RADARBONANG.ID – Kabar duka datang dari lingkungan akademik Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Seorang mahasiswa semester akhir berinisial S (25) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berada di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (27/6).
Peristiwa tersebut mengejutkan teman-teman korban maupun penghuni kos lainnya.
Mahasiswa jurusan Pariwisata itu diketahui masih beraktivitas hingga dini hari karena menyelesaikan skripsinya bersama seorang teman.
Begadang hingga Pukul 03.00 WIB
Berdasarkan informasi yang beredar melalui unggahan akun Instagram @jawatimurpopuler, korban masih mengerjakan skripsi hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah itu, ia memilih beristirahat di kamar kosnya.
Keesokan paginya, korban hendak dibangunkan. Namun, ia tidak memberikan respons sebagaimana biasanya.
Teman kos yang merasa khawatir kemudian memeriksa kondisi korban sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kejadian tersebut sontak membuat penghuni kos lainnya panik dan segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwenang.
Polisi Ungkap Kronologi Awal
Pamapta 1 Polres Tulungagung, Ipda Aiman Dzaky, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran awal, korban sebelumnya baru saja pulang dari kampus pada Jumat sore.
Setelah kembali ke tempat tinggalnya, korban diketahui melanjutkan aktivitas mengerjakan skripsi bersama rekannya hingga larut malam.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian untuk memastikan kronologi peristiwa serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar tempat kos.
Korban Memiliki Riwayat Penyakit Jantung
Dari hasil komunikasi dengan pihak keluarga, kepolisian memperoleh informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan aparat.
Hingga kini, pihak kepolisian belum menyampaikan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Karena itu, penyebab pasti meninggalnya korban tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari pihak berwenang.
Peristiwa Viral di Media Sosial
Meninggalnya mahasiswa semester akhir tersebut dengan cepat menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @jawatimurpopuler.
Unggahan tersebut dibanjiri ribuan respons dari warganet.
Banyak yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sementara sebagian lainnya menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani masa penyusunan skripsi.
Tidak sedikit mahasiswa yang mengaku pernah mengalami tekanan serupa ketika menyelesaikan tugas akhir.
Warganet Soroti Beban Mahasiswa Akhir
Kolom komentar dipenuhi berbagai pengalaman pribadi dari mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan skripsi.
Sebagian berharap dosen pembimbing dapat memberikan target dan tenggat waktu yang realistis agar mahasiswa tidak mengalami tekanan berlebihan.
Ada pula yang menceritakan pengalaman harus bergadang hingga dini hari demi mengejar revisi, seminar proposal, seminar hasil, hingga ujian komprehensif dalam waktu yang berdekatan.
Sejumlah komentar juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kondisi kesehatan fisik maupun mental mahasiswa.
Meski demikian, komentar-komentar tersebut merupakan pendapat pribadi warganet dan bukan bagian dari keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya korban.
Pengingat Penting bagi Mahasiswa
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa proses penyusunan skripsi memang kerap menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir.
Target penyelesaian studi, revisi yang berulang, hingga tekanan untuk segera lulus sering membuat mahasiswa mengorbankan waktu istirahat.
Padahal, menjaga pola tidur, mengatur waktu belajar, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta memerhatikan kondisi kesehatan merupakan bagian penting agar proses penyelesaian tugas akhir dapat dijalani secara optimal.
Bagi mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasi dengan tenaga medis dan menjaga kondisi tubuh menjadi hal yang tidak boleh diabaikan saat menghadapi aktivitas akademik yang padat.
Pihak kepolisian masih mendokumentasikan seluruh informasi terkait kejadian tersebut sesuai prosedur.
Sementara itu, keluarga, sahabat, dan civitas akademika UIN SATU Tulungagung turut berduka atas kepergian korban yang tengah berjuang menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Editor : Muhammad Azlan Syah