RADARBONAG.ID – Persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026 mulai memasuki tahap penting.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan persaingan yang semakin ketat di tingkat Asia, pemerintah tetap menunjukkan optimisme tinggi terhadap peluang atlet Merah Putih meraih prestasi membanggakan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada atlet nasional yang akan tampil pada Asian Games 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Erick mengakui bahwa anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan Asian Games 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Pengganti
Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan utama atlet agar persiapan menuju ajang olahraga terbesar di Asia tersebut tidak terganggu.
Anggaran Pelatnas Turun Lebih dari 70 Persen
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam persiapan Asian Games 2026 adalah besaran anggaran yang tersedia untuk pembinaan atlet.
Berdasarkan data yang disampaikan Menpora, anggaran pelatnas untuk Asian Games 2022 mencapai sekitar Rp389,8 miliar.
Sementara untuk persiapan menuju Asian Games 2026, dana yang tersedia saat ini berada di kisaran Rp81 miliar.
Penurunan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, federasi olahraga, serta para pelatih yang bertanggung jawab mempersiapkan atlet.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam mendukung keberangkatan dan kebutuhan dasar para atlet.
“Alokasi anggaran untuk keberangkatan kontingen tetap terjaga dan diprioritaskan,” jelas Erick dalam rapat kerja tersebut.
Menurutnya, pemerintah akan berupaya memastikan bahwa keterbatasan dana tidak menghambat peluang Indonesia untuk tetap bersaing di level Asia.
Indonesia Bidik Empat Medali Emas
Dalam rapat tersebut, Erick juga mengungkap target resmi Indonesia pada Asian Games 2026.
Jika pada Asian Games 2022 Indonesia berhasil membawa pulang tujuh medali emas, maka untuk edisi mendatang target yang ditetapkan adalah empat medali emas.
Penyesuaian target tersebut bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, melainkan adanya perubahan nomor pertandingan yang dipertandingkan pada Asian Games 2026.
Menurut Erick, terdapat tiga nomor yang sebelumnya menjadi penyumbang peluang medali emas Indonesia kini tidak lagi masuk dalam daftar pertandingan resmi.
Ketiga nomor tersebut berasal dari cabang olahraga menembak dan traditional boat race.
Nomor yang dihapus meliputi:
- 10 meter running target
- 10 meter running target mixed
- Traditional boat race
Dengan hilangnya tiga nomor tersebut, peluang perolehan medali emas Indonesia otomatis mengalami penyesuaian.
“Pada Asian Games sebelumnya kita memperoleh tujuh emas. Namun kini ada tiga nomor yang tidak lagi dipertandingkan sehingga target realistis yang kita pasang adalah empat medali emas,” ujar Erick.
Strategi Baru Disiapkan Bersama KONI dan KOI
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak bekerja sendiri.
Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai cabang olahraga, termasuk melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia.
Berbagai pertemuan telah dilakukan guna menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Pembahasan mencakup pemetaan peluang medali, penguatan program pelatnas, peningkatan kualitas pelatih, hingga strategi menghadapi negara-negara kuat yang selama ini mendominasi perolehan medali di Asia.
Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi olahraga nasional, guna membantu mendukung kebutuhan atlet selama masa persiapan.
Atlet dan Pelatih Tetap Jadi Prioritas
Erick menegaskan bahwa keberhasilan olahraga Indonesia tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kualitas pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, perhatian terhadap atlet dan pelatih tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Menurutnya, para atlet yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan dedikasi demi membawa nama Indonesia layak mendapatkan dukungan terbaik.
Hal yang sama juga berlaku bagi para pelatih yang berperan penting dalam membentuk performa atlet selama masa persiapan.
Pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan mereka.
Apresiasi untuk Tokoh-Tokoh Olahraga Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh nasional yang aktif mendukung pembinaan olahraga Indonesia.
Salah satu nama yang disebut adalah Rosan Roeslani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia.
Selain itu, Erick turut menyoroti kontribusi Yenny Wahid dalam pengembangan olahraga panjat tebing nasional.
Menurutnya, keterlibatan berbagai tokoh dari beragam latar belakang dapat memperkuat sistem pembinaan olahraga Indonesia dan memperbesar peluang meraih prestasi di berbagai ajang internasional.
Menjaga Tradisi Prestasi Indonesia
Asian Games 2026 akan menjadi ujian penting bagi olahraga Indonesia.
Persaingan diperkirakan semakin ketat karena banyak negara Asia terus meningkatkan investasi mereka dalam pembinaan atlet.
Namun Indonesia tetap memiliki modal besar berupa pengalaman, talenta atlet yang melimpah, serta dukungan masyarakat yang tinggi terhadap olahraga nasional.
Dengan strategi yang tepat, pembinaan yang berkelanjutan, serta kerja sama seluruh pihak terkait, pemerintah optimistis target empat medali emas bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Bagi Indonesia, Asian Games bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kualitas atlet nasional sekaligus menjaga tradisi prestasi di panggung olahraga Asia.