RADARBONANG.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah mempersiapkan program pelatihan khusus bagi puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebelum resmi menjalankan tugas di daerah masing-masing, mereka diwajibkan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan atau Komcad.
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari pembentukan karakter, peningkatan disiplin, serta penguatan wawasan kebangsaan bagi para peserta yang nantinya akan menjadi ujung tombak pengelolaan program strategis pemerintah di tingkat desa dan kawasan pesisir.
Kementerian Pertahanan memastikan seluruh tahapan saat ini masih berada dalam proses persiapan. Berbagai fasilitas pendidikan militer di sejumlah daerah telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut.
Digelar di 67 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memanfaatkan 67 satuan pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pemanfaatan satuan pendidikan yang tersebar di berbagai daerah bertujuan agar proses pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh peserta dari berbagai provinsi.
Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang, pelaksanaan pelatihan membutuhkan kesiapan infrastruktur, tenaga pelatih, hingga sistem koordinasi yang matang agar seluruh proses dapat berlangsung sesuai target.
Kemhan menilai langkah ini penting untuk memastikan para calon pengelola memiliki kesiapan mental dan kedisiplinan yang memadai sebelum mengemban tanggung jawab besar di lapangan.
Latihan Dasar Kemiliteran Selama 30 Hari
Berbeda dengan program Komcad yang pernah diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan durasi sekitar satu setengah bulan, pelatihan bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan berlangsung selama 30 hari.
Dalam periode tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kedisiplinan, bela negara, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga wawasan kebangsaan.
Pemerintah berharap materi tersebut mampu membentuk karakter pengelola yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Setelah menyelesaikan pelatihan dasar kemiliteran, peserta tidak langsung diterjunkan ke lapangan. Mereka masih harus mengikuti tahapan pembekalan lanjutan yang berfokus pada aspek teknis dan manajerial.
Dilanjutkan Pelatihan Manajerial Selama 15 Hari
Selain pembentukan karakter dan kedisiplinan, kemampuan mengelola organisasi dan program ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian utama pemerintah.
Karena itu, setelah menjalani Latsarmil selama 30 hari, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait.
Pelatihan ini akan memberikan bekal mengenai tata kelola koperasi, pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi pengembangan kawasan nelayan yang berkelanjutan.
Dengan kombinasi pelatihan kedisiplinan dan manajerial, pemerintah berharap lahir sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha, tetapi juga memiliki integritas serta kepemimpinan yang kuat.
Sebanyak 35.476 Orang Akan Mengikuti Program
Kementerian Pertahanan mencatat jumlah peserta yang akan mengikuti program ini mencapai 35.476 orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 peserta berasal dari calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, sebanyak 5.476 peserta lainnya merupakan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang akan bertugas mendukung pengembangan kawasan pesisir dan sektor perikanan nasional.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan skala program yang cukup besar dan menjadi salah satu agenda pengembangan sumber daya manusia terbesar yang melibatkan unsur pertahanan dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Diharapkan Jadi Agen Perubahan di Desa dan Kawasan Pesisir
Program Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa dan pesisir.
Baca Juga: Saat Emas Tak Bisa Menghilangkan Dahaga, Mengapa Lebah dan Air Bersih Menjadi Kekayaan Sesungguhnya?
Karena itu, para pengelola yang nantinya bertugas diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian daerah.
Pemerintah menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Melalui pelatihan Komcad ini, para peserta diharapkan memiliki kombinasi kemampuan yang lengkap, mulai dari disiplin kerja, jiwa kepemimpinan, semangat bela negara, hingga kompetensi manajerial yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi maupun kawasan nelayan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, ribuan pengelola tersebut akan menjadi bagian penting dalam menjalankan program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga wilayah pesisir di seluruh Indonesia.
Editor : Muhammad Azlan Syah