RADARBONANG.ID – Kepolisian menduga isu teror pocong yang belakangan meresahkan warga di wilayah Tangerang bukan berkaitan dengan hal mistis, melainkan diduga menjadi bagian dari modus kejahatan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.
Aparat menilai suasana takut dan mencekam yang muncul akibat kabar tersebut bisa dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melancarkan aksi pencurian saat warga lengah.
Kabar mengenai sosok menyerupai pocong yang disebut mengetuk pintu rumah warga pada malam hari sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan warga.
Baca Juga: Grab Resmi Hentikan Program Langganan Akses Hemat untuk Mitra GrabBike Mulai Hari Ini
Isu tersebut membuat sebagian masyarakat merasa takut untuk keluar rumah pada malam hari.
Namun pihak kepolisian meminta masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Polisi Curigai Ada Motif Menciptakan Kepanikan
Kapolresta Tangerang mengungkapkan dugaan tersebut muncul setelah polisi mempelajari pola penyebaran isu yang beredar di masyarakat.
Menurut polisi, pola teror seperti ini bisa saja sengaja dibuat untuk membangun suasana panik sehingga warga menjadi tidak fokus terhadap kondisi keamanan lingkungan sekitar.
Dalam situasi penuh ketakutan, pelaku kejahatan diduga dapat memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pencurian atau tindakan kriminal lainnya.
“Situasi takut di masyarakat bisa dimanfaatkan pihak tertentu agar warga lengah,” ujar pihak kepolisian.
Meski demikian, aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta sebenarnya di balik viralnya isu tersebut.
Polisi Masih Selidiki Sumber Informasi
Hingga kini, polisi masih mendalami siapa pihak yang pertama kali menyebarkan kabar mengenai teror pocong tersebut.
Aparat juga menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam penyebaran informasi yang membuat keresahan di tengah masyarakat.
Selain menelusuri sumber video dan foto yang beredar, kepolisian juga mengumpulkan keterangan dari warga yang mengaku sempat melihat sosok mencurigakan di lingkungan mereka.
Polisi menegaskan belum ada bukti kuat yang memastikan keberadaan teror mistis seperti yang ramai dibicarakan.
Polisi di Cipondoh Sebut Konten Pocong Editan
Sebelumnya, kepolisian di wilayah Cipondoh juga sempat memberikan klarifikasi terkait video dan konten pocong yang viral di media sosial.
Setelah dilakukan pengecekan lapangan, polisi menyatakan kabar tersebut merupakan hoaks.
Aparat menemukan bahwa sebagian konten yang beredar diduga hasil editan dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Temuan itu semakin memperkuat dugaan bahwa isu teror pocong sengaja dibuat atau dibesar-besarkan untuk memancing kepanikan publik.
Warga Diimbau Tidak Mudah Percaya Hoaks
Kepolisian meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar cepat di media sosial.
Warga juga diimbau untuk tidak ikut menyebarkan video, foto, maupun kabar yang belum jelas sumbernya karena dapat memperkeruh situasi dan menimbulkan ketakutan massal.
Selain itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan sekitar.
Jika menemukan hal mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada aparat keamanan atau pengurus lingkungan setempat agar bisa segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Penghematan, Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Turun Rp67 Triliun
Polisi Pastikan Penyelidikan Terus Berjalan
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada unsur pidana di balik penyebaran isu teror pocong tersebut.
Aparat juga membuka kemungkinan adanya pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan suasana mencekam demi kepentingan pribadi atau tindakan kriminal.
Polisi berharap masyarakat tetap rasional dalam menyikapi kabar-kabar viral yang belum terbukti kebenarannya.
Sebab di tengah maraknya informasi digital, isu yang menimbulkan ketakutan sering kali cepat menyebar dan dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (*)