RADARBONAG.ID — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang penyandang disabilitas di Banjarmasin menjadi perhatian publik setelah terduga pelaku hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Belitung Darat, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Keluarga korban mengaku kecewa karena proses mediasi yang sempat dilakukan tidak membuahkan hasil, sementara pelaku belum berhasil diamankan.
Korban diketahui bernama Iwan Rahmadi, warga Jalan Belitung Darat Gang H Thalib, Banjarmasin.
Ia mengalami luka cukup serius di bagian hidung setelah diduga menjadi korban penganiayaan pada Jumat sore, 8 Mei 2026.
Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan dan menerima empat jahitan di puskesmas setempat.
Diduga Berawal dari Salah Paham
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan penganiayaan bermula saat seorang pria berinisial A datang ke lokasi untuk mencari seseorang berinisial P.
Pria tersebut diduga memiliki persoalan utang piutang dengan orang yang dicarinya.
Namun karena tidak menemukan orang tersebut, situasi kemudian memanas dan berujung pada dugaan penganiayaan terhadap Iwan Rahmadi.
Insiden itu membuat korban mengalami luka fisik yang cukup serius dan memicu perhatian warga sekitar.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan secara resmi ke Polsek Banjarmasin Barat pada Minggu, 10 Mei 2026.
Laporan telah diterima dan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Banjarmasin Barat.
Polisi Masih Lakukan Pengejaran
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Indra Permadi, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap penyandang disabilitas tersebut.
Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Untuk pelaku masih dalam pengejaran. Selain itu, petugas juga melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar pelaku mau menyerahkan diri,” ujarnya.
Hingga Sabtu, 23 Mei 2026, keluarga korban menyebut pelaku masih belum berhasil diamankan aparat.
Kondisi ini membuat pihak keluarga merasa kecewa dan berharap kepolisian dapat segera menuntaskan kasus tersebut.
Mediasi Berakhir Tanpa Kesepakatan
Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa sempat dilakukan upaya mediasi terkait kasus tersebut.
Namun proses mediasi disebut berakhir buntu dan tidak menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Karena itu, keluarga berharap proses hukum tetap berjalan hingga pelaku dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.
Mereka juga meminta adanya perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang melibatkan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Perlindungan Difabel Jadi Sorotan
Kasus dugaan penganiayaan terhadap penyandang disabilitas ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait perlindungan hak-hak kelompok difabel di lingkungan sosial.
Banyak pihak menilai kelompok penyandang disabilitas masih rentan menjadi korban kekerasan maupun diskriminasi.
Peristiwa di Banjarmasin ini pun menjadi pengingat pentingnya perlindungan hukum dan rasa aman bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Selain itu, publik juga berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat agar kasus serupa tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Hingga kini, proses pencarian terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan pihak kepolisian.