Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Antrean BBM Mengular di Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Pertamina Berikan Penjelasan Berbeda soal Penyebabnya

Ika Nur Jannah • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:33 WIB
Antrean panjang BBM masih terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Utara. Bobby Nasution menyebut gangguan distribusi dipicu aksi sopir mobil tangki, sementara Pertamina menilai lonjakan konsumsi masyarakat menjadi penyebab utama. (Sumber Foto: Instagram @bobbynst)
Antrean panjang BBM masih terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Utara. Bobby Nasution menyebut gangguan distribusi dipicu aksi sopir mobil tangki, sementara Pertamina menilai lonjakan konsumsi masyarakat menjadi penyebab utama. (Sumber Foto: Instagram @bobbynst

RADARBONAG.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara masih menjadi perhatian masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, pengendara roda dua maupun roda empat terlihat mengantre sejak pagi hingga malam demi mendapatkan bahan bakar.

Di tengah kondisi tersebut, muncul perbedaan penjelasan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab utama terjadinya antrean BBM.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menilai gangguan distribusi terjadi akibat berhentinya operasional para pengemudi mobil tangki secara massal.

Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade Fisika Internasional Kolombia, Delegasi Pelajar Sukses Borong 5 Medali dan Buktikan Kualitas Generasi Muda

Sementara itu, Pertamina menyebut lonjakan konsumsi BBM setelah masa libur sekolah menjadi faktor utama meningkatnya antrean di SPBU.

Bobby Nasution Sebut Distribusi BBM Terganggu

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa distribusi bahan bakar sempat mengalami kendala karena armada mobil tangki tidak dapat beroperasi secara normal.

Menurutnya, aksi berhenti beroperasi yang dilakukan sejumlah pengemudi mobil tangki menyebabkan pengiriman BBM dari terminal penyimpanan menuju SPBU di berbagai daerah menjadi terhambat.

Akibatnya, pasokan BBM di sejumlah SPBU tidak dapat dipenuhi sesuai jadwal sehingga memicu antrean kendaraan yang semakin panjang.

Bobby mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi agar distribusi bahan bakar dapat kembali berjalan normal.

Pertamina Sebut Konsumsi BBM Meningkat

Berbeda dengan penjelasan pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan bahwa antrean panjang lebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap BBM.

Menurut Pertamina, lonjakan konsumsi mulai terjadi setelah berakhirnya masa libur sekolah, ketika aktivitas masyarakat kembali normal dan mobilitas kendaraan meningkat.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM di berbagai wilayah Sumatera Utara mengalami kenaikan sehingga sejumlah SPBU dipadati kendaraan dalam waktu bersamaan.

Meski demikian, Pertamina memastikan perusahaan terus berupaya menjaga ketersediaan stok serta mempercepat proses distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Pemprov Sumut Gandeng Pertamina, TNI, dan Polri

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama Pertamina, TNI, dan Polri.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar distribusi BBM dapat kembali berjalan lancar.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyediaan pengemudi cadangan guna mengoperasikan mobil tangki apabila dibutuhkan.

Dengan adanya tambahan personel tersebut, proses pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU diharapkan dapat berlangsung tanpa hambatan sehingga antrean masyarakat bisa segera berkurang.

Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi di berbagai daerah guna memastikan pasokan energi tetap tersedia.

Pertamina Minta Maaf kepada Masyarakat

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Utara atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ia mengakui antrean panjang di SPBU telah mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja, hingga warga yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari.

"Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang terdampak," ujar Fahrougi.

Ia menambahkan bahwa Pertamina memahami keluhan masyarakat yang harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.

Karena itu, perusahaan terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi agar pasokan BBM kembali normal.

Distribusi Diharapkan Segera Pulih

Selain menyampaikan permohonan maaf, Pertamina juga memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan agar penyaluran BBM ke SPBU berjalan lebih optimal.

Baca Juga: Cuma Modal HP, Editing Video Jadi Hobi Favorit Gen Z! Berawal dari Iseng Bikin Story, Kini Bisa Hasilkan Cuan Jutaan

Perusahaan berharap kondisi distribusi segera kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang saat membeli bahan bakar.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga terus mengawasi perkembangan di lapangan untuk memastikan solusi yang telah disiapkan dapat berjalan efektif.

Perbedaan penjelasan antara pemerintah daerah dan Pertamina mengenai penyebab antrean menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap gangguan distribusi maupun tingginya permintaan BBM.

Masyarakat kini berharap pasokan bahan bakar dapat segera stabil sehingga aktivitas sehari-hari, transportasi umum, hingga kegiatan ekonomi di Sumatera Utara tidak lagi terganggu oleh antrean panjang di SPBU.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
Bobby Nasution antrean BBM Sumut SPBU Sumatera Utara distribusi BBM Pertamina Patra Niaga