RADARBONANG.ID – Pemerintah mulai memprioritaskan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa untuk kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa sebagai langkah menghadapi ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah yang semakin mengkhawatirkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY saat melakukan kunjungan ke PT PAL Indonesia di Surabaya, Kamis (21/6).
Dalam keterangannya, AHY menyebut pemerintah saat ini masih mematangkan konsep dan roadmap proyek besar tersebut agar dapat lebih siap direalisasikan pada 2027 mendatang.
Konsep Giant Sea Wall Masih Dimatangkan Sepanjang 2026
Menurut AHY, sepanjang tahun 2026 pemerintah akan fokus menyempurnakan berbagai aspek perencanaan proyek Giant Sea Wall.
Mulai dari dukungan teknokratis, kesiapan investasi, hingga koordinasi lintas wilayah masih terus dibahas secara mendalam.
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut bukan pembangunan biasa karena mencakup wilayah pesisir yang sangat luas di Pantura Jawa.
Karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga berbagai pihak terkait agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
AHY juga menyebut bahwa roadmap atau arah besar pembangunan Giant Sea Wall ditargetkan sudah lebih matang pada tahun 2027.
Disebut Jadi Proyek Jangka Panjang
AHY menekankan bahwa proyek Giant Sea Wall merupakan proyek jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Menurutnya, pembangunan tanggul laut raksasa membutuhkan persiapan detail karena berkaitan langsung dengan perlindungan kawasan pesisir dan keselamatan masyarakat.
Ia menyebut berbagai aspek harus dipertimbangkan secara matang, termasuk dampak lingkungan, kebutuhan teknis, hingga pembiayaan proyek.
Karena itu, pemerintah memilih memulai dari penyusunan konsep sebagai fondasi utama sebelum pembangunan dilakukan secara bertahap.
AHY Akui Sudah Laporkan ke Prabowo
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengungkapkan bahwa perkembangan rencana proyek Giant Sea Wall telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah disebut terus membahas langkah-langkah strategis agar proyek tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan pesisir utara Jawa.
AHY menilai perlindungan wilayah Pantura kini semakin mendesak karena dampak banjir rob dan penurunan muka tanah sudah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.
Banjir Rob dan Penurunan Tanah Jadi Ancaman Serius
Kawasan Pantura Jawa selama beberapa tahun terakhir memang menghadapi ancaman serius akibat banjir rob dan fenomena penurunan muka tanah.
Beberapa wilayah pesisir bahkan mengalami genangan yang semakin sering terjadi dan berdampak terhadap permukiman warga, aktivitas ekonomi, hingga infrastruktur publik.
Karena itu, proyek Giant Sea Wall dinilai menjadi salah satu langkah besar pemerintah untuk menghadapi ancaman perubahan lingkungan di masa depan.
Selain berfungsi sebagai perlindungan pesisir, proyek ini juga diharapkan mampu mendukung keberlanjutan kawasan perkotaan dan ekonomi di sepanjang Pantura Jawa.
Baca Juga: Kenapa Photo Dump Terlihat Random Padahal Penuh Strategi? Ini Cara Gen Z Bangun Citra di Instagram
Pemerintah Susun Tahapan Awal Pembangunan
AHY menjelaskan bahwa tahap awal yang kini difokuskan pemerintah adalah penyusunan konsep dan arah pembangunan secara menyeluruh.
Karena proyek mencakup banyak wilayah dan melibatkan koordinasi lintas daerah, pemerintah ingin memastikan seluruh perencanaan dilakukan secara matang sebelum masuk tahap realisasi.
Dengan begitu, pembangunan Giant Sea Wall diharapkan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur besar, tetapi juga solusi jangka panjang untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman lingkungan yang terus meningkat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com