses lebih lanjut, hasilnya berpotensi menjadi salah satu kasus etik paling penting dalam sejarah modern FIFA sekaligus menjadi ujian terhadap komitmen organisasi tersebut dalam menjaga integritas dan independensi pengambilan keputusan di level internasional.

 
 
Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : sportbible.com
Gianni Infantino Folarin Balogun Federasi Sepak Bola Norwegia donald trump fifa