RADARBONAG.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat pada perdagangan pekan depan.
Keyakinan tersebut disampaikan setelah pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan usai sempat mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.
Menurut Purbaya, kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang solid sehingga memiliki potensi besar untuk menopang penguatan pasar modal.
“Saya pikir kalau melihat dari sisi teknikal, minggu depan IHSG bisa bergerak lebih kencang,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Ia menilai para pelaku pasar tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi jangka pendek yang terjadi di bursa saham karena pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat
Purbaya menegaskan rebound atau penguatan kembali IHSG hanya tinggal menunggu momentum yang tepat.
Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Fundamental ekonomi kita masih kuat. Jadi tinggal menunggu momentum saja sampai IHSG kembali rebound,” katanya.
Ia menjelaskan pergerakan harga saham pada akhirnya akan mengikuti kondisi fundamental perusahaan dan arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Apabila kondisi ekonomi membaik dan pertumbuhan bisnis meningkat, maka laba perusahaan juga akan ikut terdorong naik.
Dalam situasi tersebut, harga saham seharusnya ikut mengalami kenaikan karena mencerminkan kinerja perusahaan yang positif.
“Kalau ekonomi bagus, laba perusahaan juga naik. Jadi tidak logis kalau perusahaan untung tetapi harga saham terus turun. Itu berarti sahamnya undervalued,” ujar Purbaya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah melihat masih ada peluang besar bagi investor untuk masuk ke pasar saham Indonesia.
Kondisi Saham Dinilai Masih Menarik bagi Investor
Menurut Purbaya, kondisi sejumlah saham yang masih berada di level rendah justru dapat menjadi kesempatan menarik bagi investor.
Istilah undervalued yang disampaikan Purbaya merujuk pada kondisi ketika harga saham dianggap lebih murah dibanding nilai fundamental perusahaan sebenarnya.
Dalam kondisi seperti itu, investor biasanya melihat peluang untuk membeli saham sebelum harga kembali naik mengikuti perbaikan pasar.
Optimisme pemerintah terhadap penguatan IHSG juga didukung oleh stabilitas ekonomi domestik yang dinilai tetap terjaga di tengah tekanan global.
Beberapa faktor seperti inflasi yang relatif terkendali, daya beli masyarakat, serta aktivitas ekonomi yang terus bergerak menjadi penopang penting bagi pasar keuangan nasional.
IHSG Ditutup Menguat pada Perdagangan Jumat
Sementara itu, perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat sore menunjukkan pergerakan positif.
IHSG berhasil ditutup menguat setelah mendapat dorongan dari rebound saham-saham sektor energi dan basic materials atau barang baku.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 67,11 poin atau sekitar 1,10 persen ke posisi 6.162,05.
Selain itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 4,04 poin atau sekitar 0,66 persen ke level 620,44.
Penguatan tersebut terjadi setelah sebelumnya IHSG sempat mengalami tekanan cukup besar hingga menyentuh level intraday 5.966,86.
Namun menjelang penutupan perdagangan, mayoritas sektor berhasil bergerak ke zona hijau dan mendorong indeks kembali menguat.
Rebound Pasar Dinilai Jadi Sinyal Positif
Penguatan IHSG di akhir pekan dinilai menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar menjelang perdagangan pekan depan.
Kembalinya minat beli investor terhadap saham sektor energi dan barang baku menunjukkan sentimen pasar mulai membaik setelah sempat dilanda kekhawatiran.
Analis pasar menilai arah pergerakan IHSG selanjutnya masih akan dipengaruhi berbagai faktor global seperti kebijakan suku bunga, kondisi geopolitik internasional, hingga stabilitas harga komoditas dunia.
Meski demikian, optimisme pemerintah terhadap fundamental ekonomi domestik memberikan sentimen positif bagi investor di pasar modal Indonesia.
Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memperkuat keyakinan bahwa pasar saham nasional masih memiliki ruang untuk tumbuh dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan kondisi ekonomi yang dinilai tetap stabil, pemerintah berharap kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dapat terus meningkat dan mendorong pemulihan IHSG secara berkelanjutan.