RADARBONANG.ID – Kasus kekerasan dan penyekapan terhadap seorang wanita bernama Yuvita menggemparkan publik setelah kisahnya terungkap ke media sosial.
Korban yang dilaporkan hilang selama dua tahun itu akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh seorang pria bernama Taufik Hidayat.
Kisah memilukan ini kembali mencuat setelah keluarga korban hadir dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo pada Senin (22/6), di mana mereka mengungkap kronologi lengkap hilangnya Yuvita hingga kondisi saat ditemukan.
Hilang Perlahan, Keluarga Mulai Curiga
Menurut keterangan keluarga, Yuvita sebelumnya bekerja di sebuah pabrik makanan di Rancaekek sebelum kemudian dipindahkan ke wilayah Pastur.
Baca Juga: SpaceX Akuisisi Cursor Senilai Rp 980 Triliun untuk Perkuat Ambisi AI
Sejak saat itu, perubahan sikap mulai terlihat, terutama setelah ia mengenal seseorang yang diduga menjadi pelaku.
Kakak ipar korban, Melanie, mengaku mulai merasa ada kejanggalan ketika Yuvita tidak lagi memberi kabar dalam waktu yang cukup lama.
“Biasanya dia itu WA tiap hari, nanya ponakan, nanya kabar.
Tapi ini sebulan, dua bulan, sampai tiga bulan tidak ada kabar,” ungkap Melanie dalam podcast tersebut.
Kecurigaan semakin kuat ketika pihak keluarga mencoba mendatangi kosan korban di wilayah Pastur.
Namun, Yuvita sudah tidak lagi menempati kamar tersebut, meski sejumlah barang masih tertinggal.
Jejak yang Menghilang dan Upaya Pencarian
Keluarga sempat mengira Yuvita pergi ke Majalengka untuk bekerja. Namun, keraguan muncul karena korban biasanya tetap mengirimkan bantuan untuk keluarga, namun hal itu tidak lagi terjadi.
Afif, kakak kandung korban, kemudian mencoba mencari langsung ke tempat kerja yang disebutkan.
Namun, saat dicek ke kantor, pihak keamanan dan rekan kerja menyebut Yuvita sudah tidak bekerja sejak sekitar empat bulan sebelumnya.
Dari titik ini, keluarga mulai melakukan pencarian lebih serius, termasuk menyebarkan informasi dan mencoba memviralkan kasus tersebut di media sosial.
Namun, upaya itu disebut sering mendapat hambatan karena adanya dugaan intimidasi dari pelaku yang menggunakan identitas korban.
Momen Viral dan Kontak Aneh dari Korban
Upaya keluarga memviralkan kasus akhirnya membuahkan hasil ketika unggahan mereka menyebar luas di media sosial.
Namun, tidak lama setelah itu, keluarga justru menerima telepon dari Yuvita sendiri yang terdengar marah dan meminta unggahan tersebut dihapus.
“Pokoknya hapus postingannya,” ujar Yuvita dalam percakapan telepon yang diungkap keluarga.
Namun keluarga tetap meminta Yuvita untuk pulang jika ingin seluruh unggahan dihapus, menandakan adanya situasi yang tidak biasa dalam komunikasi tersebut.
Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan
Kejadian semakin memilukan ketika Yuvita akhirnya ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Afif menjelaskan bahwa korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh pelaku dan penjaga kos menggunakan kendaraan daring.
Namun, saat diperiksa dokter, kondisi luka-luka korban menimbulkan kecurigaan karena tidak sesuai dengan keterangan awal yang diberikan.
Korban disebut mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk kondisi hidung yang bengkok, kerusakan pada mata, serta infeksi parah di kepala hingga ditemukan adanya belatung.
Selain kekerasan fisik, korban juga diduga mengalami tekanan psikologis berat selama masa penyekapan.
Pengakuan Korban dan Kondisi Psikis
Dalam percakapan video dengan Denny Sumargo, Yuvita mengungkapkan rasa sakit dan trauma yang dialaminya selama ini.
Ia juga menyampaikan harapan agar pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya pengen dia ketangkap biar bisa ngerasain apa yang saya rasain,” ungkap Yuvita.
Meski begitu, korban juga menunjukkan keinginan untuk kembali menjalani hidup normal, termasuk bekerja atau berjualan dari rumah jika kondisi fisiknya memungkinkan.
Harapan Keluarga: Pelaku Segera Ditangkap
Keluarga korban mengaku sangat terpukul atas kondisi Yuvita saat ini.
Mereka berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang hingga kini masih buron.
Afif bahkan menyampaikan emosi dan kekecewaannya atas kejadian yang menimpa adiknya, serta berharap keadilan dapat ditegakkan.
“Saya pengin dia ngerasain apa yang adik saya rasain,” ujarnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Romantis, Ini 7 Drama Korea Juni 2026 dengan Rating Tinggi dan Plot yang Bikin Ketagihan
Perawatan Intensif dan Dukungan Publik
Saat ini, Yuvita masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi luka yang memerlukan penanganan jangka panjang.
Biaya pengobatan yang besar menjadi tantangan tambahan bagi keluarga.
Pihak keluarga berharap adanya dukungan dari masyarakat agar proses pemulihan Yuvita dapat berjalan lebih baik, sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini.
Kasus ini menjadi sorotan luas publik dan kembali mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan serta respons cepat terhadap laporan orang hilang.
Editor : Muhammad Azlan Syah