Pesawat EasyJet Dialihkan ke Roma Setelah Ditemukan Power Bank Mengisi Daya di Bagasi Penumpang

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Selasa, 26 Mei 2026 | 11:13 WIB
Sebuah penerbangan EasyJet terpaksa dialihkan ke Roma gara-gara power bank yang sedang dicas di bagasi penumpang (Sumber Foto: Pinterest)
Sebuah penerbangan EasyJet terpaksa dialihkan ke Roma gara-gara power bank yang sedang dicas di bagasi penumpang (Sumber Foto: Pinterest)

RADARBONAG.ID - Sebuah penerbangan milik EasyJet terpaksa dialihkan ke Roma, Italia, setelah ditemukan adanya power bank dalam kondisi sedang mengisi daya di dalam bagasi penumpang.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (19/5) dalam penerbangan EZY2618 yang awalnya terbang dari Hurghada, Mesir, menuju Luton, Inggris.

Pengalihan rute dilakukan setelah awak kabin menerima laporan dari seorang penumpang wanita yang mengaku memiliki power bank yang sedang diisi daya di dalam koper bagasi terdaftar.

Situasi itu langsung dianggap serius karena melanggar aturan keselamatan penerbangan internasional terkait penggunaan dan penyimpanan baterai lithium di pesawat.

Baca Juga: Rupiah Menguat Setelah Trump Sebut Negosiasi AS dan Iran Berjalan Konstruktif, Harga Minyak Ikut Turun

Power Bank Dilarang Masuk Bagasi Terdaftar

Dalam aturan penerbangan internasional, power bank termasuk barang yang tidak diperbolehkan ditempatkan di bagasi terdaftar, terutama jika sedang digunakan atau dalam proses pengisian daya.

Hal ini disebabkan baterai lithium memiliki risiko tinggi mengalami overheating, korsleting, hingga kebakaran apabila rusak atau digunakan tanpa pengawasan.

Karena bagasi terdaftar berada di ruang kargo yang tidak mudah dipantau selama penerbangan, potensi kebakaran dari baterai lithium dianggap sangat berbahaya.

Jika api muncul di area bagasi yang tertutup, kebakaran dapat berkembang dengan cepat sebelum sempat terdeteksi awak pesawat.

Kapten Putuskan Mendarat Darurat di Roma

Sebagai langkah pencegahan, kapten penerbangan memutuskan untuk mengalihkan pesawat menuju Bandara Bandara Roma Fiumicino sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

Keputusan tersebut diambil meski tidak ditemukan kebakaran maupun gangguan teknis lainnya di dalam pesawat.

Maskapai menegaskan langkah pengalihan dilakukan semata-mata demi meminimalkan risiko terhadap keselamatan penumpang dan awak kabin.

“Keselamatan penumpang dan awak pesawat merupakan prioritas utama EasyJet, dan EasyJet mengoperasikan armada pesawatnya dengan mematuhi sepenuhnya semua pedoman dari produsen,” bunyi pernyataan resmi EasyJet yang dikutip dari BBC, Senin (25/5/2026).

Penumpang Mengalami Keterlambatan Penerbangan

Akibat pengalihan rute tersebut, penerbangan mengalami keterlambatan sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.

EasyJet juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami ingin meminta maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pengalihan rute dan keterlambatan yang terjadi,” lanjut pernyataan maskapai.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh penumpang dan awak dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Bahaya Baterai Lithium di Pesawat Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menyoroti bahaya penggunaan baterai lithium di dalam pesawat.

Power bank modern umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang memang memiliki kepadatan energi tinggi, tetapi juga berisiko mengalami thermal runaway atau peningkatan suhu ekstrem secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut dapat memicu asap, ledakan kecil, bahkan kebakaran apabila baterai mengalami kerusakan fisik, tekanan, atau korsleting listrik.

Karena itu, sebagian besar maskapai dunia mewajibkan penumpang membawa power bank di kabin agar lebih mudah dipantau selama penerbangan.

Aturan Penerbangan Soal Power Bank Semakin Ketat

Banyak maskapai internasional kini memperketat aturan terkait barang elektronik yang mengandung baterai lithium.

Selain melarang penyimpanan power bank di bagasi terdaftar, sejumlah maskapai juga membatasi kapasitas baterai tertentu yang boleh dibawa penumpang.

Penumpang biasanya diwajibkan menyimpan power bank di tas kabin dan tidak menggunakannya secara sembarangan selama penerbangan.

Aturan tersebut dibuat untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Apple Buka Peluang Google Cast Masuk ke iPhone Mulai iOS 27, AirPlay Tak Lagi Jadi Satu-Satunya Pilihan

Insiden Jadi Pengingat Penting bagi Penumpang

Peristiwa pengalihan pesawat EasyJet ini menjadi pengingat penting bagi penumpang agar memahami aturan keselamatan penerbangan sebelum bepergian.

Banyak penumpang masih belum menyadari bahwa power bank termasuk kategori barang berisiko tinggi jika tidak disimpan dengan benar.

Padahal, satu perangkat kecil yang tampak sepele dapat memicu ancaman serius terhadap keselamatan seluruh penerbangan.

Karena itu, maskapai dan otoritas penerbangan terus mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan terkait barang elektronik dan baterai lithium saat bepergian menggunakan pesawat udara.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : travel.kompas.com
EasyJet power bank di pesawat penerbangan dialihkan baterai lithium keselamatan penerbangan