RADARBONANG.ID – Aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi teror menggunakan bom molotov terhadap sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Minasa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Peristiwa yang sempat menggegerkan warga tersebut diduga dipicu oleh persoalan dendam akibat perselisihan yang terjadi sebelumnya.
Ketiga terduga pelaku ditangkap setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri jejak para pelaku usai insiden tersebut.
Meski tiga orang telah diamankan, polisi memastikan penyelidikan masih terus berlanjut karena diduga masih ada pelaku lain yang ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Tiga Terduga Pelaku Berhasil Diamankan
Dalam pengungkapan kasus ini, Unit Opsnal Reskrim Polsek Rappocini menangkap tiga terduga pelaku yang masing-masing berinisial SY (19), AM (22), dan MR (23).
Ketiganya diamankan pada Sabtu (27/6) di kawasan Jalan Rappocini, Makassar.
Polisi menyebut proses penangkapan dilakukan setelah identitas para terduga pelaku berhasil diketahui melalui hasil penyelidikan intensif.
Saat ini, ketiga orang tersebut masih menjalani pemeriksaan guna mengungkap keterlibatan masing-masing dalam aksi teror tersebut.
Polisi: Pelaku Diduga Lebih dari Tiga Orang
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Muh Ali Djaras, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jumlah pelaku diduga lebih dari tiga orang.
Karena itu, aparat masih memburu beberapa orang lain yang identitasnya telah dikantongi.
Penyidik berharap penangkapan terhadap pelaku lainnya dapat membantu mengungkap secara utuh perencanaan maupun pelaksanaan aksi penyerangan tersebut.
Penghuni Dikejutkan Ledakan di Depan Rumah
Berdasarkan keterangan polisi, aksi penyerangan terjadi ketika penghuni rumah kontrakan mendengar suara ledakan dari bagian depan bangunan.
Saat keluar untuk memeriksa sumber suara, korban mendapati kobaran api telah muncul di sekitar pintu masuk rumah.
Api diduga berasal dari bom molotov yang dilemparkan oleh para pelaku.
Beruntung kobaran api tidak sampai meluas sehingga dapat segera ditangani sebelum membakar seluruh bangunan.
Meski demikian, insiden tersebut membuat para penghuni kontrakan mengalami kepanikan.
Tiga Pintu Rumah Mengalami Kerusakan
Akibat aksi tersebut, bagian depan rumah mengalami kerusakan cukup serius.
Polisi menyebut sedikitnya tiga pintu rumah mengalami kerusakan akibat terbakar dan diduga sempat didobrak oleh pelaku.
Selain itu, beberapa kaca jendela juga pecah sehingga memperlihatkan adanya unsur perusakan selain pelemparan bom molotov.
Seluruh kerusakan tersebut kini telah didokumentasikan sebagai bagian dari barang bukti dalam proses penyidikan.
Motif Diduga Berawal dari Perselisihan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga aksi teror tersebut dipicu persoalan dendam.
Informasi sementara menyebut perselisihan bermula saat para pihak terlibat dalam sebuah pesta minuman keras.
Konflik yang terjadi diduga berlanjut hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan terhadap rumah kontrakan korban.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami kronologi lengkap serta memastikan apakah terdapat motif lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Polisi Sita Bom Molotov hingga Senjata Tajam
Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya dua botol bekas bom molotov, satu botol berisi bensin yang diduga akan digunakan sebagai bahan bakar bom molotov, dua bilah parang, dua anak panah busur lengkap dengan pelontarnya, serta empat unit telepon genggam.
Barang bukti tersebut akan diperiksa lebih lanjut guna mengetahui keterkaitannya dengan aksi penyerangan.
Ditemukan Dugaan Barang Terkait Narkotika
Dalam proses penggeledahan, polisi juga menemukan sisa tembakau sintetis serta alat isap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.
Selain itu, petugas turut mengamankan beberapa barang lain yang kini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan.
Meski ditemukan barang-barang tersebut, kepolisian masih melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis dan status hukumnya.
Apabila terbukti berkaitan dengan tindak pidana narkotika, penyidik akan mengembangkan perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi Masih Dalami Peran Masing-masing Pelaku
Hingga kini, penyidik masih memeriksa secara intensif ketiga terduga pelaku guna mengetahui peran masing-masing dalam aksi penyerangan.
Polisi juga terus memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat.
Selain mengumpulkan keterangan saksi, aparat akan mencocokkan hasil pemeriksaan dengan barang bukti yang telah diamankan agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh.
Kepolisian memastikan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional untuk mengungkap motif, aktor utama, hingga kemungkinan adanya perencanaan sebelum aksi dilakukan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kekerasan maupun aksi main hakim sendiri berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.
Polisi mengimbau masyarakat menyelesaikan setiap perselisihan melalui jalur hukum serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
Editor : Muhammad Azlan Syah