Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Trump Klaim Perundingan dengan Iran Hampir Rampung, Analis Prediksi Posisi Netanyahu Bisa Melemah

Ika Nur Jannah • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:49 WIB
Kesepakatan damai AS dan Iran disebut bisa mengguncang strategi politik Netanyahu di Timur Tengah (Sumber Foto: Instagram @b.netanyahu)
Kesepakatan damai AS dan Iran disebut bisa mengguncang strategi politik Netanyahu di Timur Tengah (Sumber Foto: Instagram @b.netanyahu)

 

RADARBONAG.ID - Ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membentuk tatanan baru di Timur Tengah disebut terancam menghadapi hambatan besar apabila Amerika Serikat berhasil mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Sejumlah analis politik internasional menilai langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendorong perdamaian dengan Iran berpotensi meruntuhkan strategi utama Netanyahu yang selama ini bertumpu pada narasi ancaman dari Teheran.

Perkembangan tersebut mencuat setelah Trump mengumumkan pada Minggu (25/5) bahwa perjanjian damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan kini memasuki tahap akhir pembahasan.

Baca Juga: Waspada Obat Herbal Ilegal, BPOM Ungkap Kandungan Berbahaya yang Bisa Picu Stroke hingga Kematian

Pernyataan itu langsung memicu perhatian dunia internasional karena dapat membawa perubahan besar terhadap dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Iran Selama Ini Jadi Bagian Strategi Netanyahu

Selama bertahun-tahun, Netanyahu dikenal menjadikan Iran sebagai salah satu fokus utama dalam kebijakan keamanan dan politik luar negeri Israel.

Pemerintah Israel berulang kali menyuarakan kekhawatiran terhadap program nuklir Iran serta pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Narasi ancaman dari Iran juga selama ini dianggap menjadi salah satu faktor penting yang membantu Netanyahu mempertahankan dukungan politik domestik sekaligus membangun legitimasi terhadap berbagai operasi militer Israel.

Karena itu, jika hubungan Amerika Serikat dan Iran mulai membaik, posisi politik Netanyahu dinilai bisa menjadi lebih rumit.

Analis Sebut Kesepakatan Damai Bisa Perkuat Iran

Peneliti senior di Stimson Center, Barbara Slavin, mengatakan kesepakatan damai antara AS dan Iran justru dapat memperkuat legitimasi pemerintah Iran di mata internasional.

Menurutnya, peluang perubahan rezim di Teheran juga akan semakin kecil apabila hubungan Iran dengan Barat mulai membaik.

“Jadi Netanyahu tersisa untuk pergi berperang, untuk gagal mencapai semua tujuannya,” kata Slavin.

Ia menilai kondisi tersebut membuat Israel akan semakin sulit menggunakan ancaman Iran sebagai alasan untuk membenarkan langkah militer tertentu di kawasan.

Netanyahu Dinilai Bisa Kehilangan Narasi Politik Utama

Analis risiko politik sekaligus akademisi studi keamanan di King's College London, Krieg, menyebut kesepakatan damai AS-Iran dapat menjadi pukulan politik serius bagi Netanyahu.

Meski demikian, ia menilai hal itu belum tentu langsung mengakhiri karier politik Perdana Menteri Israel tersebut.

Menurut Krieg, apabila isu nuklir Iran hanya berhasil ditunda melalui kesepakatan diplomatik, Netanyahu akan kesulitan menggambarkan strategi militernya sebagai keberhasilan besar.

“Ini ingin dijual sebagai konfrontasi untuk tujuan, bukan sebagai cara untuk kembali ke pengaturan sebelumnya,” jelas Krieg.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan pendekatan AS terhadap Iran dapat memengaruhi cara Israel membangun strategi keamanan dan politik di kawasan.

Trump Klaim Perdamaian Bisa Bawa Stabilitas Kawasan

Sementara itu, Donald Trump menegaskan bahwa perundingan dengan Iran bertujuan menciptakan perdamaian jangka panjang bagi Israel maupun kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Trump menyebut komunikasi dengan berbagai pihak di kawasan berjalan cukup baik dan proses negosiasi terus mengalami kemajuan.

Jika kesepakatan benar-benar tercapai, hal tersebut berpotensi menjadi salah satu perubahan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menyangkut isu nuklir Iran, pembahasan juga disebut mencakup keamanan kawasan dan hubungan geopolitik antarnegara.

Israel Hadapi Posisi Sulit Jika Kesepakatan Terjadi

Para pengamat menilai kemungkinan tercapainya perdamaian AS-Iran dapat menempatkan Israel dalam posisi yang cukup sulit.

Sebab selama ini Israel menjadi salah satu negara yang paling keras menentang penguatan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Jika hubungan Washington dan Teheran mulai membaik, maka strategi tekanan terhadap Iran yang selama ini dijalankan Israel bisa kehilangan dukungan internasional yang kuat.

Hal tersebut juga berpotensi memengaruhi arah kebijakan luar negeri Israel dalam menghadapi konflik regional di masa mendatang.

Baca Juga: Media Sosial Semakin Membuat Orang Mudah Membandingkan Hidup, Banyak yang Diam-Diam Merasa Minder

Timur Tengah Bisa Masuki Babak Baru

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana satu kesepakatan diplomatik dapat membawa dampak besar terhadap keseimbangan politik global.

Jika perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar tercapai, kawasan Timur Tengah kemungkinan akan memasuki babak geopolitik baru yang berbeda dari beberapa dekade terakhir.

Di sisi lain, perubahan tersebut juga dapat memunculkan tantangan baru bagi negara-negara yang selama ini membangun strategi politik dan keamanan berdasarkan konflik berkepanjangan dengan Iran.

Karena itu, perkembangan negosiasi AS dan Iran kini menjadi perhatian utama banyak negara di dunia, termasuk Israel yang diperkirakan akan terdampak langsung oleh hasil akhir perundingan tersebut.

 
Editor : Muhammad Azlan Syah
#Benjamin Netanyahu #perdamaian AS Iran #iran #konflik timur tengah #donald trump