Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Warga Ternate Resah Akibat Jam Digital Mundur, Dugaan Gangguan Sinkronisasi Server Jadi Penyebab

Amaliya Syafithri • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:06 WIB
Warga Ternate dibuat bingung setelah jam digital di ponsel dan komputer tiba-tiba berjalan mundur hingga aktivitas harian kacau. (Sumber: Instagram @beritasatu)
Warga Ternate dibuat bingung setelah jam digital di ponsel dan komputer tiba-tiba berjalan mundur hingga aktivitas harian kacau. (Sumber: Instagram @beritasatu)

RADARBONAG.ID - Warga Ternate dibuat geger oleh fenomena tidak biasa yang terjadi pada sistem penunjuk waktu digital di berbagai perangkat elektronik.

Tanpa adanya tanda-tanda gangguan sebelumnya, jam digital pada ponsel pintar, komputer, hingga sejumlah fasilitas publik dilaporkan tiba-tiba bergerak mundur secara acak.

Fenomena tersebut langsung menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena waktu yang tampil pada perangkat elektronik tidak lagi sinkron dan terus berubah tidak normal.

Akibat gangguan tersebut, banyak aktivitas harian warga menjadi kacau karena mereka kesulitan mendapatkan acuan waktu yang valid.

Baca Juga: Spotify Premium Bakal Punya Fitur Cover dan Remix Lagu dengan AI, Pengguna Bisa Bikin Versi Sendiri

Aktivitas Warga dan Layanan Publik Terganggu

Gangguan sistem waktu digital itu berdampak cukup besar terhadap berbagai sektor pelayanan dan aktivitas masyarakat.

Sejumlah warga mengaku terlambat datang bekerja karena jam pada perangkat mereka menunjukkan waktu yang tidak sesuai.

Sebagian lainnya justru datang terlalu cepat akibat perubahan waktu digital yang terus bergerak mundur secara tidak menentu.

Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah layanan publik juga ikut terdampak oleh fenomena tersebut.

Jadwal penerbangan di bandara lokal, sistem absensi elektronik di kantor, hingga aktivitas belajar mengajar di sekolah sempat mengalami gangguan.

Beberapa instansi bahkan terpaksa melakukan penyesuaian manual terhadap jadwal operasional agar aktivitas tetap berjalan normal.

Fenomena ini memicu keresahan karena sebagian besar masyarakat modern kini sangat bergantung pada perangkat digital sebagai acuan utama waktu sehari-hari.

Diduga Akibat Gangguan Sinkronisasi Server

Menanggapi situasi tersebut, otoritas telekomunikasi bersama tim teknis langsung melakukan investigasi untuk mencari penyebab utama gangguan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, fenomena jam digital berjalan mundur diduga disebabkan oleh gangguan transmisi data dan kegagalan sinkronisasi sistem waktu regional.

Gangguan sinkronisasi atau error synchronization tersebut menyebabkan perangkat elektronik menerima data waktu yang tidak akurat.

Selain itu, tim teknis juga menduga adanya masalah pada perangkat penerima sinyal GPS maupun gangguan pada server pusat penyedia layanan waktu digital.

Kemungkinan serangan siber berskala kecil juga masih menjadi salah satu faktor yang sedang ditelusuri oleh pihak terkait.

Akibat gangguan algoritma sinkronisasi tersebut, sistem digital pada sejumlah perangkat tidak mampu membaca data waktu secara normal sehingga tampilan jam bergerak mundur.

Pemerintah Imbau Warga Gunakan Jam Analog

Untuk meredam kepanikan dan membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, pemerintah daerah segera mengeluarkan imbauan resmi.

Warga diminta sementara waktu menggunakan jam analog konvensional yang bekerja secara mekanis menggunakan baterai biasa.

Jam analog dinilai lebih aman digunakan karena tidak bergantung pada sinkronisasi jaringan digital maupun sistem server internet.

Langkah tersebut diambil agar masyarakat tetap memiliki acuan waktu yang stabil selama proses pemulihan sistem berlangsung.

Beberapa kantor pemerintahan dan sekolah bahkan mulai menyediakan acuan waktu manual untuk menghindari kesalahan jadwal akibat gangguan digital tersebut.

Tim Teknisi Bekerja Lakukan Pemulihan Sistem

Hingga saat ini, tim teknisi masih terus bekerja melakukan proses pemulihan dan kalibrasi ulang terhadap sistem server penyedia layanan waktu.

Proses tersebut dilakukan selama 24 jam penuh guna memastikan sinkronisasi waktu digital dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga: Obat Herbal Tak Selalu Aman, BPOM Ungkap 22 Produk Bisa Sebabkan Gangguan Jantung dan Ginjal

Pemerintah juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait fenomena tersebut.

Meski sempat menimbulkan kekacauan aktivitas harian, pihak terkait memastikan gangguan tersebut bersifat teknis dan bukan fenomena alam berbahaya.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketergantungan masyarakat terhadap sistem digital sangat tinggi, sehingga gangguan kecil pada infrastruktur teknologi dapat berdampak luas terhadap aktivitas sehari-hari.

Fenomena jam berjalan mundur di Ternate kini menjadi perhatian publik karena tergolong sangat jarang terjadi dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat secara langsung.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#jam digital error #Ternate #sinkronisasi server #gangguan sistem waktu #fenomena jam mundur