Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kepala BGN Tegaskan Program MBG Tetap Prioritaskan ASI, Susu Formula Hanya untuk Kondisi Tertentu

Ika Nur Jannah • Jumat, 22 Mei 2026 | 12:11 WIB
Setelah disorot IDAI, BGN menegaskan program MBG tetap mengutamakan ASI dan tidak menjadikan susu formula sebagai opsi utama. (Sumber Foto: Instagram @kemensetneg.ri)
Setelah disorot IDAI, BGN menegaskan program MBG tetap mengutamakan ASI dan tidak menjadikan susu formula sebagai opsi utama. (Sumber Foto: Instagram @kemensetneg.ri)

RADARBONANG.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait polemik penggunaan susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perhatian publik.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul sorotan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai kemungkinan penggunaan susu formula dalam program pemerintah tersebut.

Dalam keterangannya, Dadan menegaskan bahwa program MBG tetap mengedepankan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai prioritas utama bagi bayi.

Ia menekankan bahwa susu formula bayi tidak dimasukkan sebagai opsi utama dalam program tersebut.

Baca Juga: Takut Dibilang Jahat Saat Menolak Orang? Ini Alasan Personal Boundaries Penting untuk Kesehatan Mental

BGN Sebut ASI Tetap Jadi Prioritas Utama

Menurut Dadan, BGN sejak awal tidak mempertimbangkan penggunaan susu formula bayi secara umum karena ingin tetap mendorong pentingnya pemberian ASI.

Ia meminta masyarakat memahami bahwa kebijakan program MBG tetap berpihak pada upaya mendukung pemberian ASI kepada bayi.

BGN juga memastikan bahwa program tersebut tidak bertujuan menggantikan peran ASI dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai penggunaan susu formula dalam program MBG.

Susu Formula Hanya untuk Kebutuhan Khusus

Meski demikian, Dadan menjelaskan bahwa BGN tetap membuka opsi pemberian formula lanjutan dan formula pertumbuhan dalam kondisi tertentu.

Namun pemberiannya bersifat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang memang membutuhkan berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.

Ia menyebut rekomendasi dari ahli gizi, bidan, atau pihak puskesmas menjadi syarat utama sebelum formula tersebut diberikan.

Dengan kata lain, penggunaan formula tidak dilakukan secara bebas ataupun massal dalam program MBG.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan kesehatan tertentu pada anak.

IDAI Sebelumnya Soroti Kebijakan Formula dalam MBG

Sebelumnya, IDAI sempat menyampaikan surat terbuka yang menyoroti kemungkinan penggunaan susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis.

Organisasi profesi dokter anak tersebut mendorong agar kebijakan pemerintah tetap berpihak pada upaya peningkatan pemberian ASI eksklusif bagi bayi.

Sorotan itu muncul karena ASI dinilai memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan daya tahan tubuh bayi sejak usia dini.

Isu tersebut kemudian ramai dibahas publik, terutama terkait kekhawatiran bahwa penggunaan susu formula dapat mengurangi kampanye pemberian ASI eksklusif.

Baca Juga: Tren Rumah Impian 2026 Makin Bergeser, Ini 5 Gaya Hunian Estetik yang Bikin Nyaman, Hangat, dan Betah di Rumah

BGN Tegaskan Formula Bukan Pengganti ASI

Menanggapi hal itu, BGN kembali menegaskan bahwa formula yang dimaksud bukan untuk menggantikan ASI bagi bayi.

Menurut Dadan, formula lanjutan dan formula pertumbuhan hanya disediakan dalam situasi tertentu berdasarkan kebutuhan medis atau pertimbangan kesehatan.

Pemerintah juga memastikan bahwa pelaksanaan program MBG tetap memperhatikan rekomendasi tenaga kesehatan serta prinsip pemenuhan gizi anak yang aman dan tepat.

Dengan penjelasan tersebut, BGN berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait posisi susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis yang sedang dijalankan pemerintah.

 
Editor : Muhammad Azlan Syah
#susu formula MBG #ASI bayi #program mbg #idai #Badan Gizi Nasional