RADARBONANG.ID – Penguatan sistem Pembinaan Olahraga Nasional mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Rosan Perkasa Roeslani.
Dukungan ini diberikan seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan sistem pelatnas berkelanjutan serta skema anggaran multiyears untuk pembinaan atlet.
Langkah tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing olahraga Indonesia di tingkat internasional, sekaligus membangun fondasi prestasi jangka panjang yang lebih terstruktur.
PB PABSI Dukung Penuh Pembinaan Olahraga Nasional
PB PABSI menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem pembinaan atlet nasional.
Menurut Rosan, keberhasilan olahraga tidak bisa dicapai secara instan, melainkan melalui proses panjang yang konsisten dan terarah.
Ia menjelaskan bahwa PB PABSI telah lebih dulu menerapkan sistem pembinaan jangka panjang sejak 2015 melalui program pelatnas terpusat yang tidak memulangkan atlet ke daerah masing-masing.
Program ini mencakup pembinaan atlet usia muda hingga senior dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari latihan fisik, nutrisi, pembinaan mental, hingga pemanfaatan sport science secara berkelanjutan.
“Prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program,” ujar Rosan.
Pelatnas Jangka Panjang Jadi Kunci Prestasi Dunia
Menurut PB PABSI, sistem pelatnas jangka panjang telah memberikan dampak nyata terhadap prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.
Salah satu bukti paling menonjol adalah keberhasilan meraih medali emas Olimpiade 2024 di cabang angkat besi.
Selain itu, atlet Indonesia juga berhasil mencatat gelar juara dunia, memecahkan rekor dunia, serta meraih prestasi di ajang Asian Games.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan berkelanjutan mampu menghasilkan atlet yang kompetitif di level tertinggi.
“Pendekatan ini telah menunjukkan hasil nyata melalui berbagai capaian internasional,” tambah Rosan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi pembinaan yang dilakukan selama bertahun-tahun tanpa jeda, sehingga atlet dapat berkembang secara maksimal.
Akademi Olahraga Dinilai Penting untuk Regenerasi Atlet
Selain memperkuat pelatnas, PB PABSI juga menyambut positif rencana pemerintah dalam mengembangkan Akademi Olahraga.
Program ini dinilai strategis untuk memperluas pencarian bakat sejak usia dini dan mempercepat proses regenerasi atlet nasional.
Akademi Olahraga diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet masa depan Indonesia dengan sistem pembinaan yang lebih terarah dan terukur.
Rosan menegaskan bahwa negara-negara dengan prestasi olahraga tinggi umumnya telah memulai pembinaan sejak usia muda.
“Indonesia memiliki talenta luar biasa. Tantangannya adalah memastikan mereka mendapat pembinaan yang tepat dan berkelanjutan sejak awal,” ujarnya.
Dengan adanya akademi ini, diharapkan proses identifikasi bakat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Pembinaan Olahraga Nasional yang Lebih Inklusif
PB PABSI juga memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah terhadap olahraga disabilitas. Menurut Rosan, hal ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan merata.
Ia menegaskan bahwa Pembinaan Olahraga Nasional harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk atlet disabilitas.
“Setiap anak bangsa harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi,” tegasnya.
Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat memperluas potensi prestasi Indonesia di berbagai cabang olahraga.
Baca Juga: Bukan Cuma Romantis, Ini 7 Drama Korea Juni 2026 dengan Rating Tinggi dan Plot yang Bikin Ketagihan
Sinergi untuk Cetak Lebih Banyak Juara Dunia
Dengan dukungan pemerintah, PB PABSI optimistis sistem pembinaan olahraga nasional akan semakin kuat dan terstruktur.
Sinergi antara federasi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak lebih banyak atlet berprestasi di masa depan.
Jika sistem ini terus berjalan secara konsisten, Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak juara dunia dari berbagai cabang olahraga.
“Setiap anak bangsa harus punya kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tutup Rosan.
Editor : Muhammad Azlan Syah