RADARBONANG.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Universitas Diponegoro di Semarang, Sabtu (5/7), dalam rangka kunjungan kerjanya.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.300 mahasiswa dan berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai isu ekonomi nasional maupun global.
APBN Berperan Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Dalam pemaparannya, Purbaya menjelaskan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal untuk mengelola penerimaan dan belanja negara, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi ketika dunia menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, APBN menjadi salah satu alat pemerintah untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan meskipun kondisi ekonomi global mengalami tekanan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal agar Indonesia mampu mempertahankan kredibilitas kebijakan ekonomi di mata dunia.
Komitmen tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi berbagai dinamika global.
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Selain membahas peran APBN, Purbaya juga menyinggung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @undip.official, target tersebut akan didukung melalui berbagai strategi pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor pendidikan, pengembangan kewirausahaan, percepatan industrialisasi, hingga pembangunan ekosistem industri yang berbasis talenta.
Pemerintah menilai bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi fisik, tetapi juga memerlukan penguatan kualitas SDM agar mampu bersaing di era transformasi digital dan perkembangan teknologi.
Melalui langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Undip Kenalkan Berbagai Inovasi Hasil Riset
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Suharnomo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Keuangan di kampus Undip.
Ia memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan oleh sivitas akademika Undip serta telah memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai bidang.
Selain itu, Undip juga tengah mempersiapkan pembentukan Undip Manufacturing Center, sebuah pusat hilirisasi dan produksi inovasi kampus yang diharapkan mampu menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan dunia industri.
Keberadaan pusat tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor usaha dalam mendorong lahirnya inovasi yang memiliki nilai tambah bagi perekonomian nasional.
APBN Jadi Instrumen Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Purbaya menegaskan bahwa APBN memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan, pemerintah berupaya memastikan berbagai program prioritas dapat berjalan secara optimal, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hingga pengembangan sektor industri berbasis teknologi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan jangka panjang sangat bergantung pada kemampuan negara menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas fiskal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, disiplin dalam pengelolaan keuangan negara akan terus menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Mahasiswa Antusias Bahas Kebijakan Fiskal dan Tantangan Global
Kuliah umum berlangsung dengan suasana yang dinamis dan interaktif.
Lebih dari 1.300 mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kebijakan fiskal, tantangan ekonomi global, strategi pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi, hingga pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana kebijakan ekonomi dirancang dan diterapkan dalam menghadapi perubahan kondisi global yang semakin kompleks.
Melalui dialog langsung antara pemerintah dan kalangan akademisi, diharapkan lahir berbagai gagasan serta masukan yang dapat mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang semakin adaptif dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.
Editor : Muhammad Azlan Syah