RADARBONAG.ID - Sebuah penerbangan milik EasyJet terpaksa dialihkan ke Roma, Italia, setelah ditemukan adanya power bank dalam kondisi sedang mengisi daya di dalam bagasi penumpang.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (19/5) dalam penerbangan EZY2618 yang awalnya terbang dari Hurghada, Mesir, menuju Luton, Inggris.
Pengalihan rute dilakukan setelah awak kabin menerima laporan dari seorang penumpang wanita yang mengaku memiliki power bank yang sedang diisi daya di dalam koper bagasi terdaftar.
Situasi itu langsung dianggap serius karena melanggar aturan keselamatan penerbangan internasional terkait penggunaan dan penyimpanan baterai lithium di pesawat.
Power Bank Dilarang Masuk Bagasi Terdaftar
Dalam aturan penerbangan internasional, power bank termasuk barang yang tidak diperbolehkan ditempatkan di bagasi terdaftar, terutama jika sedang digunakan atau dalam proses pengisian daya.
Hal ini disebabkan baterai lithium memiliki risiko tinggi mengalami overheating, korsleting, hingga kebakaran apabila rusak atau digunakan tanpa pengawasan.
Karena bagasi terdaftar berada di ruang kargo yang tidak mudah dipantau selama penerbangan, potensi kebakaran dari baterai lithium dianggap sangat berbahaya.
Jika api muncul di area bagasi yang tertutup, kebakaran dapat berkembang dengan cepat sebelum sempat terdeteksi awak pesawat.
Kapten Putuskan Mendarat Darurat di Roma
Sebagai langkah pencegahan, kapten penerbangan memutuskan untuk mengalihkan pesawat menuju Bandara Bandara Roma Fiumicino sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Keputusan tersebut diambil meski tidak ditemukan kebakaran maupun gangguan teknis lainnya di dalam pesawat.
Maskapai menegaskan langkah pengalihan dilakukan semata-mata demi meminimalkan risiko terhadap keselamatan penumpang dan awak kabin.
“Keselamatan penumpang dan awak pesawat merupakan prioritas utama EasyJet, dan EasyJet mengoperasikan armada pesawatnya dengan mematuhi sepenuhnya semua pedoman dari produsen,” bunyi pernyataan resmi EasyJet yang dikutip dari BBC, Senin (25/5/2026).
Penumpang Mengalami Keterlambatan Penerbangan
Akibat pengalihan rute tersebut, penerbangan mengalami keterlambatan sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
EasyJet juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami ingin meminta maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pengalihan rute dan keterlambatan yang terjadi,” lanjut pernyataan maskapai.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh penumpang dan awak dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Bahaya Baterai Lithium di Pesawat Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti bahaya penggunaan baterai lithium di dalam pesawat.
Power bank modern umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang memang memiliki kepadatan energi tinggi, tetapi juga berisiko mengalami thermal runaway atau peningkatan suhu ekstrem secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut dapat memicu asap, ledakan kecil, bahkan kebakaran apabila baterai mengalami kerusakan fisik, tekanan, atau korsleting listrik.
Karena itu, sebagian besar maskapai dunia mewajibkan penumpang membawa power bank di kabin agar lebih mudah dipantau selama penerbangan.
Aturan Penerbangan Soal Power Bank Semakin Ketat
Banyak maskapai internasional kini memperketat aturan terkait barang elektronik yang mengandung baterai lithium.
Selain melarang penyimpanan power bank di bagasi terdaftar, sejumlah maskapai juga membatasi kapasitas baterai tertentu yang boleh dibawa penumpang.
Penumpang biasanya diwajibkan menyimpan power bank di tas kabin dan tidak menggunakannya secara sembarangan selama penerbangan.
Aturan tersebut dibuat untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Insiden Jadi Pengingat Penting bagi Penumpang
Peristiwa pengalihan pesawat EasyJet ini menjadi pengingat penting bagi penumpang agar memahami aturan keselamatan penerbangan sebelum bepergian.
Banyak penumpang masih belum menyadari bahwa power bank termasuk kategori barang berisiko tinggi jika tidak disimpan dengan benar.
Padahal, satu perangkat kecil yang tampak sepele dapat memicu ancaman serius terhadap keselamatan seluruh penerbangan.
Karena itu, maskapai dan otoritas penerbangan terus mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan terkait barang elektronik dan baterai lithium saat bepergian menggunakan pesawat udara.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : travel.kompas.com