Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mahasiswa Tingkat Akhir di Sumba Tewas Tertembak Senapan Angin, Pelaku Mengaku Hanya Bercanda

Ika Nur Jannah • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:41 WIB
Sebuah candaan berujung tragedi. Mahasiswa tingkat akhir di Sumba tewas setelah tertembak senapan angin (Sumber Foto: Pinterest)
Sebuah candaan berujung tragedi. Mahasiswa tingkat akhir di Sumba tewas setelah tertembak senapan angin (Sumber Foto: Pinterest)

RADARBONAG.ID - Seorang mahasiswa tingkat akhir Universitas Stella Maris Sumba bernama Mario Marselino Kurra (24) meninggal dunia setelah tertembak senapan angin di bagian dada kanan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah korban yang berada di Desa Tena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (22/5) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kasus ini langsung mengundang perhatian masyarakat karena korban diketahui masih aktif menjalani pendidikan dan sedang berada di semester akhir kuliahnya.

Pelaku Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kepolisian setempat telah menetapkan seorang pria berinisial ABK (20) sebagai tersangka dalam kasus penembakan tersebut.

Baca Juga: Apple Buka Peluang Google Cast Masuk ke iPhone Mulai iOS 27, AirPlay Tak Lagi Jadi Satu-Satunya Pilihan

Kapolres Sumba Barat Daya Harianto Rantesalu melalui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya Yakobus K Sanam menjelaskan kronologi kejadian yang berujung maut itu.

Menurut polisi, peristiwa bermula ketika pelaku mendatangi kios milik keluarga korban untuk membeli rokok.

Saat itu, pelaku dilayani oleh adik korban yang berada di dalam kios keluarga tersebut.

Candaan Berujung Penembakan

Setelah keluar dari kios, pelaku bertemu dengan korban yang sedang berada di depan rumah.

Dalam pertemuan itu disebut terjadi percakapan bercanda antara korban dan pelaku.

Polisi menyebut korban sempat melontarkan kalimat kelakar kepada pelaku.

“Korban sempat mengeluarkan kalimat bercanda atau kelakar, ‘coba ko tembak saya di bagian dada’,” ujar Iptu Yakobus seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun, candaan tersebut justru berubah menjadi tragedi ketika pelaku langsung mengokang senapan angin miliknya dan melepaskan satu tembakan ke arah korban.

Peluru mengenai dada kanan korban hingga membuatnya langsung jatuh ke tanah.

Keluarga Panik dan Langsung Bawa Korban ke Rumah Sakit

Teriakan dari depan rumah membuat keluarga korban yang berada di bagian belakang rumah langsung panik.

Ayah korban, Petrus Ngongo Kurra, bersama paman korban Lambertus Gaina Bara dan ibu angkat korban Yuliana Rambi segera berlari menuju lokasi kejadian setelah mendengar keributan.

Melihat kondisi korban yang kritis akibat luka tembak di bagian dada, keluarga bersama pelaku langsung membawa Mario ke RS Karitas Weetabula untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Tim medis rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Pelaku Langsung Serahkan Diri ke Polisi

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, pelaku ABK langsung menyerahkan diri ke Polsek Loura.

Polisi menyebut pelaku bersikap kooperatif dan kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini masih terus didalami aparat kepolisian guna mengetahui secara lengkap unsur pidana dan kronologi kejadian.

Senapan Angin Kembali Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap penggunaan senapan angin di masyarakat.

Meski sering dianggap sebagai alat olahraga atau berburu, senapan angin tetap memiliki potensi mematikan apabila digunakan secara sembarangan.

Luka tembak pada bagian vital tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ serius hingga berujung kematian, seperti yang terjadi pada korban.

Baca Juga: Rupiah Menguat Setelah Trump Sebut Negosiasi AS dan Iran Berjalan Konstruktif, Harga Minyak Ikut Turun

Karena itu, banyak pihak mengingatkan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan senapan angin agar tidak disalahgunakan.

Tragedi yang Berawal dari Candaan

Kasus meninggalnya Mario Marselino Kurra menjadi pengingat bahwa candaan yang melibatkan benda berbahaya dapat berujung fatal.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun lingkungan kampus tempat korban menempuh pendidikan.

Di sisi lain, tragedi ini juga memperlihatkan bagaimana tindakan spontan tanpa pertimbangan dapat mengubah sebuah candaan menjadi insiden maut dalam hitungan detik.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#mahasiswa tewas ditembak #Sumba Barat Daya #senapan angin #Universitas Stella Maris Sumba #kasus penembakan