RADARBONANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mencari terobosan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, khususnya wilayah kepulauan yang selama ini masih bergantung pada transportasi laut konvensional.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah dijajaki adalah kerja sama internasional dengan Kota St. Petersburg, Rusia, dalam pengembangan kapal cepat berteknologi hydrofoil.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem transportasi laut di Jawa Timur sekaligus mendukung pengembangan jaringan Trans Jatim berbasis konektivitas antarpulau.
Salah satu rute yang masuk dalam kajian awal adalah jalur Probolinggo–Gili Ketapang yang memiliki potensi besar untuk menunjang mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Hydrofoil, Teknologi Kapal Cepat yang Mampu "Terbang" di Atas Air
Hydrofoil merupakan teknologi kapal yang menggunakan sayap khusus di bawah lambung kapal.
Saat kapal melaju dengan kecepatan tertentu, sayap tersebut menghasilkan gaya angkat sehingga sebagian badan kapal terangkat dari permukaan air.
Kondisi ini membuat hambatan air berkurang secara signifikan sehingga kapal dapat melaju lebih cepat dibandingkan kapal konvensional.
Selain meningkatkan kecepatan, teknologi hydrofoil juga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang karena mampu mengurangi guncangan akibat gelombang laut.
Karakteristik tersebut dinilai sangat sesuai untuk diterapkan di Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan membutuhkan moda transportasi laut yang cepat, aman, dan efisien.
Khofifah: Sangat Cocok untuk Negara Kepulauan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai teknologi hydrofoil dari Rusia memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai wilayah perairan Indonesia.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan inovasi transportasi yang mampu mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
Dengan kemampuan melaju lebih cepat di atas permukaan air, kapal hydrofoil diyakini dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur laut sebagai sarana mobilitas utama.
Tak hanya untuk transportasi penumpang, teknologi tersebut juga berpotensi mendukung distribusi logistik sehingga rantai pasok barang ke wilayah kepulauan dapat berlangsung lebih efisien.
ITS Surabaya Dilibatkan dalam Transfer Teknologi
Dalam pengembangan proyek ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak berjalan sendiri.
Pemprov menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mendukung aspek penelitian, pengembangan, serta transfer teknologi.
Keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting agar kerja sama tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga membuka peluang penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia lokal.
Melalui kolaborasi tersebut, akademisi dan peneliti Indonesia diharapkan dapat mempelajari sistem desain, operasional, hingga pengembangan kapal hydrofoil yang telah lama digunakan di Rusia.
Hasil studi kelayakan awal yang dilakukan bersama disebut menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan untuk direalisasikan pada tahap berikutnya.
Kerja Sama Strategis Jatim dan St. Petersburg
Sebagai langkah awal, kedua pihak tengah mempersiapkan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) yang menjadi dasar pertukaran data dan informasi teknis dalam proses pengembangan proyek.
Kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi pembahasan lebih lanjut mengenai aspek investasi, teknologi, hingga peluang kerja sama industri maritim yang lebih luas.
Kerja sama ini juga menjadi salah satu bentuk hubungan internasional daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan melalui pemanfaatan teknologi dan pengalaman dari negara lain.
Rusia Siap Buka Peluang Bisnis dan Investasi
Ketua Dewan Legislatif St. Petersburg, Alexander N. Belsky, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.
Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk membuka ruang kerja sama yang produktif bagi perusahaan dan pelaku industri dari kedua negara.
Menurutnya, pengembangan teknologi transportasi laut tidak hanya akan memberikan manfaat bagi sektor mobilitas masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Kerja sama tersebut juga berpotensi memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang industri maritim serta transportasi publik.
Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Jika terealisasi, kehadiran kapal hydrofoil diyakini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Rute-rute laut yang selama ini membutuhkan waktu perjalanan relatif lama dapat ditempuh lebih cepat, sehingga meningkatkan aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga berpeluang memperoleh manfaat besar.
Kawasan wisata bahari seperti Gili Ketapang berpotensi semakin mudah dijangkau wisatawan karena waktu perjalanan yang lebih singkat dan nyaman.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tentu akan memberikan efek berantai terhadap sektor usaha lokal, mulai dari transportasi, kuliner, penginapan, hingga pelaku UMKM.
Menuju Era Baru Transportasi Laut Jawa Timur
Rencana pengembangan kapal hydrofoil menjadi salah satu langkah ambisius Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi.
Dengan dukungan teknologi Rusia serta keterlibatan ITS Surabaya dalam proses transfer pengetahuan, proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan armada kapal cepat, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi maritim dalam negeri.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Jawa Timur berpeluang menjadi salah satu daerah pelopor penggunaan transportasi laut hydrofoil di Indonesia.
Kehadiran moda transportasi ini tidak hanya memperkuat konektivitas antarpulau, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan pariwisata di masa depan.
Editor : Muhammad Azlan Syah