Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Prabowo Targetkan 3-4 Tahun Lagi Indonesia Produksi BBM dari Singkong dan Sorgum, Petani Disebut Bakal Lebih Sejahtera

Ika Nur Jannah • Senin, 13 Juli 2026 | 15:16 WIB
Indonesia berpeluang memiliki BBM berbasis tanaman dalam beberapa tahun mendatang. Presiden Prabowo optimistis singkong, jagung, dan sorgum dapat menjadi sumber energi alternatif yang tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia)
Indonesia berpeluang memiliki BBM berbasis tanaman dalam beberapa tahun mendatang. Presiden Prabowo optimistis singkong, jagung, dan sorgum dapat menjadi sumber energi alternatif yang tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. (Sumber Foto: Instagram @presidenrepublikindonesia)

RADARBONAG.ID – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) berbasis tanaman dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Menurutnya, pengembangan energi alternatif tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjelaskan arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Ia menyebut sejumlah komoditas pertanian seperti singkong, jagung, dan sorgum memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Baca Juga: Mendikti Brian Yuliarto Ungkap Pengalaman Jadi Menteri, Minta Anak Muda Tak Menjadikannya Sebagai Cita-cita

Singkong, Jagung, dan Sorgum Dinilai Berpotensi Jadi BBM

Dalam pemaparannya, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif.

Ia berharap dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan, masyarakat sudah dapat menikmati bensin yang diproduksi dari komoditas pertanian dalam negeri.

"Jadi saya harap tiga sampai empat tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," ujar Prabowo.

Selain singkong dan jagung, Presiden juga menyoroti sorgum sebagai salah satu tanaman yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan bioenergi nasional.

Teknologi Sedang Dikembangkan Para Peneliti Indonesia

Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah profesor dan peneliti di Indonesia tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan tanaman diolah menjadi bahan bakar.

Menurutnya, riset tersebut tidak hanya mencakup produksi etanol dari singkong, jagung, dan sorgum, tetapi juga pengembangan bensin berbasis minyak kelapa sawit.

"Profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit. Etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum," katanya.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat transisi menuju energi yang lebih mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Diharapkan Membuka Pasar Baru bagi Petani

Prabowo meyakini keberhasilan memproduksi BBM dari tanaman akan membawa dampak positif bagi sektor pertanian nasional.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku bioenergi akan menciptakan pasar baru bagi hasil panen petani.

Dengan meningkatnya permintaan terhadap singkong, jagung, maupun sorgum, kesejahteraan petani juga diyakini akan ikut terdongkrak.

"Berarti petani singkong akan hidup makmur. Petani juga akan hidup makmur. Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan keluarganya sendiri," ujar Prabowo.

Ia menilai sektor pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pangan, tetapi juga dapat menjadi penopang ketahanan energi nasional.

Indonesia Dinilai Mampu Kurangi Ketergantungan Impor BBM

Menurut Presiden, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor.

Pemanfaatan komoditas lokal sebagai sumber energi dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian energi.

Selain menghemat devisa negara, langkah tersebut juga diyakini mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui proses hilirisasi.

Pemerintah pun terus mendorong inovasi agar pengolahan komoditas menjadi energi dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

Prabowo Soroti Peluncuran Biodiesel B50

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung peluncuran program biodiesel B50 yang memanfaatkan campuran minyak kelapa sawit sebesar 50 persen.

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia mampu mengembangkan energi berbasis sumber daya domestik.

"Baru beberapa hari yang lalu kita meluncurkan B50, solar dengan campuran 50 persen dari kelapa sawit. Petani kelapa sawit ada di Indonesia. Minyak kelapa sawit ada di Indonesia. Mulai bulan ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri," jelasnya.

Program biodiesel tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pemanfaatan energi terbarukan yang lebih luas.

Klaim Swasembada Pangan dan Penguatan BUMN

Selain membahas sektor energi, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun pertama masa pemerintahannya.

Ia menyebut Indonesia tidak lagi mengandalkan impor pangan dan bahkan mulai melakukan ekspor.

"Tahun pertama pemerintah yang saya pimpin, kita sudah swasembada pangan. Kita tidak impor pangan lagi, kita ekspor," katanya.

Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mengonsolidasikan seluruh badan usaha milik negara (BUMN) ke dalam satu lembaga dana kekayaan negara atau Sovereign Wealth Fund.

Menurutnya, lebih dari seribu BUMN kini berada dalam satu sistem pengelolaan dengan total aset yang disebut mencapai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Tak Sekadar Penghias Halaman, Mengenal TOGA dan Beragam Manfaat Tanaman Obat Keluarga bagi Kehidupan Sehari-hari

Energi Berbasis Tanaman Jadi Visi Jangka Panjang

Pengembangan BBM dari tanaman menjadi salah satu visi pemerintah dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan komoditas pertanian sebagai bahan baku energi, Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian.

Apabila target tersebut tercapai dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia berpeluang memiliki sumber energi alternatif yang berasal dari hasil bumi sendiri sekaligus memperluas peluang usaha bagi jutaan petani di berbagai daerah.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Biodiesel B50 #BBM dari singkong #bioetanol Indonesia #Prabowo Subianto #energi terbarukan