RADARBONAG.ID – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa harga bahan bakar bersubsidi di negaranya masih menjadi salah satu yang paling terjangkau dibandingkan sejumlah negara penghasil minyak dunia.
Menurutnya, harga bensin di Malaysia bahkan lebih rendah dibandingkan Arab Saudi maupun Qatar yang selama ini dikenal sebagai negara kaya minyak.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Ibrahim untuk menegaskan bahwa kebijakan subsidi bahan bakar yang diterapkan pemerintah Malaysia masih mampu menjaga harga BBM tetap terjangkau bagi masyarakat, meski kondisi ekonomi global masih diwarnai berbagai tantangan.
Ia juga menilai perbandingan harga bahan bakar Malaysia dengan negara-negara yang bukan produsen minyak tidak tepat karena memiliki struktur ekonomi dan kebijakan energi yang berbeda.
Anwar: Bandingkan dengan Sesama Negara Penghasil Minyak
Dalam keterangannya, Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia seharusnya dibandingkan dengan negara-negara yang sama-sama memiliki sumber daya minyak, bukan dengan negara yang mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Menurutnya, membandingkan harga BBM Malaysia dengan negara nonprodusen minyak akan menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat karena harga bahan bakar di negara tersebut umumnya jauh lebih mahal.
"Kita tidak boleh membandingkan Malaysia dengan negara-negara yang bukan produsen minyak dan karenanya memiliki harga bahan bakar yang jauh lebih tinggi," ujar Anwar Ibrahim seperti dikutip dari The Star.
Ia menilai pembahasan mengenai harga bahan bakar harus mempertimbangkan kapasitas produksi minyak masing-masing negara agar menghasilkan gambaran yang lebih objektif.
Harga RON95 Disebut Lebih Rendah dari Arab Saudi
Anwar menjelaskan bahwa saat ini harga bensin RON95 bersubsidi di Malaysia dipatok sekitar 1,99 ringgit Malaysia per liter.
Angka tersebut, menurutnya, masih berada di bawah harga bensin di Arab Saudi yang disebut telah melampaui 2,40 ringgit Malaysia per liter.
Ia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berhasil memenuhi komitmen untuk menjaga harga bahan bakar tetap kompetitif di tengah meningkatnya biaya energi dunia.
"Hal ini mencerminkan perubahan realitas ekonomi. Oleh karena itu, saya pernah berjanji bahwa harga bahan bakar di Malaysia akan lebih rendah daripada di Arab Saudi. Janji itu telah terpenuhi," kata Anwar.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai kritik yang menyebut harga BBM Malaysia mulai kehilangan daya saing dibandingkan negara lain.
Subsidi BBM Dinilai Masih Berpihak kepada Masyarakat
Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan kebijakan subsidi bahan bakar sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.
Menurutnya, subsidi BBM masih menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah Malaysia terus berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap bahan bakar dengan harga yang terjangkau.
Kebijakan tersebut juga dinilai berperan dalam menekan biaya transportasi, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan keberlanjutan fiskal agar program subsidi tidak membebani keuangan negara dalam jangka panjang.
Pemerintah Hadapi Tantangan Menjaga Fiskal Negara
Anwar mengakui bahwa mempertahankan harga BBM tetap rendah bukan perkara mudah.
Di satu sisi, pemerintah harus melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga energi global.
Namun di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga kesehatan anggaran negara agar kebijakan subsidi tetap berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah terus mengevaluasi berbagai kebijakan energi agar mampu memberikan manfaat maksimal tanpa mengganggu stabilitas fiskal.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat harga minyak mentah dunia dapat berubah sewaktu-waktu akibat dinamika geopolitik maupun kondisi ekonomi global.
Harga BBM Jadi Sorotan Publik
Harga bahan bakar selalu menjadi isu yang sensitif di berbagai negara, termasuk Malaysia.
Perubahan harga BBM tidak hanya memengaruhi biaya transportasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada harga kebutuhan pokok dan tingkat inflasi.
Oleh sebab itu, kebijakan subsidi yang diterapkan pemerintah sering menjadi perhatian publik sekaligus bahan perdebatan di kalangan pengamat ekonomi.
Melalui pernyataannya, Anwar Ibrahim ingin menunjukkan bahwa pemerintah masih mampu menjaga harga bensin tetap kompetitif jika dibandingkan dengan negara-negara produsen minyak lainnya.
Pemerintah Malaysia berharap kebijakan tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Meski demikian, efektivitas kebijakan subsidi BBM akan tetap bergantung pada perkembangan harga energi internasional, kondisi fiskal negara, serta strategi pemerintah dalam mengelola anggaran di masa mendatang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com