Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Berawal dari Kecurigaan Warga, Lansia di Lampung Utara Ditemukan Tewas Terikat di Dalam Rumah, Diduga Jadi Korban Perampokan

Ika Nur Jannah • Senin, 13 Juli 2026 | 15:07 WIB
Berawal dari rumah yang gelap selama tiga hari, warga akhirnya menemukan seorang lansia meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Polisi kini memburu pelaku yang diduga melakukan perampokan hingga berujung pembunuhan. (Sumber Foto: Pinterest)
Berawal dari rumah yang gelap selama tiga hari, warga akhirnya menemukan seorang lansia meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Polisi kini memburu pelaku yang diduga melakukan perampokan hingga berujung pembunuhan. (Sumber Foto: Pinterest)

RADARBONAG.ID – Warga Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia (lansia) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya.

Korban diduga menjadi korban perampokan yang berujung pada tindak pembunuhan.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (12/7) malam sekitar pukul 20.30 WIB itu langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Korban diketahui berinisial S (56) dan ditemukan dalam kondisi tangan serta kaki terikat, sementara mulutnya disumpal kain.

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus memburu pelaku.

Baca Juga: Bedu Mengenang Temon: Mau Bersedih pun Selalu Teringat Tingkah Lucunya, Kepergian Sang Komedian Tinggalkan Duka

Rumah Gelap Selama Tiga Hari Picu Kecurigaan Warga

Terungkapnya kasus ini bermula dari kepekaan warga sekitar yang merasa ada hal tidak biasa di rumah korban.

Selama tiga hari berturut-turut, rumah yang dihuni S tampak gelap pada malam hari.

Kondisi tersebut dinilai janggal karena korban dikenal selalu menyalakan lampu rumah setiap malam.

Perubahan kebiasaan itu membuat warga mulai khawatir.

Setelah berdiskusi, warga akhirnya memutuskan untuk menghubungi adik kandung korban, Baskoro, agar memastikan kondisi kakaknya.

Keluarga Temukan Korban Sudah Tidak Bernyawa

Mendapat kabar dari warga, Baskoro bersama kakak iparnya, Yasir, langsung mendatangi rumah korban.

Sesampainya di lokasi, keduanya berusaha masuk ke dalam rumah untuk mengecek keadaan S.

Namun, pemandangan yang mereka temukan justru mengejutkan.

Korban sudah tergeletak tidak bernyawa di bawah meja makan dalam posisi telungkup.

Lebih memilukan lagi, tangan dan kaki korban ditemukan dalam kondisi terikat, sementara mulutnya disumpal menggunakan kain.

Penemuan tersebut membuat keluarga segera meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian itu kepada aparat desa serta pihak kepolisian.

Kepala Desa Benarkan Kondisi Korban Saat Ditemukan

Kepala Desa Sawojajar, Mulyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan.

"Korban ditemukan di bawah meja makan dalam kondisi telungkup. Tangan dan kaki korban terikat, sementara mulutnya disumpal kain," ujar Mulyanto.

Menurutnya, kejadian itu membuat warga sekitar terkejut karena selama ini korban dikenal menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Rumah Korban Diduga Sempat Digeledah Pelaku

Selain menemukan korban dalam kondisi mengenaskan, keluarga juga melihat isi rumah sudah berantakan.

Berbagai barang di dalam rumah tampak berserakan sehingga memunculkan dugaan bahwa pelaku sempat menggeledah seluruh ruangan untuk mencari barang berharga.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa motif kejahatan berkaitan dengan aksi pencurian yang disertai kekerasan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Motor Korban Hilang, Perhiasan Diduga Ikut Dibawa Pelaku

Mulyanto mengungkapkan bahwa satu unit sepeda motor milik korban dipastikan hilang dari rumah.

Selain kendaraan, pihak keluarga juga menduga sejumlah perhiasan emas milik korban ikut dibawa pelaku.

Namun, jumlah pasti barang yang hilang masih menunggu pendataan lebih lanjut oleh keluarga.

"Motornya sudah tidak ada. Kalau emasnya belum tahu pasti, kemungkinan juga sudah tidak ada," kata Mulyanto.

Informasi tersebut kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan aparat kepolisian.

Polisi Lakukan Penyelidikan dan Autopsi

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah barang bukti diamankan guna membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani autopsi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban sekaligus mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.

Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan warga sekitar, guna mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Warga Berharap Pelaku Segera Ditangkap

Peristiwa tragis tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menimbulkan rasa khawatir di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Mendikti Brian Yuliarto Ungkap Pengalaman Jadi Menteri, Minta Anak Muda Tak Menjadikannya Sebagai Cita-cita

Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku agar memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kepekaan warga yang menyadari rumah korban gelap selama beberapa hari menjadi awal terungkapnya peristiwa tersebut.

Meski korban tidak dapat diselamatkan, laporan cepat dari masyarakat dinilai membantu aparat dalam mempercepat proses penyelidikan.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif pelaku serta mengumpulkan berbagai bukti untuk mengungkap secara tuntas dugaan perampokan yang berujung pada pembunuhan tersebut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
lansia tewas Lampung Utara perampokan Lampung pembunuhan Lampung Utara Desa Sawojajar berita kriminal