RADARBONAG.ID – Sebuah video pengakuan seorang manajer MNC Bank bernama Sadiah Amir menjadi perbincangan luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Sadiah mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik serta tindakan yang merendahkan martabatnya saat menghadiri sebuah pertemuan yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Peristiwa tersebut disebut melibatkan seorang pengusaha berinisial HT. Hingga kini, pengakuan Sadiah terus menjadi sorotan publik setelah berbagai potongan video dan keterangannya beredar luas di berbagai platform media sosial.
Sementara itu, tim kuasa hukum korban menyatakan tengah mempersiapkan langkah hukum atas dugaan tindak pidana yang dialami kliennya.
Kuasa Hukum Sebut Korban Mengalami Dugaan Kekerasan Fisik
Kuasa hukum Sadiah Amir, Sogi Bagaskara, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika kliennya diminta menghadiri sebuah pertemuan untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan yang disebut berkaitan dengan dugaan penyelenggaraan dana.
Namun, menurut keterangan yang disampaikan pihak korban, pertemuan itu justru berubah menjadi situasi yang tidak kondusif.
Sogi menyebut kliennya diduga mengalami tindakan kekerasan fisik yang tidak dapat dibenarkan.
Ia mengatakan Sadiah mengaku ditampar dan mengalami perlakuan yang menurutnya sangat merendahkan martabat manusia.
"Tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang sama sekali tidak bisa dibenarkan," ujar Sogi kepada awak media.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari penjelasan awal mengenai kronologi versi korban.
Tim Hukum Fokus Pulihkan Kondisi Psikologis Korban
Meski menyatakan akan membawa perkara ini ke ranah hukum, tim kuasa hukum belum langsung membuat laporan polisi.
Menurut Sogi, keputusan tersebut diambil karena pihaknya saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi psikologis Sadiah yang masih mengalami syok setelah kejadian tersebut.
Pendampingan terhadap korban menjadi langkah utama sebelum proses hukum dijalankan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa laporan resmi kepada kepolisian tetap akan diajukan setelah seluruh persiapan dinilai matang.
"Untuk sekarang kami fokus mendampingi klien terlebih dahulu. Namun laporan polisi tetap akan kami buat," ujarnya.
Pihak kuasa hukum juga menyatakan akan mengumpulkan berbagai bukti serta keterangan yang diperlukan sebelum menempuh jalur hukum.
Pengakuan Korban Viral di Media Sosial
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah video pengakuan Sadiah Amir tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Sadiah menceritakan sejumlah perlakuan yang menurut pengakuannya dialami saat pertemuan berlangsung.
Ia mengaku mendapatkan bentakan, makian, hingga dugaan kekerasan fisik di hadapan sejumlah orang yang berada di lokasi.
Menurut Sadiah, tidak ada seorang pun yang berusaha menghentikan atau melerai ketika insiden tersebut terjadi.
Ia juga mengaku diperlakukan dengan cara yang membuat dirinya merasa dipermalukan di depan banyak orang.
Dalam keterangannya, Sadiah menyampaikan bahwa dirinya merasa harga dirinya direndahkan akibat perlakuan yang diterimanya.
Korban Mengaku Dipaksa dan Dituduh Tanpa Bukti
Selain dugaan kekerasan fisik, Sadiah juga menyampaikan adanya perlakuan lain yang menurutnya sangat menyakitkan.
Ia mengaku dipaksa membuka pakaian serta menerima berbagai tuduhan yang disebut tidak disertai bukti.
Menurut Sadiah, apabila memang terdapat dugaan kesalahan dalam pekerjaannya, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme profesional, bukan dengan tindakan yang bersifat intimidatif maupun kekerasan.
Pengakuan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat di media sosial.
Sejumlah warganet menyampaikan simpati kepada korban, sementara yang lain meminta agar seluruh proses hukum dilakukan secara transparan sehingga fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap.
Menunggu Proses Hukum dan Klarifikasi Pihak Terlapor
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengusaha berinisial HT terkait tuduhan yang disampaikan Sadiah Amir maupun kuasa hukumnya.
Karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih merupakan versi dari pihak pelapor dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses hukum.
Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik mengingat video pengakuan korban telah tersebar luas dan menuai berbagai tanggapan.
Apabila laporan resmi telah diajukan, kepolisian akan melakukan penyelidikan dengan memeriksa para pihak terkait, mengumpulkan alat bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Proses tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi kejadian sekaligus memastikan seluruh pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan keterangannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.