Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Semikonduktor hingga Pertahanan, Selangor-Jawa Barat Siap Perluas Kemitraan Strategis

Ika Nur Jannah • Senin, 13 Juli 2026 | 13:57 WIB
Indonesia dan Malaysia memperluas kerja sama strategis melalui SIBS ASEAN 2026. Tak hanya investasi, kolaborasi juga mencakup semikonduktor, energi, ketahanan pangan, pertahanan, hingga pengembangan ekonomi syariah. (Sumber Foto: Pinterest)
Indonesia dan Malaysia memperluas kerja sama strategis melalui SIBS ASEAN 2026. Tak hanya investasi, kolaborasi juga mencakup semikonduktor, energi, ketahanan pangan, pertahanan, hingga pengembangan ekonomi syariah. (Sumber Foto: Pinterest)

RADARBONAG.ID – Indonesia dan Malaysia terus mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Tidak hanya berfokus pada investasi dan perdagangan, kedua negara juga membuka peluang kolaborasi di bidang semikonduktor, energi, ketahanan pangan, hingga pertahanan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026, yang menjadi wadah pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan berbagai institusi untuk menjajaki peluang investasi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Forum tersebut juga menjadi momentum penting dalam memperluas kemitraan antara Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai memiliki banyak potensi kerja sama.

Baca Juga: Di Balik Tawa Temon yang Kini Berpulang, Mantan Istri Ungkap Sosok Asli Sang Komedian yang Jarang Diketahui Publik

SIBS ASEAN 2026 Jadi Ajang Memperkuat Hubungan Indonesia-Malaysia

Dalam forum tersebut, Menteri Besar Selangor Dato' Seri Amirudin Shari menegaskan bahwa SIBS ASEAN bukan sekadar pameran bisnis, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun kolaborasi jangka panjang.

Menurutnya, berbagai agenda yang digelar selama forum berlangsung membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu langsung melalui kegiatan business matching maupun koordinasi dengan berbagai lembaga investasi, termasuk Invest Selangor.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha di kedua negara.

"Melalui Selangor International Business Summit, salah satu agenda utamanya adalah business matching dan koordinasi melalui lembaga seperti Invest Selangor serta berbagai institusi terkait. Karena itu, sektor usaha akan memperoleh manfaat besar dari hubungan yang dibangun melalui forum ini," ujar Amirudin.

Kolaborasi Tak Hanya Berorientasi Bisnis

Amirudin menilai berbagai gagasan yang muncul dalam forum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama yang melibatkan masyarakat, pemerintah, institusi pendidikan, hingga pelaku usaha.

Ia bahkan mengusulkan pembentukan forum komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan antara Pemerintah Selangor dengan kementerian maupun pemerintah daerah di Indonesia.

Menurutnya, forum semacam itu akan menjadi wadah untuk merumuskan berbagai program kolaborasi yang lebih konkret dan berkesinambungan.

"Hal menarik dari pertemuan ini adalah adanya gagasan membentuk forum yang konsisten antara Selangor dengan sejumlah kementerian dan pemerintah daerah yang hadir," katanya.

Semikonduktor hingga Pertahanan Jadi Fokus Baru

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan kerja sama pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.

Semikonduktor menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki prospek sangat besar mengingat meningkatnya kebutuhan industri teknologi global terhadap komponen elektronik.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada sektor energi, ketahanan pangan, serta pertahanan yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika global.

Amirudin berharap pembahasan mengenai sektor-sektor tersebut dapat menghasilkan langkah nyata yang menguntungkan kedua belah pihak.

Kebudayaan dan Kedaulatan Dinilai Sama Pentingnya

Meski peluang ekonomi menjadi perhatian utama, Amirudin mengingatkan agar hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya diukur dari nilai investasi maupun keuntungan bisnis.

Menurutnya, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting, yakni penguatan kebudayaan, kedaulatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai hubungan bilateral yang kuat harus dibangun secara menyeluruh agar memberikan manfaat jangka panjang.

"Jika hanya berbicara bisnis, orang akan berpikir soal keuntungan semata. Padahal ada aspek lain yang sama pentingnya seperti kebudayaan, kedaulatan, keamanan, dan kemakmuran," jelasnya.

Jawa Barat Siap Manfaatkan Peluang Kemitraan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan bahwa Jawa Barat memiliki banyak potensi untuk memperluas kerja sama dengan Selangor.

Menurutnya, kedua wilayah sama-sama memiliki kekuatan di sektor industri dan ekonomi sehingga peluang kolaborasi sangat terbuka.

Beberapa bidang yang dinilai berpotensi dikembangkan bersama antara lain manufaktur, pembangunan infrastruktur, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

Erwan berharap dunia usaha di Jawa Barat dapat bergerak cepat memanfaatkan peluang yang lahir dari forum tersebut.

"Saya berharap para pelaku usaha di Jawa Barat dapat menangkap peluang ini," ujarnya.

Jawa Barat Ingin Belajar Pengembangan Ekonomi Syariah

Selain sektor industri dan investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menunjukkan ketertarikan untuk memperdalam kerja sama di bidang ekonomi syariah.

Erwan mengungkapkan bahwa Selangor dinilai memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi Jawa Barat dalam mengembangkan ekosistem ekonomi berbasis syariah.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya telah meraih penghargaan Adinata Syariah dan ingin terus memperluas implementasi ekonomi syariah di berbagai sektor.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan akan lahir berbagai program yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Baca Juga: PDKT yang Sehat Bukan Terus Mengejar, Ini Cara Membangun Hubungan yang Nyaman dan Saling Menghargai

Kerja Sama Diharapkan Semakin Erat

Penguatan hubungan Indonesia dan Malaysia melalui SIBS ASEAN 2026 menunjukkan bahwa kedua negara tidak hanya ingin meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga membangun kemitraan strategis yang lebih luas.

Kolaborasi di bidang semikonduktor, energi, ketahanan pangan, pertahanan, hingga ekonomi syariah diharapkan menjadi fondasi baru dalam memperkuat hubungan bilateral di masa depan.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai institusi, peluang kerja sama tersebut diyakini mampu membuka investasi baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
kerja sama Indonesia Malaysia semikonduktor SIBS ASEAN 2026 Jawa Barat Selangor indonesia Malaysia