RADARBONAG.ID – Banyuwangi kembali membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal mampu menjadi daya tarik kelas dunia.
Melalui gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, ribuan masyarakat dan wisatawan memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan pertunjukan budaya yang memadukan sejarah, seni, dan fashion dalam satu panggung spektakuler.
Memasuki penyelenggaraan ke-14, BEC tidak hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang dikenal hingga mancanegara.
Tahun ini, parade mengusung tema yang terinspirasi dari Perang Bayu, sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Banyuwangi.
Ribuan Penonton Padati Rute Parade Banyuwangi Ethno Carnival
Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati kawasan penyelenggaraan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade kostum spektakuler tersebut.
Sepanjang rute, peserta tampil mengenakan busana artistik dengan desain megah yang memadukan unsur budaya Osing, sejarah lokal, serta sentuhan fashion modern.
Setiap kostum dirancang dengan detail tinggi sehingga menghadirkan pertunjukan visual yang memukau.
Antusiasme penonton tidak hanya datang dari warga Banyuwangi.
Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara turut hadir untuk menikmati salah satu festival budaya terbesar di Indonesia tersebut.
Tema Perang Bayu Diangkat Menjadi Inspirasi Utama
Salah satu daya tarik utama BEC 2026 adalah pengangkatan kisah Perang Bayu, yang merupakan bagian penting dari sejarah Banyuwangi.
Melalui parade ini, sejarah tidak hanya disampaikan dalam bentuk cerita, tetapi juga divisualisasikan lewat kostum, koreografi, tata artistik, serta pertunjukan yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Pendekatan tersebut membuat masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengenal sejarah daerah dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Tidak sedikit peserta yang menampilkan interpretasi kreatif terhadap semangat perjuangan masyarakat Banyuwangi melalui rancangan busana yang sarat makna.
Budaya Lokal Dikemas dengan Sentuhan Fashion Modern
Salah satu ciri khas Banyuwangi Ethno Carnival adalah kemampuannya mengemas budaya lokal menjadi pertunjukan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Alih-alih hanya menghadirkan pakaian adat secara konvensional, para desainer memadukan motif tradisional dengan konsep haute couture, instalasi artistik, hingga aksesori berukuran besar yang menjadi ciri khas BEC.
Perpaduan tersebut membuat setiap peserta tampil layaknya model dalam peragaan busana bertaraf internasional, tetapi tetap membawa identitas budaya Banyuwangi.
Konsep inilah yang selama bertahun-tahun membuat Banyuwangi Ethno Carnival menjadi salah satu festival budaya paling dinanti di Indonesia.
Menjadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Daerah
Keberhasilan BEC tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dampaknya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hotel, restoran, hingga sektor transportasi.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Banyuwangi juga menggelar Sekarkijang Creative Fest 2026, sebuah ajang yang menghadirkan produk-produk UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat luas sekaligus memperluas akses pasar nasional maupun global.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap budaya tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Bukti Budaya Indonesia Mampu Mendunia
Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi sebuah pertunjukan berkelas internasional tanpa kehilangan identitasnya.
Festival ini menunjukkan bahwa sejarah, tradisi, dan kreativitas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pengalaman yang mengesankan bagi para pengunjung.
Keberhasilan BEC juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus mengembangkan potensi budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun sektor pariwisata.
Dengan dukungan masyarakat, pelaku seni, desainer, dan pemerintah daerah, Banyuwangi Ethno Carnival terus membuktikan bahwa budaya lokal bukan hanya layak dilestarikan, tetapi juga mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi di panggung dunia.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : liputan6.com