Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sapi Kurban Presiden Prabowo di NTB Bernama Black Panther, Bobotnya Tembus 1 Ton dan Dibeli Rp 142 Juta

Ika Nur Jannah • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:55 WIB
Sapi Kurban milik Presiden Prabowo di NTB, dengan nama Black Panther (Sumber Foto: Tribunlombok.com/Ahmad wawan sugandika)
Sapi Kurban milik Presiden Prabowo di NTB, dengan nama Black Panther (Sumber Foto: Tribunlombok.com/Ahmad wawan sugandika)

RADARBONANG.ID – Seekor sapi jenis limosin asal Lombok Tengah terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi yang diberi nama Black Panther itu langsung mencuri perhatian karena memiliki ukuran jumbo dengan bobot mencapai lebih dari satu ton.

Hewan kurban tersebut dipelihara oleh peternak lokal bernama Ahmad Dimiati.

Ia mengungkapkan nama Black Panther diberikan karena warna tubuh sapi yang dominan hitam pekat dan terlihat gagah saat berdiri.

Baca Juga: Putusan MK Dinilai Perkuat Kepastian Hukum IKN, Pemindahan Ibu Kota Tetap Berjalan Sesuai Target

Menurut Dimiati, sapi itu sudah dirawat secara intensif selama lebih dari satu setengah tahun agar tumbuh sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban bantuan Presiden.

Bobot Black Panther Hampir Sentuh 1,1 Ton

Dimiati menjelaskan, berdasarkan hasil penimbangan pada 8 April lalu, bobot Black Panther sudah mencapai sekitar 1 ton 40 kilogram.

Dengan perawatan dan pola pemberian pakan yang terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha, berat sapi tersebut diperkirakan kini sudah mendekati 1,1 ton.

Ukuran tubuhnya yang besar membuat Black Panther menjadi salah satu sapi kurban paling mencolok di wilayah NTB tahun ini.

Selain memiliki postur besar, kondisi kesehatan sapi juga disebut sangat terjaga karena mendapatkan perhatian khusus selama masa pemeliharaan.

Ditebus Sekitar Rp 142 Juta

Sapi jumbo tersebut kabarnya ditebus dengan harga sekitar Rp 142 juta sebagai bagian dari program bantuan kemasyarakatan Presiden untuk Idul Adha.

Setelah seluruh persiapan selesai, Black Panther dijadwalkan akan dikirim untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dan disalurkan ke wilayah Sumbawa.

Nilai fantastis sapi tersebut menjadi perhatian masyarakat sekaligus kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal di Lombok Tengah.

Dirawat Intensif Selama Berbulan-Bulan

Keberhasilan Black Panther mencapai bobot jumbo tidak terjadi secara instan.

Pemilik sapi menyebut proses perawatan dilakukan dengan sangat telaten, mulai dari pola makan, kebersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan secara rutin.

Perawatan khusus diperlukan agar sapi tetap sehat, aktif, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bantuan Presiden.

Sapi jenis limosin sendiri memang dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan pertumbuhan bobot yang cepat dibanding beberapa jenis sapi lainnya.

Jadi Kebanggaan Peternak Lokal NTB

Terpilihnya Black Panther sebagai sapi kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak di Lombok Tengah.

Baca Juga: Prajurit TNI Kini Patroli di Daerah untuk Hidupkan Lagi Siskamling, Kriminalitas Diklaim Menurun

Mereka menilai kepercayaan pemerintah terhadap sapi lokal menunjukkan kualitas peternakan daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Selain membantu peternak secara ekonomi, pembelian sapi kurban dari daerah juga dianggap dapat mendorong perkembangan sektor peternakan lokal.

Kehadiran Black Panther pun menambah daftar sapi kurban Presiden Prabowo yang berasal dari peternak daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil peternakan lokal memiliki kualitas tinggi dan mampu menarik perhatian hingga tingkat nasional. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sapi kurban Prabowo #Black Panther NTB #sapi limosin Lombok Tengah #kurban Presiden Prabowo #sapi 1 ton