Pramono Anung Bisik ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Tidak Pernah Jadi Besar, Singgung Pengalaman PDIP dan PKB

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:35 WIB
Pramono Anung dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), saat menghadiri undangan pelantikan dewan DPC di taman Fatahilla (Sumber Foto: Instagram/@dpp_pbk)
Pramono Anung dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), saat menghadiri undangan pelantikan dewan DPC di taman Fatahilla (Sumber Foto: Instagram/@dpp_pbk)

RADARBONANG.ID – Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan pernyataan menarik saat menghadiri pelantikan serentak Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (22/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa menurut pengamatannya, tokoh politik yang meninggalkan partai asalnya tidak pernah benar-benar menjadi besar.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan jajaran pengurus PKB dan juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Ucapan Pramono pun langsung menjadi sorotan karena dinilai mengandung pesan tentang pentingnya loyalitas terhadap partai politik.

Baca Juga: Kabar Terbaru Cedera William Saliba, Tak Perlu Operasi namun Arsenal Tetap Kehilangan Bek Andalannya dalam Waktu Lama

Pramono Mengaku Sempat Berbisik kepada Cak Imin

Dalam sambutannya, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang singkat dengan Cak Imin sebelum acara dimulai.

Ia mengaku menyampaikan sebuah pesan yang menurutnya berangkat dari pengalaman politik yang telah ia amati selama bertahun-tahun.

"Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal nggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar,'" ujar Pramono.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari apresiasinya terhadap soliditas PKB yang dinilainya tetap mampu berkembang hingga saat ini.

Puji Kepemimpinan Muhaimin Iskandar

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Muhaimin Iskandar di tubuh PKB.

Menurutnya, Cak Imin berhasil menjaga konsistensi partai dan membawa PKB berkembang menjadi salah satu kekuatan politik nasional yang diperhitungkan.

Pramono menilai perjalanan politik PKB menunjukkan bahwa kekompakan dan loyalitas kader menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga eksistensi partai.

Singgung Pengalaman di PDIP dan PKB

Meski tidak menyebut nama tokoh tertentu, Pramono mengatakan fenomena kader yang meninggalkan partai pernah terjadi di berbagai partai politik, termasuk di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maupun PKB.

Menurutnya, pengalaman tersebut justru membuat partai semakin solid dan memperkuat organisasi.

"Di PDI-Perjuangan ada, dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh," ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa dinamika internal merupakan hal yang biasa dalam kehidupan partai politik, namun loyalitas kader tetap menjadi aspek yang penting.

Tidak Menyebut Tokoh yang Dimaksud

Meski menyampaikan pernyataan yang cukup tegas, Pramono tidak mengungkapkan siapa sosok yang dimaksud sebagai contoh orang yang meninggalkan partai politik.

Ia hanya menyampaikan pandangan secara umum berdasarkan pengalaman yang pernah ia lihat selama berkiprah di dunia politik.

Karena itu, pernyataannya pun memunculkan beragam tafsir dari kalangan pengamat maupun masyarakat.

Pelantikan DPC PKB Digelar di Kota Tua

Kehadiran Pramono Anung dalam acara tersebut merupakan bagian dari agenda pelantikan serentak Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.

Lokasi pelantikan dipilih di kawasan Alun-alun Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, yang memiliki nilai historis.

Menurut panitia, kawasan tersebut dipilih karena menjadi salah satu lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram saat melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia.

Loyalitas Dinilai Menjadi Kunci Kekuatan Partai

Pernyataan Pramono Anung kembali mengingatkan bahwa loyalitas terhadap partai masih menjadi salah satu nilai yang dijunjung tinggi dalam politik Indonesia.

Baca Juga: Prancis Resmi Setujui Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun, Akun Baru Diblokir Mulai September

Di tengah dinamika politik yang terus berubah, perpindahan kader dari satu partai ke partai lain memang kerap menjadi perhatian publik.

Meski demikian, setiap tokoh politik memiliki pertimbangan dan perjalanan politik yang berbeda-beda dalam menentukan langkah kariernya.

Sementara itu, pidato Pramono dalam acara pelantikan DPC PKB tersebut menegaskan pandangannya bahwa menjaga komitmen terhadap partai dapat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi politik.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
Cak Imin PKB Pramono Anung PKB pelantikan DPC PKB Pramono Anung