RADARBONANG.ID – Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengembangkan penyelidikan terkait dugaan intimidasi yang diduga dialami dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha sebelum meninggal dunia.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik tidak hanya memeriksa sejumlah saksi, tetapi juga menjadwalkan pemanggilan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk dimintai klarifikasi terkait informasi yang muncul dalam proses penyelidikan.
Pihak kepolisian menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional dengan mengedepankan fakta, alat bukti, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi Masih Kumpulkan Fakta dan Keterangan Saksi
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung dan pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan secara bertahap.
Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai fakta untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang sedang diselidiki.
Ia menegaskan hasil pemeriksaan belum dapat disimpulkan karena seluruh rangkaian penyelidikan masih berjalan.
Kepolisian berkomitmen menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik setelah seluruh proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi selesai dilakukan.
Rekan Kerja Dokter Icha Turut Diperiksa
Selain saksi-saksi yang telah dimintai keterangan, penyidik juga akan memeriksa tenaga kesehatan yang bertugas bersama dr. Icha saat menjalani piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Pemeriksaan tersebut bertujuan melengkapi kronologi kejadian sekaligus memperoleh informasi mengenai situasi yang terjadi sebelum peristiwa tersebut.
Keterangan dari rekan kerja dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pekerjaan maupun aktivitas korban selama menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
Polisi Koordinasi dengan Rumah Sakit
Dalam proses pendalaman, Polres TTU juga berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan rekam medis serta informasi lain yang relevan mengenai kondisi kesehatan maupun kondisi psikologis almarhumah setelah insiden yang diduga menjadi sumber tekanan terhadap dirinya.
Seluruh data tersebut akan dipelajari sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Tiga Anggota DPRD TTU Akan Dimintai Klarifikasi
Salah satu langkah yang akan dilakukan penyidik adalah meminta klarifikasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Pemanggilan tersebut dilakukan karena nama mereka disebut dalam informasi yang tengah didalami penyidik terkait dugaan intimidasi terhadap dokter Icha.
Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan identitas ketiga anggota DPRD tersebut maupun materi yang akan didalami dalam proses klarifikasi.
Polisi menegaskan bahwa proses pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh keterangan secara menyeluruh dan tidak dapat diartikan sebagai penetapan pihak yang bersalah.
Ahli Pidana dan Psikologi Dilibatkan
Untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif, Polres TTU turut melibatkan ahli pidana dan ahli psikologi.
Kedua ahli tersebut akan membantu penyidik menganalisis apakah dugaan intimidasi yang sedang diselidiki memenuhi unsur tindak pidana berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap kesimpulan nantinya didasarkan pada analisis ilmiah, alat bukti, dan fakta yang berhasil dikumpulkan selama penyelidikan.
Kapolres TTU menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara profesional tanpa dipengaruhi opini yang berkembang di masyarakat.
Polisi Jaga Situasi Tetap Kondusif
Selain fokus pada penyelidikan, kepolisian juga mengambil langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polres TTU telah melakukan komunikasi dengan keluarga almarhumah agar mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh situasi.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif sehingga proses penyelidikan dapat berjalan secara optimal.
Koordinasi dengan DPRD dan IDI
Polisi juga berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara terkait laporan yang sebelumnya telah disampaikan keluarga korban kepada Badan Kehormatan DPRD.
Selain itu, komunikasi dilakukan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan kasus sekaligus mengetahui respons organisasi profesi terhadap dugaan intimidasi yang sedang diselidiki.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh informasi yang lebih komprehensif.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Polres TTU mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Kepolisian juga menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan agar tidak menjadikan kasus ini sebagai pemicu aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur hukum.
Hasil akhir penyelidikan nantinya akan disampaikan kepada publik setelah seluruh fakta, alat bukti, serta keterangan saksi selesai dianalisis oleh tim penyidik.
Editor : Muhammad Azlan Syah