RADARBONANG.ID – Kehadiran atlet-atlet dari berbagai negara Asia Tenggara dalam Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championship 2026 mendapat apresiasi dari Erick Thohir.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet nasional sejak usia muda.
Dengan menghadirkan peserta dari luar negeri, kompetisi tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka saat menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih beragam.
Erick menilai pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun prestasi olahraga yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
Kompetisi Berkualitas Jadi Tolok Ukur Prestasi
Dalam keterangannya, Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada PB PASI yang berani membuka ruang kompetisi bagi atlet dari kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk benchmarking, yakni membandingkan kemampuan atlet Indonesia dengan atlet dari negara lain yang memiliki tingkat persaingan serupa.
Ia menilai pengalaman menghadapi lawan internasional akan memberikan gambaran nyata mengenai kualitas atlet Indonesia dibandingkan pesaing di kawasan.
Dengan demikian, pelatih maupun federasi dapat menyusun program pembinaan berdasarkan hasil evaluasi yang lebih objektif.
Atlet Muda Perlu Terbiasa Hadapi Persaingan Regional
Erick menilai salah satu tantangan dalam pembinaan olahraga adalah minimnya kesempatan atlet muda bertanding melawan lawan dari luar negeri.
Padahal, pengalaman bertanding dalam atmosfer internasional sangat penting untuk membangun mental, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkaya pengalaman kompetitif.
Menurutnya, semakin sering atlet Indonesia menghadapi lawan dari negara lain, semakin besar pula peluang mereka berkembang sebelum tampil pada ajang yang lebih bergengsi seperti SEA Games, Asian Games, maupun kejuaraan dunia.
Benchmarking Dinilai Sangat Penting
Erick menjelaskan bahwa menghadirkan atlet Asia Tenggara memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengetahui posisi kekuatan atlet nasional.
Melalui hasil pertandingan, atlet dapat melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki dibandingkan para pesaing di kawasan.
Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki teknik, meningkatkan kualitas latihan, hingga menyusun target pembinaan yang lebih realistis.
Menurutnya, proses peningkatan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan latihan, tetapi juga membutuhkan kompetisi yang berkualitas.
Pembinaan Atlet Harus Berorientasi Jangka Panjang
Selain mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan, Erick juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam membangun prestasi olahraga.
Ia menegaskan bahwa atlet berprestasi tidak dapat dibentuk melalui program yang bersifat instan.
Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar atlet memiliki kesempatan berkembang sesuai usia dan potensinya.
Program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing secara konsisten di tingkat internasional.
PB PASI Sebut Antusiasme Peserta Terus Meningkat
Sementara itu, Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa Kejurnas Atletik tahun ini diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.
Jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa cabang olahraga atletik semakin mendapat perhatian dari masyarakat maupun pemerintah.
Selain menjadi ajang seleksi dan pembinaan, kejuaraan ini juga menjadi wadah bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi resmi.
Kehadiran peserta dari negara-negara Asia Tenggara turut meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menambah nilai kompetitif kejuaraan.
Dukungan Pemerintah Dinilai Penting
Luhut juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap program pembinaan atlet nasional.
Menurutnya, keberhasilan membangun prestasi olahraga memerlukan kolaborasi antara pemerintah, federasi olahraga, pelatih, serta seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap dukungan terhadap program pelatnas jangka panjang terus diperkuat sehingga Indonesia mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang.
Ajang Penting Menuju Kompetisi Internasional
Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championship 2026 dipandang sebagai salah satu kompetisi strategis dalam proses pembinaan atlet usia muda.
Selain menjadi tempat mengasah kemampuan teknik, kejuaraan ini juga memberikan pengalaman bertanding yang sangat berharga sebelum atlet melangkah ke level yang lebih tinggi.
Persaingan dengan atlet dari luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus membangun mental juara sejak dini.
Dengan semakin seringnya Indonesia menggelar kompetisi bertaraf internasional, peluang atlet nasional untuk berkembang akan semakin besar.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, dukungan pemerintah, serta kompetisi yang kompetitif, diharapkan atlet-atlet Indonesia mampu meningkatkan prestasi dan bersaing secara lebih kuat di tingkat Asia maupun dunia.
Editor : Muhammad Azlan Syah