Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Misteri Cahaya Hijau dan Dentuman Keras di Langit Jogja hingga Cirebon Terungkap, Ahli Astronomi Pastikan Itu Meteor Superterang Boloid

Alifah Nurlias Tanti • Senin, 13 Juli 2026 | 06:19 WIB
Viral cahaya hijau disertai dentuman keras di langit Jogja hingga Cirebon akhirnya terjawab. Astronom mengungkap fenomena tersebut merupakan meteor superterang atau boloid yang melintas sejauh sekitar 400 kilometer di atas Pulau Jawa. (Ilustrasi meteor raksasa-Pexels)
Viral cahaya hijau disertai dentuman keras di langit Jogja hingga Cirebon akhirnya terjawab. Astronom mengungkap fenomena tersebut merupakan meteor superterang atau boloid yang melintas sejauh sekitar 400 kilometer di atas Pulau Jawa. (Ilustrasi meteor raksasa-Pexels)

RADARBONAG.ID – Fenomena cahaya hijau terang yang melintas di langit Yogyakarta dan sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Barat pada Sabtu malam (12/7) berhasil menarik perhatian masyarakat.

Kemunculan cahaya yang berlangsung hanya beberapa detik itu bahkan diikuti suara dentuman keras yang terdengar hingga wilayah Cirebon.

Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak warga mengunggah rekaman kamera pengawas (CCTV), dashcam kendaraan, hingga video ponsel yang memperlihatkan kilatan cahaya berwarna hijau terang membelah langit malam.

Setelah sempat memunculkan berbagai spekulasi, para ahli akhirnya memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah kejadian supranatural maupun ledakan biasa.

Kilatan cahaya tersebut merupakan meteor superterang atau dalam dunia astronomi dikenal sebagai boloid.

Baca Juga: Marc Marquez Dijuluki King of Sachsenring, Ini Deretan Rekor Fantastis yang Sulit Ditandingi di MotoGP Jerman

Cahaya Hijau Menjadi Ciri Meteor Kaya Kandungan Logam

Penjelasan mengenai fenomena ini disampaikan oleh ahli astronomi sekaligus Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU, Marufin Sudibyo.

Menurutnya, warna hijau terang yang terlihat ketika meteor melintas bukan muncul tanpa alasan.

Warna tersebut menjadi petunjuk penting mengenai komposisi material yang terkandung di dalam benda langit tersebut.

Marufin menjelaskan bahwa cahaya kehijauan biasanya berasal dari kandungan nikel yang cukup tinggi.

Meteoroid tertentu, terutama yang merupakan pecahan asteroid, memang dikenal memiliki komposisi logam berupa besi dan nikel dalam jumlah besar.

Ia menyebutkan bahwa perbandingan kandungan besi dan nikel pada meteoroid jenis tersebut umumnya mencapai sekitar 10 banding 1.

Saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi, logam-logam tersebut mengalami pemanasan ekstrem hingga memancarkan warna cahaya khas.

Fenomena inilah yang membuat masyarakat dapat melihat kilatan hijau terang meski hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Dentuman Keras Berasal dari Gelombang Kejut Meteor

Selain cahaya terang, banyak warga juga melaporkan mendengar suara dentuman beberapa saat setelah kilatan cahaya muncul.

Menurut Marufin, suara tersebut merupakan sonic boom atau dentuman sonik yang terjadi akibat meteor mengalami perlambatan sangat drastis ketika memasuki atmosfer Bumi.

Meteor melaju dengan kecepatan puluhan kilometer per detik.

Saat bergesekan dengan atmosfer, kecepatannya turun secara ekstrem sehingga menghasilkan gelombang kejut yang merambat hingga ke permukaan Bumi.

Gelombang inilah yang kemudian terdengar sebagai suara ledakan atau dentuman keras oleh masyarakat di berbagai daerah.

Marufin menjelaskan bahwa perubahan kecepatan dari kondisi supersonik menuju subsonik menghasilkan kompresi udara yang sangat kuat sehingga memunculkan sonic boom.

Karena gelombang suara bergerak lebih lambat dibanding cahaya, masyarakat biasanya melihat kilatan meteor terlebih dahulu, baru beberapa saat kemudian mendengar suara dentumannya.

Hal tersebut juga menjelaskan mengapa sebagian warga di Cirebon baru mendengar dentuman setelah cahaya meteor lebih dulu terlihat di langit.

Lintasan Meteor Membentang Hingga Ratusan Kilometer

Berdasarkan hasil pengamatan awal, meteor tersebut melintas pada Sabtu malam sekitar pukul 21.40 WIB.

Arah lintasannya bergerak dari timur laut menuju barat daya dengan cakupan wilayah pengamatan yang cukup luas.

Kilatan meteor dapat diamati mulai dari wilayah utara Daerah Istimewa Yogyakarta hingga sebagian Jawa Tengah dan Jawa Barat, termasuk kawasan Cirebon.

Jika dihitung berdasarkan proyeksi lintasan di atas permukaan Bumi, panjang jalur yang dilalui meteor diperkirakan mencapai sekitar 400 kilometer.

Jarak tersebut tergolong cukup panjang sehingga memungkinkan fenomena ini disaksikan oleh masyarakat dari berbagai kota secara bersamaan.

Tidak mengherankan apabila dalam waktu singkat media sosial dipenuhi berbagai sudut pengambilan video yang memperlihatkan cahaya terang tersebut dari lokasi yang berbeda.

Diduga Berasal dari Asteroid Dekat Bumi Kelas Apollo

Dari analisis awal yang dilakukan para astronom, meteor superterang tersebut diduga berasal dari kelompok asteroid dekat Bumi atau Near Earth Asteroid (NEA) kelas Apollo.

Kelompok asteroid Apollo merupakan salah satu jenis asteroid yang memiliki orbit memotong lintasan orbit Bumi sehingga berpotensi mendekati planet ini pada periode tertentu.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Sebagian besar meteoroid berukuran kecil akan habis terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi akibat gesekan dengan udara.

Hanya meteoroid berukuran lebih besar yang berpotensi menyisakan fragmen hingga mencapai permukaan sebagai meteorit.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jatuhnya meteorit di wilayah Indonesia terkait fenomena tersebut.

Fenomena Langka yang Jarang Terjadi

Meteor superterang atau boloid termasuk fenomena astronomi yang relatif jarang terlihat dibanding hujan meteor biasa.

Perbedaannya terletak pada tingkat kecerlangan yang jauh lebih tinggi. Bahkan cahaya yang dipancarkan boloid mampu menerangi langit malam layaknya kilatan petir sesaat.

Baca Juga: Mengapa Banyak Warga Jepang Enggan Hidup hingga Usia 100 Tahun? Ternyata Ini Alasan yang Terungkap dari Survei

Tidak sedikit kamera pengawas maupun dashcam kendaraan berhasil merekam peristiwa tersebut karena intensitas cahayanya sangat terang.

Fenomena seperti ini juga menjadi objek penelitian penting bagi para astronom untuk mempelajari asal-usul benda langit, komposisi asteroid, hingga dinamika benda antariksa yang melintas di sekitar Bumi.

Bagi masyarakat, kemunculan meteor superterang menjadi pengingat bahwa aktivitas di tata surya masih terus berlangsung setiap saat.

Ribuan meteoroid memasuki atmosfer Bumi setiap hari, namun sebagian besar berukuran kecil sehingga habis terbakar dan tidak terlihat jelas.

Peristiwa yang terjadi di langit Yogyakarta hingga Cirebon menjadi salah satu contoh langka ketika sebuah meteoroid berukuran cukup besar menghasilkan cahaya spektakuler sekaligus dentuman yang dapat disaksikan dan didengar oleh masyarakat di wilayah yang sangat luas.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#meteor superterang #cahaya hijau di langit #meteor Jogja Cirebon #fenomena boloid #penjelasan ahli astronomi