RADARBONANG.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan diharapkan mampu mengatasi persoalan air danau yang menghitam serta menimbulkan bau tidak sedap.
Pembangunan IPAL ini menjadi perhatian karena kondisi air di kawasan taman sempat dikeluhkan pengunjung. Aroma tidak sedap dan warna air yang gelap dianggap mengurangi kenyamanan masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun bersantai.
Pemerintah melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyebut pengerjaan IPAL telah dimulai sejak Januari 2026 dan kini masih berlangsung di sejumlah titik kawasan taman.
'Baca Juga: Modus Minta Tolong Ambil Bunga, Penumpang Bawa Kabur Motor Ojol di Depok Saat Korban Lengah
Ditarget Rampung Sebelum HUT Jakarta
Pemprov DKI menargetkan proyek tersebut selesai sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026.
Pihak Dinas SDA menyebut pembangunan terus dipercepat agar sistem pengolahan limbah dapat segera beroperasi dan memperbaiki kualitas air di area taman.
Selama proses pembangunan berlangsung, alat berat dan mesin bor masih terlihat beroperasi di sekitar kawasan danau.
Aktivitas pengerjaan itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan jaringan dan fasilitas pengolahan limbah.
Pemerintah juga meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama proyek berlangsung.
Kondisi Air Danau Jadi Sorotan Pengunjung
Belakangan, kondisi air di kawasan Taman Bendera Pusaka memang menjadi sorotan.
Sejumlah pengunjung mengeluhkan warna air yang terlihat hitam serta aroma kurang sedap terutama saat cuaca panas.
Beberapa warga mengaku tetap datang ke taman untuk berolahraga, tetapi berharap kondisi lingkungan segera membaik setelah pembangunan IPAL selesai.
Pengelola taman menyebut kondisi tersebut terjadi karena sistem pengolahan air limbah belum berjalan optimal.
Akibatnya, kualitas air di area danau belum dapat terjaga secara maksimal.
Untuk sementara, petugas melakukan pengurasan dan pembersihan rutin guna mengurangi bau serta menjaga aliran air tetap bergerak.
IPAL Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang
Pembangunan IPAL dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas lingkungan di kawasan ruang terbuka hijau tersebut.
Dengan adanya sistem pengolahan limbah yang lebih baik, air limbah yang masuk ke kawasan taman nantinya akan diproses terlebih dahulu sebelum dialirkan ke area danau.
Langkah itu diharapkan dapat mengurangi pencemaran air, mencegah bau tidak sedap, dan menjaga ekosistem di sekitar taman tetap sehat.
Selain memperbaiki kualitas lingkungan, keberadaan IPAL juga diharapkan mendukung fungsi Taman Bendera Pusaka sebagai ruang publik modern yang nyaman bagi masyarakat Jakarta.
Taman Bendera Pusaka Jadi Ikon Ruang Hijau Baru
Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan salah satu kawasan ruang terbuka hijau baru di Jakarta Selatan yang cukup populer.
Kawasan ini dibangun dari penggabungan beberapa taman, seperti Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser, sehingga memiliki area yang luas dan terintegrasi.
Selain area hijau dan danau buatan, taman ini juga dilengkapi jogging track, area bermain, fasilitas olahraga, hingga jembatan ikonik yang kerap menjadi lokasi favorit warga untuk berfoto.
Karena fasilitasnya cukup lengkap, taman tersebut sering ramai dikunjungi masyarakat terutama pada pagi dan sore hari.
Baca Juga: Kepala BGN Tegaskan Program MBG Tetap Prioritaskan ASI, Susu Formula Hanya untuk Kondisi Tertentu
Pemprov DKI Optimistis Lingkungan Akan Lebih Nyaman
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis kualitas lingkungan di Taman Bendera Pusaka akan jauh lebih baik setelah proyek IPAL selesai dibangun.
Selain mengatasi persoalan air dan bau, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki pengelolaan lingkungan di kawasan perkotaan.
Pemprov berharap Taman Bendera Pusaka nantinya tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga contoh ruang hijau modern yang bersih, sehat, dan nyaman untuk masyarakat.
Dengan target penyelesaian pada Juni 2026, warga kini menunggu realisasi proyek tersebut agar kawasan taman bisa kembali dinikmati tanpa gangguan aroma tidak sedap maupun kualitas air yang buruk.